AFPI: Pandemi Percepat Akselerasi Transformasi Digital
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AFPI: Pandemi Percepat Akselerasi Transformasi Digital

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melihat tahun 2021 merupakan tahun yang cukup challenging bagi industri fintech pendanaan bersama. Secara makro, diharapkan ekonomi bisa dipercepat namun kemudian terjadi gelombang kedua pandemi.

Kondisi serupa terjadi di industri fintech lending, dimana para pelakunya masih memasuki masa yang boleh dibilang adalah masa-masa growing pains bagi industri, yang kaitannya dengan kompleksitas semakin meningkat baik dari sisi volume, produk, persaingan bisnis dan juga isu pinjaman online (pinjol) ilegal yang ramai diperbincangkan dalam waktu terakhir ini.

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi mengatakan, AFPI sebagai wadah bagi 104 anggota fintech pendanaan bersama legal dan berizin, telah melakukan beberapa penguatan, baik dari sisi infrastruktur, governance dan aspek code of conduct.

"Di tahun ini, kami juga mengalami penurunan jumlah anggota yang tadinya berjumlah 180-an dan saat ini hanya 104 anggota. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu karena pandemi yang berkelanjutan, risiko bisnis dan juga pengalaman dari para perusahaan fintech pendanaan bersama itu sendiri," ujar Adrian di acara webinar AFPI Fintech Lending Summit 2021, Rabu (1/12/2021).

Adrian menjelaskan, untuk bisa bertahan di industri ini memang diperlukan pengalaman dan ketajaman bisnis yang tinggi dan adaptif dengan perubahan iklim bisnis, regulasi dan persaingan.

"Kalau kita bisa memiliki itu semua, maka masa pandemi ini bisa menjadi momen yang tepat bagi industri fintech pendanaan bersama untuk bangkit menuju tahap berikutnya, menjadi pelaku bisnis yang memiliki quality dan sustainability," jelasnya.

Adrian menambahkan, AFPI sendiri tetap optimistis prospek industri ini masih sangat positif. Pasalnya, pandemi covid-19 juga membawa dampak yang positif, dimana adopsi digitalisasi, termasuk di sektor keuangan sudah sangat tinggi.

"Dengan dukungan regulator, kolaborasi perusahaan fintech pendanaan bersama dengan industri jasa keuangan atau ekosistem lainnya serta masuknya beberapa perusahaan fintech ke bursa, akan menjadi momentum bagi industri ini untuk menjadi industri fintech pendanaan bersama yang lebih sehat, berkualitas dan sustainable," tandasnya.

Anggota Dewan Komisioner OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi mengatakan, perubahan perilaku masyarakat yang semakin tergantung dengan teknologi di tengah masa pandemi ini, telah meningkatkan penggunaan transaksi keuangan digital, termasuk salah satunya penggunaan fintech pendanaan bersama.

"Dampaknya, kinerja fintech pendanaan bersama ini terus bertumbuh positif dan mampu berkontribusi membantu masyarakat ataupun UMKM yang membutuhkan pendanaan cepat dengan cara yang mudah," kata Riswinandi.

Menurut Riswinandi, fintech pendanaan bersama sebagai salah satu platform yang unggul baik dari sisi outreach kepada masyarakat maupun dari sisi kecepatan dalam melakukan transaksi, merupakan salah satu alat yang sangat baik dalam meningkatkan inklusi keuangan dan membantu masyarakat yang masih belum memiliki rekening bank.

Fintech pendanaan bersama, lanjut dia, merupakan sebuah contoh bagaimana industri jasa keuangan berevolusi dengan berbagai transformasi dan juga dukungan teknologi yang berkembang.

"Tren penggunaan fintech pendanaan bersama terus meningkat secara agresif. OJK mencatat penyaluran pinjaman fintech pendanaan bersama ke masyarakat telah mencapai Rp 272,43 triliun dan nilai pendanaan yang masih berjalan atau outstanding pinjaman sebesar Rp 27,91 triliun. Ini kami rasa cukup baik," tegasnya.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN, Intan Rahayu menambahkan, masa pandemi turut menyumbang angka penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh masyarakat Indonesia dan hampir semua bidang usaha memanfaatkan teknologi digital tersebut.

"Namun sejatinya, pertumbuhan penggunaan ekonomi digital juga harus didorong oleh sistem keamanan yang aman, karena keamanan siber merupakan salah satu pilar keberhasilan digital ekonomi dan keamanan serta kenyamanan masyarakat," kata Intan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekspansi, Mirae Asset Sekuritas Buka Investment House di Jakarta

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia membuka kantor perwakilan baru bernama The Investment House di Jakarta.

EKONOMI | 26 Januari 2022

Menko Airlangga: Presidensi G-20 Indonesia Dorong Pemulihan Inklusif

Presidensi G-20 Indonesia mendorong pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 yang merata dan inklusif.

EKONOMI | 26 Januari 2022

Andalan Sakti Primaindo Targetkan Marketing Sales Rp 75 Miliar pada 2022

Perusahaan pengembang properti, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) menargetkan penjualan 2022 bisa mencapai Rp 75 miliar.

EKONOMI | 26 Januari 2022

20 Startup Asia Raih Pendanaan US$ 60 Juta dari Surge

20 startup tahap awal meraih pendanaan US$ 60 juta dari Surge dan para co-investor.

EKONOMI | 26 Januari 2022


Dirut BNI Beberkan Transformasi Bank Mayora Jadi Bank Digital

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) secara lengkap mengungkapkan rencananya untuk mengakuisisi PT Bank Mayora.

EKONOMI | 26 Januari 2022

Wow! Laba BNI 2021 Melonjak 232,2%

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sepanjang 2021 mencatat laba bersih Rp 10,89 triliun, tumbuh 232,2%.

EKONOMI | 26 Januari 2022

Peruri Siap Berikan Layanan Terbaik bagi Pemungut Bea Meterai

Peruri siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemungut bea meterai.

EKONOMI | 26 Januari 2022

Ibu Kota Pindah, Jabodetabek Masih Magnet Utama Pasar Properti

Pasar properti di kawasan Jabodetabek diprediksi tetap prospektif, meski pemerintah telah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

EKONOMI | 26 Januari 2022

SayaKaya Rilis Aplikasi Investasi Reksa Dana

Agen penjual reksa dana SayaKaya hadir sebagai aplikasi jual-beli reksa dana online dengan beragam pilihan reksa dana yang terjangkau.

EKONOMI | 26 Januari 2022


TAG POPULER

# Nurul Arifin


# Wiyanto Halim


# Sorong


# Rupiah


# Jokowi



TERKINI
Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

KESEHATAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings