Logo BeritaSatu

Di ASEAN, Orang Indonesia Paling Sengsara untuk Bisa Miliki Rumah

Rabu, 22 Desember 2021 | 19:37 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat properti yang juga pendiri Panangian School of Property Panangian Simanungkalit mengungkapkan, bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina. Bahkan ia menyebut orang Indonesia paling "sengsara" dalam hal mengakses rumah. Saat ini rata-rata bunga KPR di Indonesia berada di kisaran 10%, sedangkan negara tetangga hanya 2,5%.

"Suku bunga di Indonesia sangat tinggi. Coba lihat di Singapura, Malaysia dan Filipina, bunga KPR-nya hanya 2,5%. Sementara bunga KPR kita 10%. Orang-orang yang 5 tahun lalu sudah ambil KPR, namanya floating, itu masih 10%. Makanya untung yang paling besar dari sektor finansial di perbankan itu KPR. Padahal jumlah orang yang membutuhkan (rumah) sangat banyak," kata Panangian Simanungkalit saat menjadi narasumber dalam Podcast Apa Adanya di channel YouTube B1 Plus, Rabu (22/12/2021).

Panangian memberi contoh, untuk KPR dengan bunga 10%, rumah seharga Rp 300 juta harus dicicil sebesar Rp 4,5 juta per bulan. Artinya orang tersebut harus memiliki gaji tiga kali lipat dari Rp 4,5 juta atau sekitar Rp 15 juta untuk bisa memiliki rumah seharga Rp 300 juta. Tetapi bila bunga KPR hanya 5%, orang tersebut bisa memiliki rumah seharga Rp 600 juta.

"Bunga ini memotong daya beli orang. Jadi orang Indonesia ini paling "sengsara" dalam hal mengakses rumah di Asia ini," kata Panangian.

Persoalan lainnya, tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia yang diukur dari upah minimum provinsi (UMP) juga terus turun, sehingga makin sulit membeli rumah yang harganya setiap tahun terus meningkat. Hal ini juga diperparah dengan gaya hidup generasi milenial.

"Dulu, ketika saya lulus kuliah, gaji saya itu Rp 250.000. Gaji UMP waktu itu hanya Rp 60.000, berarti satu banding empat. UMP sekarang kan Rp 4,5 juta, gaji sarjana juga tidak jauh berbeda. Jadi lebih sejahtera dulu dibandingkan daya beli sekarang. Kemudian orang yang memiliki UPM 5 tahun lalu 3,5 juta, dia hanya mampu membeli rumah seharga Rp 150 juta pada waktu itu. Rumah yang sama pada saat ini (harganya) Rp 300 juta, sementara UMP dia hanya naik dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 4,5 juta. Jadi makin lama dia makin tidak bisa menjangkau," kata Panangian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investasi di GOTO, Ini Pandangan Pengamat Pasar Modal

Perusahaan yang berinvestasi di GOTO bukan melihat kenaikan harga saham dalam jangka pendek tetapi bisnis jangka panjangnya.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pengelolaan Arsip BP Jamsostek Raih Penghargaan ANRI

Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan ANRI selama tahun 2021, BP Jamsostek berhasil mengungguli 31 kandidat lainnya.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pelayanan BBM Patra Niaga Selama LebaranDinilai Optimal

Keberhasilan memberikan pelayanan BBM tidak terlepas dari inovasi PT Pertamina Patra Niaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Raih Top BUMD 2022, Bank BJB Fokus Pelayanan bagi Nasabah

Bank BJB berhasil meraih penghargaan Top BUMD 2022 dengan peringkat 1 kategori BPD KBMI 2.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Catat Ya! Ini 3 Proyek TOD Paling Populer di Jabodetabek

Serpong Garden menempati peringkat pertama sebagai proyek TOD terpopuler di Jabodetabek, diikuti LRT City Bekasi dan Mahata Tanjung Barat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pembayaran Kompensasi ke Pertamina Perlu Ada Kepastian Waktu

Pemerintah harus segera memberikan kepastian waktu pembayaran kompensasi BBM dan gas LPG ke Pertamina.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Perkuat Digitalisasi Layanan Keuangan, Reliance Group Investasi di Digi Asia

Reliance Group sebagai group perusahaan jasa keuangan terintegrasi mengumumkan investasi pada PT Digi Asia Bios (Digi Asia).

EKONOMI | 20 Mei 2022

Program Migor Rakyat Permudah Akses Penjualan Minyak Goreng

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama BUMN dan pelaku usaha terus memperluas akses penjualan minyak goreng melalui program Migor Rakyat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Wamendag: Bangga Buatan Indonesia Jangan Hanya Jadi Slogan

Wamendag Jerry Sambuaga menegaskan, Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) hendaknya tidak sekedar menjadi slogan, tetapi harus diterapkan dalam keseharian.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Bank BTN Siap Dukung REI Wujudkan Perumahan Berkualitas

Bank BTN siap bersinergi dan mendukung REI dalam penyediaan proyek perumahan yang berkualitas di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings