Hingga September 2021, Pendapatan Link Net Tumbuh 9,8%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hingga September 2021, Pendapatan Link Net Tumbuh 9,8%

Selasa, 30 November 2021 | 16:47 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Link Net Tbk (LINK) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 9,8% menjadi Rp 3,24 triliun hingga September 2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,95 triliun.

Perseroan juga membukukan kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar 14,4% dari Rp 1,63 triliun menjadi Rp 1,87 triliun. Hal ini menjadikan margin EBITDA perseroan ikut terdongkrak 4,2% dari 55,4% menjadi 57,8%.

Emiten yang bergerak di bidang bidang penyelenggaraan jaringan tetap berbasis kabel, penyelenggaraan jasa multimedia, jasa akses internet, serta jasa konsultasi manajemen bisnis pada sektor trade, services & investment tersebut mencatatkan pendapatan sepanjang kuartal III-2021 senilai Rp 1,08 triliun atau naik 6,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,02 triliun. EBITDA naik 9,3% dari Rp 578,3 miliar menjadi Rp 632,1 miliar, lalu EBITDA margin juga sama naik 3% dari 56,5% menjadi 58,2%.

"Proyek migrasi Link Net terus berjalan maju, sekarang kami telah menyelesaikan 55% dari seluruh proyek. Di tengah kondisi operasional yang menantang Link Net mampu membukukan kinerja keuangan yang kuat. Hingga sembilan bulan tahun 2021, secara year on year pendapatan dan EBITDA berhasil tumbuh masing-masing 9,8% dan 14,4%,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Link Net Marlo Budiman dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Setelah dikurangi beban pokok pendapatan, beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban penyusutan dan amortisasi dan ditambahkan pendapatan lain-lain, per September 2021 Link Net menghasilkan laba usaha sebesar Rp 1,02 triliun.

Namun, setelah dikurangi keuangan dan ditambahkan penghasilan keuangan, dan dikurangi beban pajak penghasilan, perusahaan jasa telekomunikasi ini menghasilkan laba tahun berjalan sebesar Rp 687 miliar dengan laba bersih per saham sebesar Rp 250.

Meski demikian, total aset perseroan tercatat naik sebesar 19,1% mencapai Rp 9,29 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,79 triliun. Adapun total ekuitas perseroan mencapai sebesar Rp 5,03 triliun, naik sebesar 8,9% dari sebesar Rp 4,62 triliun. Kemudian, total liabilitas perseroan juga tercatat meningkat sebesar 33,9% dari sebesar Rp 3,18 triliun menjadi sebesar Rp 4,25 triliun.

Kinerja Link Net semakin prospektif seiring dengan potensi meningkatnya bisnis perseroan akibat ekonomi yang sudah mulai pulih. Kinerja perseroan pun didukung oleh banyaknya pengguna internet akibat dampak dari pandemi Covid-19. Pada bulan Oktober, Link Net menambah 21.696 home passed ke dalam jaringannya, menjadi 172.576 per akhir Oktober 2021. Di mana, total jaringan perseroan mencapai 2,85 juta hingga Oktober.

Link Net berhasil untuk meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) selama ini. Per September 2021, ARPU perseroan berada pada Rp 349 ribu per bulan dan tetap memimpin industri.

Proyek migrasi Link Net pun terus berlanjut dan sampai dengan akhir November, perseroan telah menyelesaikan 55% dari seluruh proyek. Arus kas operasi Link Net tercatat Rp 1,34 triliun dan posisi kas bersih adalah Rp 426 miliar per September 2021.

Sementara itu, segmen enterprise mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah pesanan yang meningkat di kuartal III-2021. Di periode tersebut, segmen ini mencatatkan pendapatan Rp 166 miliar atau tumbuh 14,4% secara year on year.

Sedangkan dalam periode sembilan bulan tahun ini bertumbuh 9,8% menjadi Rp 474 miliar. Link Net Enterprise berfokus untuk memperkuat kemitraan dengan bisnis dan organisasi yang mengalami dampak minimum dari pandemi Covid-19, termasuk di dalamnya adalah sektor e-commerce.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tokocrypto Gandeng JGTC Dukung Pengembangan NFT

Tokocrypto menjalin kemitraan dengan Jazz Goes To Campus (JGTC). Kolaborasi ini menjadi babak baru dalam industri aset kripto dan NFT di Indonesia.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bank DKI Bawa Pulang Penghargaan IPRA 2022

Penghargaan IPRA 2022 merupakan apresiasi atas konsistensi Bank DKI dalam mengkomunikasikan transaksi nontunai.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Rifan Financindo Pertahankan Posisi Pialang Teraktif

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mampu mempertahan posisi sebagai pialang teraktif di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX).

EKONOMI | 28 Januari 2022

Survei Ipsos Ungkap Tiga Pemain Utama E-Commerce di Indonesia

Perusahaan riset pasar global, Ipsos, merilis hasil survei terbaru terkait persaingan industri e-commerce di Indonesia selama akhir 2021.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

Ditjen PKTN dan Bappebti melakukan penindakan tegas terhadap usaha penjualan expert advisor atau robot trading tak berizin yang dilakukan PT DNA Pro Akademi.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Perluas Jaringan, Ralali Agent Targetkan 1,5 Juta Agen pada 2022

Saat ini Ralali Agent telah memiliki lebih dari 300.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Satgas BLBI Sita Aset Tanah Santoso Sumali Senilai Rp 13 Miliar

Satgas BLBI melalui PUPN Cabang DKI Jakarta kembali melaksanakan penyitaan atas barang jaminan obligor Santoso Sumali berupa dua bidang tanah.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Negara G-20 Berkomitmen Perkuat Ketahanan Sistem Keuangan Internasional

Negara G-20 memandang penting koordinasi internasional dalam memperkuat jaring pengaman keuangan global.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Lebarkan Sayap, SBI Makin Dekat ke Konsumen

PT Sepeda Bersama Indonesia (SBI) memperluas lini distribusinya dengan membuka pusat distribusi (distribution center) di tahun 2022 ini.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Kemenkeu Catat Aset Tanah 12 PTN Capai Rp 161,30 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat nilai barang milik negara (BMN) berupa aset tanah di 12 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) mencapai Rp 161,30 triliun.

EKONOMI | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Relawan Sigap: Ganjar Layak Didukung Sebagai Calon Presiden

Relawan Sigap: Ganjar Layak Didukung Sebagai Calon Presiden

POLITIK | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings