Mobil Listrik, Hyundai Investasi Rp 7,62 Triliun di India
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mobil Listrik, Hyundai Investasi Rp 7,62 Triliun di India

Kamis, 9 Desember 2021 | 13:12 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Seoul, Beritasatu.com- Hyundai menginvestasikan US$ 530 juta (Rp 7,62 triliun) untuk membawa kendaraan listrik ke India. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (8/12/2021), produsen mobil terbesar kedua di India itu akan meluncurkan enam model listrik premium dan terjangkau, termasuk SUV dan sedan.

Rencana enam kendaraan listrik di India pada tahun 2028 menjadi dorongan untuk berkendara yang bersih di India yang merupakan tempat bagi beberapa kota paling tercemar di dunia.

“Hyundai, produsen mobil terbesar kedua di India, akan meluncurkan model listrik yang terjangkau dan premium, termasuk kendaraan sport (SUV) dan sedan, dimulai dengan kendaraan listrik (EV) pertamanya pada tahun 2022,” kata Tarun Garg, direktur penjualan dan pemasaran untuk Hyundai Motor India, pada Rabu (8/12).

“Investasi akan dikucurkan ke dalam penelitian dan pengembangan untuk meluncurkan enam kendaraan,” kata cabang Hyundai India.

Peraturan emisi yang lebih ketat oleh pemerintah mendorong pembuat mobil secara global untuk berinvestasi dalam EV, yang penjualannya diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar seperempat dari total penjualan kendaraan global pada tahun 2030 dari sekitar 2 persen saat ini.

Rencana Hyundai juga datang ketika pembuat mobil listrik terbesar di dunia Tesla Inc sedang bersiap untuk meluncurkan mobilnya di India. Tesla telah melobi pemerintah untuk menurunkan bea masuk pada EV.

Hyundai bergabung dengan rival Tata Motors dan Mahindra & Mahindra dalam memberikan bobotnya di belakang EV pada saat India mendorong pembuat mobil untuk menggunakan listrik, karena terlihat mengurangi polusi dan impor bahan bakar. Namun, pembuat mobil top negara itu, Maruti Suzuki, bertaruh pada bahan bakar alternatif dan teknologi hibrida, dan berharap untuk meluncurkan EV mulai tahun 2025.

“EV Hyundai akan dibangun di atas platform modular global listrik khusus (E-GMP), yang rencananya akan dibawa ke India, atau pada platform yang dimodifikasi di mana saat ini membangun mobil bensinnya,” kata Garg.

Menurut Garg, mobil yang dibangun di atas platform listrik khusus akan memiliki jangkauan hingga 800 kilometer, sedangkan yang lain akan dapat berjalan sejauh 350 hingga 400 kilometer dengan sekali pengisian daya.

Perusahaan pada tahun 2019 meluncurkan Kona EV-nya di India tetapi penjualannya rendah karena harganya tinggi dan infrastruktur pengisian daya diabaikan pada saat itu.

Garg mengatakan Kona mengajarkan perusahaan untuk perlu membuat EV-nya terjangkau, sambil juga menyediakan solusi pengisian daya yang berbeda.

Hyundai sedang dalam pembicaraan dengan pemasok untuk sumber lokal dan memproduksi komponen untuk EV-nya, yang akan membantu membuat mobil lebih terjangkau.

“Selain menyediakan pengisi daya rumah, Hyundai juga ingin membentuk ikatan strategis untuk menyediakan fasilitas pengisian daya publik,” kata Garg.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sejumlah Perjanjian Dagang di 2022 Selesai Dibahas, Apa Saja?

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan, di 2022 ini Kemendag akan menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang internasional.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Pengadilan Singapura Kabulkan Restrukturisasi Pan Brothers

Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan sidang skema atas restrukturisasi yang diajukan PT Pan Brothers Tbk (PBRX).

EKONOMI | 18 Januari 2022

Kemendag: 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, sebanyak 48 kapal dari 29 perusahaan telah kembali memulai ekspor batu bara.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Gus Muhaimin Minta Akses Kepemilikan Rumah Dipermudah

"Anggaran pemerintah harus bisa mensubsidi pembangunan rumah," kata Gus Muhaimin.

EKONOMI | 18 Januari 2022

IBL 2022 Bergulir, Kolektibel Serahkan Revival Shoot NFT

IBL 2022 kembali bergulir, Kolektibel serahkan Revival Shoot NFT sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan industri basket di Indonesia.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Mendag Buka Keran Impor Gula, Daging Sapi dan Bawang Putih

Mendag telah mengeluarkan izin impor gula, daging sapi, dan bawang putih, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama setahun ke depan.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Mendag: Kendalikan Inflasi Volatile Food, Harga Pangan Sudah Mulai Turun

Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, di 2021 inflasi volatile food sebesar 3,20%, lebih rendah dari tiga tahun terakhir.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Sri Mulyani: IKN Baru Kurangi Kesenjangan Jawa dan Luar Jawa

Ibu kota baru menciptakan “pusat gravitasi” ekonomi baru yang akan mengurangi kesenjangan kesejahteraan antara wilayah Jawa dan Luar Jawa.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Sri Mulyani: Anggaran IKN Bagian dari Program Pemulihan Ekonomi

"Jadi mungkin ini bisa dimasukkan bagian dari program pemulihan ekonomi, sekaligus membangun momentum pembangunan ibu kota baru," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 18 Januari 2022

Sri Mulyani: 3 Tahun Pertama Fase Kritis Pembangunan Ibu Kota Baru

Sri Mulyani memastikan pendanaan untuk pemindahan pembangunan ibu kota baru akan menggunakan seminimal mungkin dana APBN.

EKONOMI | 18 Januari 2022


TAG POPULER

# Nusantara


# Vaksinasi Covid-19


# Nur Afifah Balqis


# Shin Tae-yong


# Covid-19 Meningkat



TERKINI
Sejumlah Perjanjian Dagang di 2022 Selesai Dibahas, Apa Saja?

Sejumlah Perjanjian Dagang di 2022 Selesai Dibahas, Apa Saja?

EKONOMI | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings