Empat Tantangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Empat Tantangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 22:45 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berusaha untuk membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan baterai EV di Indonesia. Namun dalam perjalanan menuju kesana, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi dan tentu saja keuntungan bila berhasil melewatinya.

Direktur utama Industri Baterai Indonesia/Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho menerangkan, ada beberapa tantangan yang sudah diindentifikasi pihaknya. Tantangan pertama adalah dari segi aspek pasar atau market dari kendaraan listrik itu sendiri.

"Adapun yang paling penting adalah competitiveness dari kendaraan listrik. Kalau harga EV di dalam negeri bisa diturunkan menjadi level yang cukup kompetitif, mungkin untuk kendaraan roda empat sekitar Rp 250 jutaan dan kendaraan roda dua sekitar Rp 19-20 juta termasuk baterai, maka itu akan memberi dampak yang sangat baik," ujar Toto dalam acara Economic Outlook 2022 hari ke-3 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Rabu (24/11/2021).

"Selain itu, juga harus didukung dengan harga-harga yang kompetitif dari keberadaan charging station. Sehingga, dengan kompetitif itu seharusnya bisa menjadi benchmark biaya dari EV itu hampir 30% lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan basis BBM,” tambahnya.

Tantangan kedua, jelas Toto, adalah teknologi. Dia mengatakan, memang saat ini IBC mendapat bantuan teknologi dari CTL dan LG Chem. Namun di masa mendatang, Indonesia harus mempunyai teknologi yang didorong oleh research yang ada di Indonesia. “Nah ini Kerja sama kita dengan BRIN sangat penting untuk melakukan hal ini,” ucap Toto.

Tantangan ketiga adalah regulasi. Dia menerangkan regulasi yang mendorong baterai EV dan EV ini harus disinkronisasikan dari segala aspek, baik dari aspek pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Salah satu regulasi daerah yang mendukung EV yang ada di Jakarta, dimana masyarakat menggunakan EV di Jakarta dapat bebas dari kebijakan ganjil genap dan juga pajak barang mewah untuk EV itu 0% dibandingkan dengan mobil berbasis BBM. Kebutuhan untuk infrastruktur tadi juga disebutkan kita harus men-develop seluruh charging station,” ucap dia.

Tantangan keempat dan yang paling penting adalah mindset atau pola pikir. Toto menerangkan, mindset dari pengguna kendaraan EV tidak saja cukup karena ingin emission free, tetapi juga harus melihat bagaimana pemerintah menyakinkan bahwa di setiap titik transportasi ada charging station.

Selain itu, juga aspek keselamatan yang saat ini beberapa orang masih mengalami persepsi bahwa kendaraan EV lebih memiliki resiko. "Tapi hal itu sebenarnya sudah di mitigasi dengan teknologi terbaru. Jadi ini kalau kita lihat ada tantangan yang harus kita hadapi dan harus sama-sana mencari solusi sehingga tantangan-tantangan ini dapat kita atasi dengan baik,” ucap dia.

Ada tantangan ada juga keuntungan. Toto menerangkan, kehadiran kendaraan EV dan baterai EV memberikan multiplier effect. Dia mengungkapkan, jika hanya mengembangkan niko sulfat (bahan setengah jadi untuk baterai) GDP impact bisa mencapai Rp 53 triliun per tahun.

Namun, lanjut dia, kalau bisa mengembangkan sampai EV dan baterai EV secara lengkap, maka GDP impact yang dihasilkan bisa mencapai Rp 380 triliun per tahun. Begitu juga dari penciptaan lapangan kerja, akan menambah sekitar 23.000 hingga 33.000 lapangan kerja per tahun.

"Satu lagi yang tidak kalah penting adalah balance of trade. Jadi selain kita mengekspor dari baterai EV, kita juga bisa mengurangi impor BBM, dengan pengurangan 30% saja kita bisa dapat nilai minimal US$ 3-4 miliar per tahun. Kita bisa mengurangi emisi C02 yaitu hampir 560.000 ton per tahun untuk kendaraan yang saat ini kita gunakan,” ucap Toto.

Dia mengaku tetap optimis Indonesia dapat unggul dalam kendaraan EV meski tertinggal beberapa tahun dari negara lain yang lebih dulu terjun ke EV. Toto menjelaskan, dari kajian yang sudah mereka lakukan, saar ini ada 3 pusat EV dunia yaitu di Eropa, Tiongkok dan AS.

Pria berkacamata ini mengatakan, berdasarkan prhitungan yang dilakukan dari hulu hingga ke hilir, Indonesia dapat memproduksi baterai EV dengan harga yang kompetitif bahkan kalau kita bandingkan dengan pasar di eropa ataupun AS.

"Karena dari sisi bahan baku, kita sudah lebih murah harganya dibandingkan dengan lain. Kita juga terintergrasi dari hulu ke hilir. Jadi baterai yang akan diproduksi di Indonesia akan kompetitif untuk masuk ke pasar EV global. Apalagi nanti untuk kendaraan di Asean dan India yang merupakan demand center ke depan. Itu posisi Indonesia aka lebih kompetitif lagi,” ucap Toto.

Dia mengatakan, saat ini IBC telah bekerjasama dengan CTL dan LGChem, yang sama-sama memiliki keinginan untuk mengamankan dari hulu. Ini karena negara lain tidak ada yang memiliki kekayaan alam seperti Indonesia.

"Apakah nanti kita akan ada partner berikutnya tentu akan kami kaji ya, kita lihat seperti apa. Namun memang dari negara-negara lain atau perusahaan global memang ingin masuk ke Indonesia karena sumber daya nikel kita, yang menjadi basis untuk baterai kendaraan EV di dunia saat ini,” pungkas Toto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Minyak Mentah Menguat dari Koreksi Kemarin

Harga minyak mentah dunia turun pada hari Kamis (27/1/2022) setelah minyak mentah Brent mencapai level di atas $90 per barel.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bitcoin Uji Pendakian ke Level US$ 37.000-an

Laju bitcoin (BTC) untuk menembus level US$ 37.500 (sekitar Rp 537 juta) masih terus diuji pada akhir pekan ini.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Pembukaan, IHSG Lanjutkan Penguatan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan kemarin pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/1/2022).

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bursa Asia Mixed Menyusul Fluktuasi di Wall Street

Bursa Asia-Pasifik bergerak mixed pada perdagangan Jumat (28/1/2022), menyusul sesi bergejolak di Wall Street semalam.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Moeldoko: UMKM Harus Manfaatkan Platform Digital

Moeldoko menekankan pentingnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan platform teknologi digital.

EKONOMI | 28 Januari 2022

BI dan PBoC Perbarui Pertukaran Mata Uang Lokal, Ini Manfaatnya

Bank Indonesia (BI) dan The People's Bank of China (PBoC) memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Di Forum B20, Jokowi Tegaskan Tak Akan Ekspor Mineral Mentah

Dalam pembukaan Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022, Jokowi tegaskan Indonesia tidak mengekspor sumber daya dalam bentuk mentah.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Seion, Perumahan Ala Jepang Pertama di Serang

Perumahan Seion mengusung konsep Jepang pertama di Kota Serang.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Catat Pendapatan US$ 123,9 M, Kinerja Apple Lebih Baik dari Perkiraan

CEO Apple Tim Cook mengatakan pada hari Kamis (27/1/2022) bahwa disrupsi rantai pasokan yang mengganggu kinerja perusahaan mulai membaik.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Lebih Baik dari Perkiraan, PDB AS Tumbuh 6,9%

Departemen Perdagangan melaporkan Kamis, PDB AS Oktober-Desember 2021 tumbuh 6,9%.

EKONOMI | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Pria di Jepang Tembak dan Sandera Pekerja Medis

Pria di Jepang Tembak dan Sandera Pekerja Medis

DUNIA | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings