Bangun Industri Baterai EV, IBC Gandeng CATL dan LG Chem
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bangun Industri Baterai EV, IBC Gandeng CATL dan LG Chem

Rabu, 24 November 2021 | 22:03 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Industri Baterai Indonesia/Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengatakan, untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dari hulu hingga hilir membutuhkan investasi sebesar US$ 15,3 miliar.

"IBC mendapat dukungan dari para pemegang saham dan partner internasional yaitu CATL dari Tiongkok dan LG Chem dari Korea Selatan (Korsel), yang memiliki kemampuan teknologi dan kemampuan marketing dari pemasaran produk terutama baterai EV untuk diekspor," ujar Toto dalam acara Economic Outlook 2022 hari ke-3 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Rabu (24/11/2021).

Toto menerangkan, dengan dana sebesar itu, pihaknya dapat memproduksi baterai dengan kapasitas 140 Giga Watt Hour (Gwh). Kapasitas itu mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 60 Giga Watt Hour (Gwh) pada 2035.

Kebutuhan itu terdiri dari kendaraan roda empat yang ditargetkan akan mencapai hampir 400.000 kendaraan EV per tahun, yang akan memiliki permintaan untuk baterai EV. Begitu juga untuk kendaraan roda dua berbasis EV yang diperkirakan akan mencapai 3 juta unit.

"Selain itu juga dari Energy Storage System (ESS) yang dibutuhkan terutama untuk pembangkit-pembangkit berbasis EBT. Dia merupakan itu juga merupakan demand yang sangat besar untuk baterai. Jadi segmen itulah yang mendorong kebutuhan baterai EV kita kedepannya dan ini suatu hal yang sangat strategis, kita harus melakukan dari aspek EV Baterai dan juga ekosistem EV harus sama-sama kita dorong,” ucap Toto.

Dia menerangkan, IBC akan berperan sebagai strategic investments holdings yang akan melakukan kerja bersama dengan beberapa mitra. Selain harus ada provider baterai EV, juga harus ada demand creation. Terutama mendorong beberapa demand creation yang spesifik yang ada di lingkungan dalam negeri, terutama untuk kendaraan dua roda EV dan terus melihat peluang-peluang lain untuk meningkatkan demand dari kendaraan-kendaraan EV.

"Kalau dari EV baterai ekosistem, ini yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita mendevelop dari upstream kita dari mining sampai ke downstream, jadi akan memerlukan beberapa proses tentunya,” ucap Toto.

Toto juga menjelaskan tahapan proses dalam mencapai baterai EV di Indonesia. Pada tahap awal yaitu bahan baku di hulu berupa Nikel Ore. Pada tahap ini, IBC memiliki pemilik saham utama yaitu Mind ID, Antam, Pertamina, dan PLN. “Tentunya dari segi Nikel Ore yang paling berperan adalah Main ID dan Antam,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Toto, IBC melakukan pengolahan terhadap nikel ore menggunakan smelter yang akan menghasilkan nikel dan kobalt sulfat untuk diproses menjadi katoda dan akhirnya menjadi batery cell dan pack.

Dia menerangkan, untuk EV, ESS dan stasiun pengisian akan dilakukan oleh PLN dan Pertamina. "Dan satu hal yang penting juga untuk rangkaian secara intergrasi ini adalah baterai daur ulang. Jadi baterai daur ulang ini, semua baterai yang akan kita produksi dapat kita daur ulang mineral utamanya hampir 97%-98%, sehingga bisa digunakan kembali,” ucap dia.

Toto mengaku saat ini sedang melakukan joint study dengan CTL dan LG Chem, untuk melakukan engineering, procurement and construction (EPC) selama 2-3 tahun.

Dia melanjutkan pada 2024 pihaknya sudah akan melakukan produksi baterai di Karawang dan diharapkan pada 2025 sudah mendapatkan operasional dari keseluruhan rantai suplai untuk menghasilkan baterai EV.

Lalu pada 2026, Indonesia akan menjadi hub baterai EV di ASEAN dna berdasarkan hasil kajian IBC, produksi baterai Indonesia akan sangat kompetitif dengan negara lain di Asean.

"Karena dari keseluruhan nikel di dunia ini, 24% ada di Indonesia. Dan di 2027 karena kapasitas yang kita kembangkan cukup signifikan kita memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu pemain global untuk EV di dunia,” pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tokocrypto Gandeng JGTC Dukung Pengembangan NFT

Tokocrypto menjalin kemitraan dengan Jazz Goes To Campus (JGTC). Kolaborasi ini menjadi babak baru dalam industri aset kripto dan NFT di Indonesia.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bank DKI Bawa Pulang Penghargaan IPRA 2022

Penghargaan IPRA 2022 merupakan apresiasi atas konsistensi Bank DKI dalam mengkomunikasikan transaksi nontunai.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Rifan Financindo Pertahankan Posisi Pialang Teraktif

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mampu mempertahan posisi sebagai pialang teraktif di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX).

EKONOMI | 28 Januari 2022

Survei Ipsos Ungkap Tiga Pemain Utama E-Commerce di Indonesia

Perusahaan riset pasar global, Ipsos, merilis hasil survei terbaru terkait persaingan industri e-commerce di Indonesia selama akhir 2021.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

Ditjen PKTN dan Bappebti melakukan penindakan tegas terhadap usaha penjualan expert advisor atau robot trading tak berizin yang dilakukan PT DNA Pro Akademi.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Perluas Jaringan, Ralali Agent Targetkan 1,5 Juta Agen pada 2022

Saat ini Ralali Agent telah memiliki lebih dari 300.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Satgas BLBI Sita Aset Tanah Santoso Sumali Senilai Rp 13 Miliar

Satgas BLBI melalui PUPN Cabang DKI Jakarta kembali melaksanakan penyitaan atas barang jaminan obligor Santoso Sumali berupa dua bidang tanah.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Negara G-20 Berkomitmen Perkuat Ketahanan Sistem Keuangan Internasional

Negara G-20 memandang penting koordinasi internasional dalam memperkuat jaring pengaman keuangan global.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Lebarkan Sayap, SBI Makin Dekat ke Konsumen

PT Sepeda Bersama Indonesia (SBI) memperluas lini distribusinya dengan membuka pusat distribusi (distribution center) di tahun 2022 ini.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Kemenkeu Catat Aset Tanah 12 PTN Capai Rp 161,30 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat nilai barang milik negara (BMN) berupa aset tanah di 12 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) mencapai Rp 161,30 triliun.

EKONOMI | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Ibas: Jangan Sampai Ada Kartel Minyak Goreng

Ibas: Jangan Sampai Ada Kartel Minyak Goreng

POLITIK | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings