Logo BeritaSatu

UMK 2022 Naik 1,75%, Kadin Jatim: Memberatkan 

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:14 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur merasa keberatan dengan penetapan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 pada 38 kabupaten/kota di Jatim 
rata-rata sebesar Rp 75.000 atau 1,75%.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menyatakan keputusan kenaikan UMK 2022 itu sangat memberatkan pengusaha di tengah situasi pandemi.

Keberatan tersebut juga merujuk pada Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Dalam PP tersebut dijelaskan adanya ketentuan tidak ada kenaikan upah untuk 5 kabupaten kota, yaitu kota Surabaya, kabupaten Sidoarjo, kabupaten Gresik, kabupaten Pasuruan dan kabupaten Mojokerto.

Upah di lima kabupaten kota tersebut dianggap sudah melampaui batas maksimal sehingga ketika ada kenaikan upah kembali, akan sangat memberatkan pengusaha dan akan menimbulkan disparitas upah yang cukup dalam dengan kota lain, misalnya dengan upah di daerah Jawa Tengah.

"Kita ambil contoh upah di Surabaya dan Solo. Tahun ini UMK Surabaya sebesar Rp 4.300.479,19 dan di tahun 2022 menjadi Rp 4.375.479,19, naik Rp 75.000. Sementara UMK Solo tahun 2021 sebesar Rp 2.013.810 dan di tahun 2022 menjadi Rp 2.034.810, naik sebesar Rp 21.000. Artinya, disparitas upah antara Surabaya dengan Solo mencapai lebih dari Rp 2,3 juta," kata Adik di Surabaya, Rabu (1/12/2021).

Sementara industri di Jateng memiliki banyak kesamaan dengan industri yang ada di Jatim, termasuk pasarnya juga sama. Sehingga hal ini akan berpengaruh pada daya saing produk yang dihasilkan.

"Untuk itu, kami berharap tahun depan harus ada kepastian hukum. Jika sudah ditetapkan tidak ada kenaikan ya harusnya tidak naik. Kalau di tahun depan masih tidak ada kepastian, ya kemungkinan akan ada banyak industri di Jatim yang merelokasi perusahaannya, geser ke daerah yang UMK-nya relatif rendah dan bisa ditoleransi. Sekarang kan akses tol sudah banyak," tegasnya.

Lebih lanjut, Adik mengatakan, sebenarnya upah tinggi akan berdampak negatif terhadap upaya pemerintah dalam melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi, baik daerah maupun nasional.

Lapangan kerja menjadi terbatas, karena pasti akan ada upaya efisiensi atau rasionalisasi yang dilakukan pengusaha karena tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Selain itu upah yang tinggi juga berdampak terjadinya substitusi tenaga kerja ke mesin, memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Disisi lain, pengusaha yang akan membuka lowongan pekerjaan juga berpikir lagi dengan besarnya kenaikan upah yang dipaksakan tersebut. Sehingga akan terjadi perlambatan perluasan kesempatan kerja baru," ujar Adik.

Selain itu, kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada iklim investasi di sebuah daerah. Kebijakan kenaikan upah yang melebihi kemampuan investor akan mendorong terjadinya relokasi perusahaan, dari lokasi dari lokasi yang memiliki nilai upah minimum tinggi ke yang lebih rendah, hingga mendorong tutupnya perusahaan.

"Upah yang terlalu tinggi juga bisa berpengaruh pada indeks daya saing Indonesia dan juga kepastian hukum di Indonesia, sehingga mempengaruhi kepercayaan investor dan bisnis," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Setelah 3 Hari Naik, Harga CPO Akhirnya Turun

Setelah 3 hari reli, harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkoreksi pada penutupan Rabu (25/5/2022).

EKONOMI | 26 Mei 2022

Harga Minyak Mentah Naik Tipis di Tengah Kurangnya Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 47 sen atau 0,4%, menjadi US$ 114,03, WTI naik 0,5% ke US$ 110,33.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Wall Street Menguat Menyusul Risalah Rapat the Fed

Indeks-indeks acuan Wall Street naik pada hari Rabu (25/5/2022) setelah risalah pertemuan kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga.

EKONOMI | 26 Mei 2022

The Federal Reserve Bakal Naikkan Suku Bunga 50 Bps Lagi

“Sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin kemungkinan akan terjadi pada beberapa pertemuan berikutnya,” kata the Federal Reserve.

EKONOMI | 26 Mei 2022

MIDI Tambah 200 Gerai Baru Tahun Ini, Fokus di Luar Jawa

MIDI mempersiapkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk menambah 200 gerai baru.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Ekonomi Pulih, Chitose Bidik Penjualan Tumbuh 21,04%

PT Chitose Internasional Tbk (CINT) pada tahun 2022 menargetkan pertumbuhan penjualan 21,04% menjadi Rp 347,56 miliar.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Damai Putra Group Terus Berinovasi dan Tingkatkan Kualitas

Developer properti Damai Putra Group terus melakukan inovasi serta meningkatkan kualitas guna memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Airlangga: Transisi Energi Ciptakan 65 Juta Pekerjaan di 2030

Airlangga menyampaikan, transisi energi menuju ekonomi hijau dapat menghasilkan 65 juta pekerjaan bernilai tinggi pada tahun 2030.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Berdikari Mobilisasi Sapi dari Sentra Lokal Bebas PMK

Berdikari fokus memobilisasi sapi kurban dari sentra-sentra sapi lokal yang bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

EKONOMI | 25 Mei 2022

Bertemu Wapres Zambia, Jokowi Bahas Penguatan Kerja Sama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Wakil Presiden Zambia WK Mutale Nalumango di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

EKONOMI | 25 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Soal Politik Pecah Belah, Ketua MRP Papua Dapat Kecaman

Soal Politik Pecah Belah, Ketua MRP Papua Dapat Kecaman

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings