Ketahanan Energi Indonesia Membaik, tetapi Belum Ideal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketahanan Energi Indonesia Membaik, tetapi Belum Ideal

Sabtu, 27 November 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks ketahanan energi nasional dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan, di mana saat ini berada di angka 6,57 atau masuk kondisi tahan (6 s/d 7,99). Namun, perlu upaya lebih lanjut agar ketahanan energi Indonesia masuk kategori sangat tahan (8 s/d 10).

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyampaikan, ketahanan energi diukur menggunakan aspek 4A (availability, affordability, accessibility, dan acceptability) dan metode pembobotan menggunakan AHP (analisa hierarchy process). Untuk aspek availability dan affordability, kondisi energi Indonesia dalam kategori baik. Namun di aspek accessibility dan acceptability masih membutuhkan berbagai intervensi agar indeks ketahanan energi Indonesia bisa masuk kategori sangat tahan.

Aspek availability adalah ketersediaan sumber energi dan energi baik dari domestik maupun luar negeri. Aspek affordability yaitu keterjangkauan biaya investasi energi, mulai dari biaya eksplorasi, produksi dan distribusi, hingga keterjangkauan konsumen terhadap harga energi. Kemudian aspek accesibility adalah kemampuan untuk mengakses sumber energi, infrastruktur jaringan energi, termasuk tantangan geografik dan geopolitik. Sedangkan aspek acceptability adalah penggunaan energi yang peduli lingkungan (darat, laut dan udara) termasuk penerimaan masyarakat.

“Kenapa kita belum mencapai kategori sangat tahan? Sebab dua aspek ini yaitu accessibility dan acceptability masih sangat kurang, meskipun pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur gas, juga BBM melalui program BBM satu harga, kita membangun SPBU kecil di daerah 3T. Sedangkan untuk aspek acceptability ini terkait dengan lingkungan,” kata Djoko Siswanto dalam seminar nasional bertajuk “Sustaining Indonesia Energy Security and Accomplishing Net-Zero Emissions through Petroleum Engineering Technology & Education” secara daring, Sabtu (27/11/2021).

Terkait aspek acceptability , Djoko menyampaikan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia pada 2020 baru 11,2%. Namun angka ini sudah cukup meningkat dibandingkan 2015 yang sebesar 4%.

“Kita menuju 23% di 2025. Artinya kalau kita melakukan business as usual, mudah-mudahan ini bisa tercapai, dan di 2050 31%, kemudian di 2060 di mana kita punya target net zero emission, mudah-mudahan EBT sudah di atas 50%,” kata Djoko.

Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang energi, yang dimaksud dengan ketahanan energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Doxadigital Gelar Seminar Customer Next 2022

Doxadigital dan Learning Platform QuBisa.com yang didukung oleh Social Selling dan Valdo International mengadakan seminar Customer Next 2022.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Awal Tahun, Layanan Bank Neo Commerce Makin Lengkap

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menyambut tahun 2022 dengan meluncurkan beberapa produk-produk teranyar yang akan diimplementasikan pada triwulan 1-2022.

EKONOMI | 18 Januari 2022

DPR-Pemerintah Perlu Prioritaskan RUU Perkoperasian dan Pembentukan LPS Koperasi

Keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi sudah sangat mendesak agar kepercayaan masyarakat kepada koperasi semakin meningkat.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Sejumlah Perjanjian Dagang di 2022 Selesai Dibahas, Apa Saja?

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan, di 2022 ini Kemendag akan menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang internasional.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Pengadilan Singapura Kabulkan Restrukturisasi Pan Brothers

Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan sidang skema atas restrukturisasi yang diajukan PT Pan Brothers Tbk (PBRX).

EKONOMI | 18 Januari 2022

Kemendag: 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, sebanyak 48 kapal dari 29 perusahaan telah kembali memulai ekspor batu bara.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Gus Muhaimin Minta Akses Kepemilikan Rumah Dipermudah

"Anggaran pemerintah harus bisa mensubsidi pembangunan rumah," kata Gus Muhaimin.

EKONOMI | 18 Januari 2022

IBL 2022 Bergulir, Kolektibel Serahkan Revival Shoot NFT

IBL 2022 kembali bergulir, Kolektibel serahkan Revival Shoot NFT sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan industri basket di Indonesia.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Mendag Buka Keran Impor Gula, Daging Sapi dan Bawang Putih

Mendag telah mengeluarkan izin impor gula, daging sapi, dan bawang putih, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama setahun ke depan.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Mendag: Kendalikan Inflasi Volatile Food, Harga Pangan Sudah Mulai Turun

Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, di 2021 inflasi volatile food sebesar 3,20%, lebih rendah dari tiga tahun terakhir.

EKONOMI | 18 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Bursa Eropa Jatuh karena Imbal Hasil Naik, Ubisoft Meroket 12%

Bursa Eropa Jatuh karena Imbal Hasil Naik, Ubisoft Meroket 12%

EKONOMI | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings