Kinerja Industri Pengolahan Kakao Kian Manis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kinerja Industri Pengolahan Kakao Kian Manis

Minggu, 28 November 2021 | 18:17 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya meningkatkan daya saing industri pengolahan kakao di kancah global dan menjadi sektor yang berkelanjutan.

Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia mempunyai peluang besar dalam peningkatan nilai tambah komoditas kakao melalui kebijakan hilirisasi.

“Seiring upaya memacu pengembangan industri pengolahan kakao di dalam negeri, Kemenperin turut aktif mendorong peningkatan produktivitas biji kakao dan konsumsi produk kakao olahan,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Plt Dirjen Industri Agro mengemukakan, Indonesia merupakan produsen kakao olahan terbesar ketiga dunia setelah Belanda dan Pantai Gading.

Kekuatan ini ditopang dari 11 industri pengolahan kakao dengan total kapasitas terpasang mencapai 739.000 ton per tahun.

“Potensi tersebut, didukung ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Menurut International Cocoa Organization (ICCO) 2018/2019, produksi biji kakao Indonesia sebesar 220.000 ton. Indonesia sebagai penghasil biji kakao terbesar keenam di dunia,” ungkapnya.

Di tengah imbas pandemi Covid-19, industri pengolahan kakao di Tanah Air mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap devisa.

Hal ini tercemin dari capaian nilai ekspor produk kakao olahan nasional sebesar US$ 1,12 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$ 1,01 miliar.

Produk kakao olahan yang diekspor tersebut, dalam bentuk liquor, butter, bubuk, dan cake. “Negara tujuan utama ekspor kakao olahan Indonesia, di antaranya ke Amerika Serikat, Belanda, India, Jerman dan Tiongkok,” sebut Putu.

Produk kakao olahan Indonesia dinilai berdaya saing di kancah global karena industrinya telah memiliki standar internasional.

Bahkan, produk kakao olahan Indonesia seperti cokelat memiliki cita rasa yang khas. Hal ini karena telah didukung dengan pemanfaatan teknologi modern sehingga terciptanya inovasi produk yang unik dan beragam sesuai selera konsumen saat ini.

“Kami juga turut mendorong untuk penggunaan teknologi industri kakao yang inovatif, efektif dan ramah lingkungan sehingga produktivitas dan kualitias kakao Indonesia meningkat,” imbuhnya.

Saat ini, desain kemasan dan bentuk produk kakao olahan Indonesia juga sudah banyak yang menarik sehingga punya nilai jual yang tinggi di pasar domestik dan mancanegara.

Putu menjelaskan, produk-produk kakao olahan merupakan bahan baku untuk menghasilkan produk makanan dan minuman berbasis cokelat seperti permen cokelat, biskuit, wafer, roti, dan es krim. Produk tersebut dihasilkan oleh industri pengolahan skala besar serta sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Produk kakao olahan seperti cokelat sangat bermanfaat bagi kesehatan, antar lain karena tingginya antioksidan, sehingga mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi otak, serta mengurangi gejala depresi,” sebutnya.

Manfaat Kemitraan

Putu menambahkan, industri pengolahan kakao ikut berperan penting dalam menumbuhkan wirausaha industri baru, seperti IKM cokelat. Selain itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani kakao yang menjadi mitra perusahaan pengolahan kakao.

“Contohnya PT Aneka Coklat Kakao, perusahaan asli Indonesia yang beroperasi di Bandar Lampung,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di PT Aneka Coklat Kakao, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2013 ini memproduksi fine chocolate products, dengan bisnis proses “Farmer to Bar”, yang memiliki sumber penyedia biji kakao di Lampung, Bali, dan Sulawesi.

Saat ini, sudah ada sekitar 1.000 lebih petani yang bekerjasama dengan PT Aneka Coklat Kakao, dan ditargetkan akan mencapai 2.000 petani.

Sistem farmer to bar yang diterapkan PT Aneka Coklat Kakao terdiri dari training, harvesting (panen), fermentasi, pengeringan, sorting, roasting, winnowing (pemisahan biji dengan cocoa shell), grinding/refining, tempering/molding, dan wrapping.

Menurut Putu, salah satu cara menjaga pasokan kakao yang berkelanjutan, yaitu dengan meningkatkan produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, perlu kemitraan industri pengolahan kakao dengan petani kakao. “Kemitraan yang terjalin di antara industri dan petani dapat memperkuat industri kakao di dalam negeri dan memajukan para petani kakao sekaligus perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Founder dan CEO PT Aneka Coklat Kakao, Sabrina Mustopo menyatakan bahwa pihaknya bertekad untuk berkontribusi bagi penguatan dan pemberdayaan para petani kakao lokal, serta aktif memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup.

Upaya ini membuahkan hasil, perusahaannya meraih penghargaan medali Silver dan Bronze untuk kategori packaging, Krakakoa Limited Edition Single Origin Gift set, Tree to Bar, Dark Chocolate dan Dark Milk Chocolate Creamy Coffee dari Academy of Chocolate (AOC) di London, Inggris pada tahun 2017 dan 2018.

Sebelumnya, brand PT Aneka Coklat Kakao adalah Kakao, yang kini telah berevolusi menjadi Krakakoa sejak tahun 2016. Bisnis proses Krakakoa meliputi sektor hulu sampai hilir, dari proses pertanian hingga produksi produk cokelat.

Krakaoa saat ini merupakan salah satu brand artisan yang berhasil membawa cokelat asli Indonesia untuk bisa dikenal di berbagai belahan dunia, seperti di Singapura, Korea, Jepang, dan beberapa negara di Eropa. Untuk di Indonesia sendiri, cokelat dengan kemasan unik ini sudah bisa ditemukan di supermarket-supermarket premium di kota-kota besar di Tanah Air.

Kemasan dari Krakakoa terbilang unik karena menggunakan desain bermotif batik dan hewan-hewan khas Indonesia yang dilindungi. “Desain packaging pun kami sesuaikan dengan motif yang Indonesia banget. Jadi melalui packaging juga kami mencoba perkenalkan cokelat Indonesia,” ungkap Sabrina.

Berbicara soal produk, Krakakoa memiliki beragam varian jenis dan cita rasa cokelat. Untuk jenisnya dibedakan menjadi flavoured bars, single origin bars, chocolate bark, gourmet nibs, dan blinkies.

Sedangkan untuk cita rasanya terdiri dari chili dark chocolate, sea salt & pepper dark chocolate, cinnamon dark milk chocolate, ginger dark milk chocolate, dan creamy coffee milk chocolate.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SUN Energy dan Sojitz Dorong Energi Bersih di GIIC

Berdasarkan hasil studi SUN Energy, potensi pengembangan PLTS bersama Sojitz dapat mengurangi sekitar 83 juta ton emisi karbon di GIIC.

EKONOMI | 20 Januari 2022

BI Akui Sempat Jadi Korban Serangan Ransomware Bulan Lalu

Bank Indonesia (BI) mengakui sempat terkena serangan Ransomware Conti dalam jaringannya pada Desember 2021.

EKONOMI | 20 Januari 2022

BI Proyeksi The Fed Naikkan Suku Bunga 4 Kali

Bank Indonesia memperkirakan the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya empat kali yang akan dimulai pada bulan Maret.

EKONOMI | 20 Januari 2022

OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 12%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi pertumbuhan pembiayaan multifinance sebesar 12% di tahun 2022.

EKONOMI | 20 Januari 2022

Sepanjang 2021, BI Realisasikan Pembelian SBN Rp 358,32 Triliun

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan sepanjang tahun 2021 BI sudah merealisasikan pembelian SBN mencapai Rp 358,32 triliun.

EKONOMI | 20 Januari 2022

Krakatau Posco Raih Sertifikat Authorized Economic Operator

Direktorat Jenderal Bea Cukai memberikan sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) atau operator ekonomi bersertifikat kepada pabrik baja terpadu Krakatau Posco.

EKONOMI | 20 Januari 2022

Sambut 2022, CSAP Ekspansi Mitra10 di Pekanbaru

CSAP mengawali 2022 dengan ekspansi Mitra10 ke-43 di Riau, Pekanbaru.

EKONOMI | 20 Januari 2022

Outstanding Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp 29,88 Triliun

Outstanding pembiayaan financial technology (fintech) P2P lending per Desember 2021 mencapai Rp 29,88 triliun, meningkat 2,43%

EKONOMI | 20 Januari 2022

Minyak Goreng Satu Harga, Kemendag Buka Hotline Khusus

Kemendag terus memantau menerapkan minyak goreng kemasan satu harga Rp 14.000 per liter.

EKONOMI | 20 Januari 2022

Kemenkominfo Siapkan Infrastruktur Telekomunikasi di IKN Nusantara

Kemenkominfo siap melakukan pembangunan infrastruktur layanan telekomunikasi untuk dukung pengembangan kota cerdas di IKN Nusantara.

EKONOMI | 20 Januari 2022


TAG POPULER

# Arteria Dahlan


# Rahmat Effendi


# IBL


# Gaga Muhammad


# Kereta Peluru



TERKINI
5 Alasan Perusahaan Harus Adopsi Tren Utama Teknologi di 2022

5 Alasan Perusahaan Harus Adopsi Tren Utama Teknologi di 2022

DIGITAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings