Logo BeritaSatu

Konversi LPG ke Kompor Induksi Hemat Rp 50,6 Triliun

Jumat, 3 Desember 2021 | 12:57 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan 19 juta pengguna kompor induksi hingga 2030. Jika target itu tercapai, negara bisa menghemat devisa Rp 50,6 triliun per tahun. Namun rencana konversi LPG ke kompor induksi ini membutuhkan peraturan presiden (perpres) seperti halnya konversi kompor minyak tanah ke LPG di masa lalu.

Koordinator Penyiapan Program Konservasi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Qatro Romandhi mengatakan pemanfaatan kompor listrik atau induksi tidak hanya menyelamatkan keuangan negara, tetapi juga mendorong perekonomian, menyerap tenaga kerja, hingga menghemat biaya memasak masyarakat.

Advertisement

Pemerintah menargetkan 19 juta pengguna kompor induksi hingga 2030. Jika target itu tercapai, maka negara bisa menghemat devisa Rp 50,6 triliun per tahun. "Selain itu, beban biaya memasak terpangkas 57%. Bagi PLN bisa mengoptimalisasi pemanfaatan reserve margin PLN di pagi dan sore hari sekitar 3,2 gigawatt dengan potensi pendapatan Rp 1,8 triliun per tahun," kata dia dalam keterangan yang diterima Jumat (3/12/2021).

Pengamat kebijakan publik, Agus Pembagio mengatakan, instruksi menggunakan kompor induksi yang datang dari Presiden Joko Widodo idealnya diikuti payung hukum untuk mengawal implementasinya. "Presiden seharusnya menerbitkan aturan, sehingga bisa dilaksanakan. Kita bisa berkaca dari konversi minyak tanah, yang aturannya banyak, tapi pelaksanaannya banyak yang dievaluasi," ujarnya.

Menurut Agus, dalam menerbitkan aturan untuk konversi kompor induksi, sebaiknya merujuk Undang-undang No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Agus menyarankan, dalam pelaksanaan konversi ke depan, sebaiknya perlu diterapkan sanksi, sehingga lebih mengikat. "Semuanya harus disiapkan terlebih dahulu. Agar bagaimana kebijakan ini lebih sustainable," katanya.

Agus menambahkan, dalam konversi kompor LPG ke kompor induksi, pemerintah juga perlu melibatkan antropolog, riset pasar yang matang, hingga strategi implementasi di masyarakat.

Sementara VP Downstream Research and Technology Innovation PT Pertamina, Andianto Hidayat mengatakan dukungan perseroan untuk mempercepat transisi energi salah satunya memangkas impor LPG yaitu dengan pengembangan gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). "Kalau pabrik DME terbangun, kita mengurangi impor 1 juta ton pada 2024 atau sekitar 15% dari kebutuhan impor. Lalu pada tahun berikutnya, saat pabrik lainnya terbangun 1 juta ton impor LPG kembali terpangkas," tambahnya.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan kesiapan PLN untuk menjalankan konversi LPG ke kompor induksi demi menyelamatkan anggaran negara. "Selain menggunakan energi domestik, kompor listrik juga sudah bisa diproduksi di Indonesia. Jadi selain menghemat devisa, program ini bisa ikut menggerakkan perekonomian dan mencetak lapangan kerja," kata Bob.

Belajar dari konversi minyak tanah ke LPG, ia menilai untuk memuluskan konversi kompor induksi memerlukan dukungan payung hukum dari pemerintah "Ini bukan kepentingan PLN, bukan kepentingan Pertamina, tetapi ini kepentingan bangsa," kata dia.

Dalam pelaksanaannya, Bob menilai relatif mudah. Sebab saat ini setiap rumah telah memiliki listrik sehingga PLN hanya tinggal menambah daya yang prosesnya selesai dalam 1-2 hari.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awali 2023, Kinerja IHSG Kurang Gereget Dibanding Bursa Lain

Kinerja IHSG di BEI sejak awal 2023 atau secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga Jumat (27/1/2023) naik 48,3 poin.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Mengintip Prospek Pasar Batu Bara 2023 dan Sahamnya

Prospek pasar baru bara pada 2023 diproyeksi masih cerah mengingat kuatnya permintaan dari Tiongkok dan India.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Hotman Paris Untung Rp 2,7 Miliar Hasil Jual Saham ELIT

Hotman Paris Hutapea menjual saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery sehingga mendapat untung alias cuan Rp 2,67 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Harga Minyak Terkoreksi karena Prospek Pasokan Lebih Kuat

Harga minyak ditutup lebih rendah karena indikasi pasokan minyak Rusia yang kuat mengimbangi data pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bersinar! Harga Emas Bukukan Penguatan Mingguan Keenam

Harga emas bertambah tipis pada perdagangan Jumat (27/1/2023), tetapi kenaikannya dibatasi penguatan dolar.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bursa AS Menghijau, Nasdaq Catat Kenaikan Mingguan Keempat

Bursa AS Wall Street termasuk Nasdaq naik dan secara mingguan positif yang dipicu pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 28 Januari 2023

UMKM Dinilai Perlu Pembiayaan Murah dan Proteksi Pasar

UMKM dinilai membutuhkan pendampingan terintegrasi seperti keberpihakan pada pembiayaan murah, proteksi pasar dalam negeri.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bursa Eropa Menguat Setelah PDB AS di Atas Ekspektasi

Bursa Eropa ditutup menguat setelah pertumbuhan ekonomi atau PDB AS lebih kuat dari yang diharapkan.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pemerintah Perketat Pengawasan Koperasi

Dalam draf RUU Perkoperasian, pengawasan terhadap koperasi akan diperketat untuk mencegah terulangnya kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Threego Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif

Kolaborasi terintegrasi menjadi strategi utama Threego Indonesia untuk memaksimalkan akselerasi pertumbuhan industri kreatif di tanah air.

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jelang Pemilu 2024, Polri: Komentar Pro dan Kontra di Medsos Meningkat

Jelang Pemilu 2024, Polri: Komentar Pro dan Kontra di Medsos Meningkat

BERSATU KAWAL PEMILU | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE