Logo BeritaSatu

Grup Texmaco Bicarakan Penyelesaian Kewajiban kepada Negara

Selasa, 7 Desember 2021 | 10:43 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Dengan dibentuknya Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), Marimutu Sinivasan, pemilik Grup Texmaco, akhirnya bisa membicarakan penyelesaian kewajiban Grup Texmaco kepada negara.

Padahal, selama lebih dari 20 tahun ini ia telah berkali-kali menulis surat untuk meminta waktu beraudiensi dengan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, guna membicarakan penyelesaian kewajiban Grup Texmaco kepada negara. “Namun, permintaan saya tidak mendapat tanggapan,” kata Marimutu Sinivasan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/12/2021).

Ia mengatakan, kehadirannya memenuhi undangan, baik dari Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia maupun dari Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III untuk menyatakan bahwa sebagai WNI yang patuh dan bertanggung jawab, ia memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan kewajiban (utang) kepada negara.

Utang Sekitar Rp 8,095 triliun

Kelompok bisnis yang didirikan oleh Marimutu Sinivasan ini hanya mempunyai kewajiban (utang) kepada negara sebesar Rp 8.095.492.760.391 (setara dengan US$ 558.309.845,5 dengan kurs US$1 = Rp 14.500).

Utang komersial sebesar ini didasarkan pada Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara pada Kasus Grup Texmaco oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Deputi Bidang Pengawasan Khusus No: SR-02.00.01-276/D.VII.2/2000 tanggal 8 Mei 2000.

Laporan tersebut sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepakatan antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional mengenai Penyelesaian Kredit Atas Nama Texmaco yang ditandatangani pada 25 Februari 2000.

Nota Kesepakatan ini ditandatangani oleh Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Saifuddien Hasan; Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional, Cacuk Sudarijanto dan diketahui oleh Bambang Sudibyo (Menteri Keuangan).

Baik kepada Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia maupun kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III, Marimutu Sinivasan mengakui Grup Texmaco memiliki utang kepada negara sebesar Rp 8.095.492.760.391 (setara dengan US$ 558.309.845,5 dengan kurs US$1 = Rp 14.500) dan saya beriktikad baik untuk menyelesikannya dengan meminta waktu 2 tahun grace period dan 5 tahun penyelesaiannya (total 7 tahun).

Tidak Memiliki BLBI

Marimutu Sinivasan menjelaskan bahwa Grup Texmaco tidak pernah mendapatkan dan tidak pernah memiliki BLBI. Hal ini dikuatkan oleh penjelasan Direktorat Hukum Bank Indonesia, melalui Surat Nomor 9/67/DHk, tanggal 19 Februari 2007.

”Dalam administrasi kami PT Bank Putera Multikarsa (BBKU) tidak tercatat memiliki kewajiban Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia, namun memiliki kewajiban yang masih harus diselesaikan oleh bank dimaksud berupa pinjaman Subordinasi (SOL) dan KLBI kredit program sebesar Rp 160.210.231.825,45 posisi per 31 Desember 2003,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Digitalisasi Dorong Investasi Makin Diminati Kaum Muda

Ekonom Indef, Nailul Huda mengatakan meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia adalah blessing in disguise kencangnya digitalisasi pada masa pandemi.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Pemerintah Diharapkan Lebih Optimal Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah perlu lebih bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan nasional agar daya beli masyarakat terus stabil.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

ABM Group Sabet Tujuh Penghargaan dari Kementerian ESDM

ABM Group berhasil meraih tujuh penghargaan berskala nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Core Indonesia: Inflasi Tinggi Bisa Gerus Daya Beli

Tingkat inflasi tahun kalender pada September 2022 yang sebesar 4,84% sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah di kisaran 3% plus minus 1%.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Investor Daily Summit Angkat Isu Digital, Resources, Services

Investor Daily Summit (IDS) 2022 yang diselenggarakan 11-12 Oktober 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) akan mengangkat tiga pilar utama.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

E-Commerce dan Online Travel Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

Ekonomi digital Indonesia diproyeksi tumbuh 20% dari tahun 2021 menjadi US$ 146 miliar pada 2025.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Kompetisi ICStar Hackathon 2022 Latih Kemampuan Robotic dan Teknologi

Kompetisi ICStar Hackathon 2022 memberikan pelatihan kepada 78 peserta dari seluruh Indonesia dan negara seperti Malaysia dan Afrika Selatan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Ketidakpastian Tinggi, Enggartiasto Ajak Masyarakat Optimistis

Executive Chairman Beritasatu Media Holdings Enggartiasto Lukita mengajak masyarakat harus tetap optimistis.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

IWIP Asah Keahlian dan Kemampuan Tenaga Kerja Maluku Utara

Program pelatihan yang digelar PT IWIP menjadi upaya dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap dalam dunia industri.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Indonesia Diyakini Tak Sampai Alami Resesi di 2023

Indonesia diyakini tidak akan sampai mengalami resesi ekonomi pada 2023 di tengah kondisi perekonomian global yang masih bergejolak.

EKONOMI | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemerintah Diharapkan Lebih Optimal Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah Diharapkan Lebih Optimal Jaga Stabilitas Harga Pangan

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings