Logo BeritaSatu

Teten Masduki: UMKM Harus Masuk ke Ekosistem Digital

Senin, 20 Desember 2021 | 21:08 WIB
Oleh : FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah permasalahan masih mengadang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masuk ke pasar digital. Di antaranya literasi digital UMKM yang belum merata dan rendahnya kapasitas produksi UMKM sehingga kerap kesulitan saat menerima banyak permintaan dari pasar online.

Selain itu, dari sisi pembiayaan banyak pelaku UMKM belum memiliki pembukuan dan administrasi keuangan yang tertata, sehingga akuntabilitasnya menjadi rendah saat berhadapan dengan pihak perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal. Dengan demikian, diperlukan ekosistem digital dari hulu hingga hilir dan berkelanjutan agar UMKM menjadi lebih berdaya saing dan lebih maju.

Rekomendasi itu tertuang dalam diskusi daring yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama CrediBook bertema "Pentingnya Ekosistem Digital untuk UMKM Naik Kelas". Diskusi tersebut menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans, dan Director Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, digitalisasi terbukti membantu UMKM bertahan dan tumbuh saat pandemi. Jumlah UMKM yang terhubung dengan platform digital meningkat 105% menjadi 16,4 juta pelaku UMKM. Pada 2024 mendatang, jumlah UMKM yang terhubung dengan platform digital ditargetkan bertambah hingga mencapai 30 juta UMKM.

"Kami menyadari betul pentingnya UMKM masuk ekosistem digital agar bisnisnya menjadi lebih efisien, rantai perdagangan menjadi lebih pendek, serta pasarnya semakin luas. Karena itu, Kemenkop dan UKM terus mendorong transformasi dan percepatan digital dengan mengembangkan ekosistem digital dari hulu ke hilir," jelas Teten.

Ia menambahkan, digitalisasi tidak hanya untuk pemasaran dan penjualan tetapi proses bisnis dari hulu ke hilir juga harus digital. "Pembukuan dan laporan keuangan UMKM dapat dibuat digital sehingga bisa membuat UMKM lebih akuntabel dan mudah mendapat pinjaman modal dari lembaga pembiayaan formal,” tandas Teten Masduki.

Senada dengan Teten, CEO dan co-founder CrediBook Gabriel Frans mengungkapkan digitalisasi UMKM tidak hanya mengenai pemasaran tetapi perlu memperhatikan aspek operasional usaha seperti pengelolaan keuangan, pengadaan barang, dan manajemen pesanan. Saat ini, Credibook telah mengembangkan aplikasi digital untuk membantu kebutuhan operasional UMKM dalam satu ekosistem digital.

"Digitalisasi pengelolaan keuangan melalui aplikasi CrediBook membuat UMKM mudah dan cepat dalam mencatat laporan keuangan. Pencatatan secara manual bisa memakan waktu 2-3 jam dengan digital hanya butuh kurang dari 5 menit. Selain itu, laporan keuangan yang bisa diunduh di CrediBook juga sudah memberikan dampak nyata dalam membantu pengguna mendapatkan pinjaman KUR,” ungkap Gabriel.

Untuk memudahkan para peritel di sisi pengadaan barang, CrediBook bermitra dengan pelaku grosir konvensional melalui layanan toko grosir online CrediMart. Saat ini CrediMart sudah hadir di lebih dari 20 kota.

"Kami mampu meningkatkan omzet mitra grosir hingga 50% per harinya. Ini sejalan dengan visi CrediMart untuk menjadi Sahabat Grosir. Sementara untuk UMKM lainnya, kami hadirkan aplikasi CrediStore yang memudahkan pembuatan toko online dan pengelolaan pesanan. Sudah ada 45.000 produk UMKM terdaftar di CrediStore,” tambah Gabriel.

Dalam kesempatan yang sama, Director Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengakui UMKM kesulitan naik kelas salah satunya karena belum mengoptimalkan digitalisasi. Terdapat sejumlah kendala tidak optimalnya digitalisasi UMKM seperti akses internet yang belum merata hingga management skills UMKM yang masih tradisional terutama pencatatan laporan keuangan.

Menurut Bhima, kehadiran ekosistem pembukuan digital dapat mempermudah tracking aliran uang di UMKM mengingat transparansi dan pengendalian keuangan sangat dibutuhkan pelaku UMKM.

“Digitalisasi pembukuan keuangan tentu membawa dampak besar bagi UMKM. Berdasarkan studi di negara lain, ekosistem pembukuan digital membuat proses credit scoring 80% lebih cepat, meningkatkan kecepatan pengajuan pinjaman 30%, meningkatkan approval pinjaman 47%,” jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Anjlok, Hans Kwee Peringatkan Bottom Bisa Tembus 5.900

IHSG anjlok, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan koreksi indeks bisa menyentuh bottom di zona 5.900-6.100.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Sesi I: IHSG Anjlok 2,5%, Sektor Teknologi Babak Belur

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,53% ke 6.622,45 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (4/7/2022).

EKONOMI | 4 Juli 2022

Awas! Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Ciri-cirinya

Seiring dengan rencana pemerintah membatasi pembelian Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina, bermunculan pula aplikasi palsu.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Kripto Tidak Bergairah, Bitcoin Berjuang di US$ 19.000-an

Pergerakan pasar aset kripto pada hari Senin (4/7/2022) tidak cukup memuaskan.  Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Ini Sentimen-sentimen Negatif yang Membuat IHSG Anjlok

Sejumlah sentimen negatif menjadi penekan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini yang anjlok hingga 3% dalam 1 jam pertama.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Sejam Perdagangan, IHSG Anjlok hingga 3%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,38% ke 6.564,44 sekitar sejam pertama perdagangan hari ini, Senin (4/7/2022).

EKONOMI | 4 Juli 2022

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Mendekati Rp 15.000

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (4/7/2022), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.950.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Pengguna Aplikasi iKas RUN System Naik 25 Kali Lipat

Aplikasi iKas adalah aplikasi produktivitas untuk usaha mikro yang dikembangkan oleh RUN System. Saat ini iKas memiliki 7.000 pengguna.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,63% ke 6.751,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (4/7/2022).

EKONOMI | 4 Juli 2022

Minim Sentimen Penggerak, Bursa Asia Dibuka Bervariasi

Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Investor menantikan keputusan bank sentral Australia dan Malaysia pekan ini.

EKONOMI | 4 Juli 2022


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menkes: 81% Covid-19 di Indonesia adalah BA.4 dan BA.5

Menkes: 81% Covid-19 di Indonesia adalah BA.4 dan BA.5

NEWS | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings