Logo BeritaSatu
AFPI Fintech Lending Summit 2021

Industri Fintech dan E-Commerce Dorong Pemulihan Ekonomi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 20:53 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan industri financial technology (fintech) dan e-commerce saat ini masih menjadi industri yang paling menjanjikan. Sepanjang 2021, e-commerce dapat berkontribusi sebesar 75% terhadap ekonomi digital.

Sedangkan di industri fintech, khususnya untuk fintech pendanaan bersama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat di akhir Oktober 2021 ini, penyaluran pinjaman fintech pendanaan bersama ke masyarakat telah mencapai Rp 272,43 triliun dan nilai pendanaan yang masih berjalan (outstanding pinjaman) sebesar Rp 27,91 triliun.

Momentum pertumbuhan dua industri tersebut diproyeksi akan terus meningkat di tahun 2022, dan diyakini dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia setelah masa pandemi.

Guru Besar FEB Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Ilya Avianti mengatakan, saat ini fintech berkontribusi penuh terhadap pemulihan ekonomi, karena memberikan layanan keuangan kepada pasar yang tidak tersentuh oleh keuangan tradisional atau konvensional yang banyak memiliki persyaratan dan memakan prosedur yang lama.

"Fintech juga dapat dikatakan sebagai game changer, yang mengubah cara berpikir. Satu hal lagi, fintech juga merupakan penggerak utama ekonomi, yang bisa menolong ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk-puruknya saat pandemi," kata Prof Ilya dalam webinar Kolaborasi Fintech Pendanaan Bersama dan E-Commerce dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (4/12/2021).

Senior Lead Public Policy and Governance Relations Tokopedia Kevin Tigana Tarigan menjelaskan, kehadiran e-commerce tak dipungkiri menjadi salah satu elemen penting dalam mendorong pemulihan ekonomi, dan mengubah perilaku masyarakat dalam berbelanja. "Selain itu, pola konsumsi konvensional bergeser lebih praktis dan cepat. Salah satunya, pemanfaatan internet melalui smartphone," jelas Kevin.

Menurut Kevin, perilaku ini mengakibatkan menjamurnya toko-toko online, e-commerce dan marketplace. Perputaran uang lewat platform ini juga cukup fantastis. Sebuah biro lembaga konsultasi global, memproyeksikan nilai pasar e-commerce Indonesia akan mencapai sekitar Rp 910 triliun di 2022, bisa dikatakan angka tersebut meningkat delapan kali lipat dibandingkan 2017 yang nilainya hanya sekitar Rp 112 triliun.

"Saat ini Tokopedia memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif setiap bulannya dengan 11 juta dan 500 juta produk yang ditawarkan tiap hari. Adapun yang menarik adalah 86,5% orang-orang yang berjualan adalah pebisnis baru," jelas Kevin.

Kevin menambahkan, sekarang banyak orang sudah punya akses ke internet dan Tokopedia juga berusaha mengerti kebutuhan mereka serta mengedukasi bagaimana cara mengembangkan modal usaha dengan fintech dan mengelola hutang dengan baik.

"Sebagai bagian dari ekosistem fintech, kedepannya Tokopedia juga sangat ingin berkolaborasi dengan ekosistem lainnya dari AFPI, idEA maupun OJK dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia," tandas Kevin.

Wakil Ketua Bidang Manajemen Resiko dan Teknologi AFPI Rony Wijaya mengatakan, fintech adalah institusi yang mudah beradaptasi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi harus tinggi dan mendalam untuk mengenali masyarakat yang dilayani. Hal ini memegang peran penting untuk mempermudah jalan menuju ke pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2022.

"Namun, peran ini tentu saja tidak dapat dipegang oleh perusahaan fintech saja, akan tetapi harus melibatkan semua pelaku di ekosistem pasar dan keuangan digital Indonesia, sehingga kolaborasi antar pihak sangat penting, baik untuk pendanaan, pengalaman berjualan UMKM, dan pengalaman berbelanja konsumen di ruang digital," paparnya.

Rony menambahkan, dengan transformasi digital yang mengarah lebih baik, AFPI juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan literasi digital dan memproteksi konsumen agar tidak memiliki peminjaman berlebih karena tidak bagus untuk konsumen dan tidak sustainable untuk pihak manapun di ekosistem.

Walaupun fintech memberikan sebuah kemudahan yang lebih cepat dari pembiayaan non-konvensional, namun AFPI juga akan memastikan bahwa pinjaman yang disalurkan tidak melebihi dari kemampuan pembayaran sang calon peminjam.

"AFPI telah membuat kerangka kerja perlindungan konsumen yang terdiri code of conduct, komite etika dan saluran pengaduan konsumen, untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat demi meningkatkan literasi tentang fintech pendanaan bersama," tandas Rony.

Wakil Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (iDEA) Budi Primawan mengatakan, kolaborasi merupakan satu bagian tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi digital Indonesia.

"Adapun komponen di dalamnya antara lain marketplace atau e-commerce, sistem dan platform pembayaran digital, dan logistik," kata Budi Primawan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Kagum Impor Jagung Menurun Tajam

Presiden Jokowi mengungkapkan kekagumannya melihat impor jagung di Tanah Air mengalami penurunan yang cukup tajam selama 7 tahun terakhir ini.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Hadapi Krisis Global, Jokowi: Kuncinya Kompak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kekompakan merupakan kunci untuk menghadapi krisis global dalam sektor keuangan, pangan maupun energi.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Resesi Mengancam, Pasar Modal Diyakini Tetap Menjanjikan

Pasar modal Indonesia dinilai tetap menjanjikan dan masih kuat meski dibayang-bayangi awan kelabu resesi ekonomi global.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Modern Hub Lengkapi Fasilitas Lifestyle di Kota Modern

PT Modernland Realty Tbk resmi meluncurkan Modern Hub, pusat kuliner dan belanja paling hype di dalam Kota Modern, Tangerang.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

OPEC+ Akan Kurangi Produksi Minyak 1 Juta Bph, Ini Alasannya

OPEC+ akan mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih 1 juta barel per hari (bph) minggu depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Fokus Aspek Lingkungan, NavaPark Raih Sertifikasi "Hijau"

NavaPark BSD City, mixed-use residential pertama di Indonesia meraih sertifikasi Greenship Neighborhood dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Sejumlah perusahaan reasuransi dikabarkan mulai kesulitan membayar klaim imbas praktik tidak sehat dari bisnis asuransi kredit.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Digitalisasi Warung Berpeluang Tingkatkan Pendapatan 100%

Flourish Ventures merilis studi soal pentingnya toko kelontong di Indonesia (warung), sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

Mahkota Alam Selayar berupaya membantu pembangunan ekonomi daerah dengan mempekerjakan mayoritas tenaga kerja lokal di perusahaannya.

EKONOMI | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings