Logo BeritaSatu

Tertinggi Dalam 15 Tahun, Surplus Neraca Perdagangan RI Tembus US$ 35,34 Miliar

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:24 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sinergi ekspor dan impor Indonesia selama tahun 2021 ditutup dengan pencapaian positif, pada neraca perdagangan.

Pada Desember 2021, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$ 1,02 miliar AS sehingga dapat mempertahankan tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 20 bulan berturut-turut.

“Sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 35,34 miliar. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sejak 15 tahun terakhir atau sejak 2006, yang nilai surplusnya sebesar US$ 39,37 miliar,” kata Airlangga seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Selasa (18/1/2022).

Ia mengatakan, di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu mencatatkan performa impresif pada neraca perdagangan.

“Kinerja ini akan meningkatkan resiliensi sektor eksternal Indonesia, sehingga semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan masih berlanjut di tahun ini,” ujar Airlangga.

Disebutkan, kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai US$ 231,54 miliar atau tumbuh double digit sebesar 41,88% (year-on-year atau yoy). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk crude palm oil (CPO), berhasil mendorong performa ekspor Indonesia.

Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 sebesar US$ 32,83 miliar atau meningkat sebesar 58,48% (yoy).

Selain CPO, hilirisasi komoditas nikel juga memperkuat performa ekspor Indonesia, dengan pertumbuhan ekspor komoditas nikel dan barang dari padanya (HS 75) tumbuh sebesar 58,89% (yoy) menjadi sebesar US$ 1,28 miliar.

Lebih lanjut dikatakan, dari 10 besar komoditas utama ekspor, komoditas bijih logam, terak, dan abu (HS 26) mencetak pertumbuhan tertinggi yakni 96,32% (yoy) menjadi sebesar US$ 6,35 miliar. Diikuti ekspor komoditas besi dan baja (HS 72) yang juga naik signifikan 92,88% (yoy) menjadi US$ 20,95 miliar.

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Tercermin pula dari meningkatnya penciptaan nilai tambah pada sektor manufaktur. Terbukti secara kumulatif, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari – Desember 2021 naik 35,11% (yoy) menjadi sebesar US$ 177,11 miliar,” kata Airlangga.

Selain itu, level Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga terus berada pada zona ekspansif yakni 53,5 pada Desember 2021, melanjutkan level ekspansi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut.

Level PMI Indonesia Desember 2021 itu bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia (52,8), Vietnam (52,5), Filipina (51,8), Thailand (49,5), dan Myanmar (49,0).

Penurunan kasus Covid-19 yang terjadi secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2021 membuat pemerintah dapat memberlakukan pelonggaran pembatasan mobilitas. Kondisi ini memberikan kelancaran aktivitas ekonomi sehingga mendorong kenaikan pada aggregate demand. Alhasil, sektor manufaktur juga terstimulasi untuk meningkatkan output produksinya. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai fenomena meningkatnya kasus varian Omicron yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir Januari atau awal Februari 2022 ini.

“Dengan semakin efektifnya pengendalian Covid-19 dan antisipasi yang baik terhadap penyebaran varian Omicron, serta diiringi dengan terjaganya tingkat kedisiplinan protokol kesehatan, maka penurunan kasus Covid-19 diharapkan dapat terus terjadi, sehingga mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi. Surplus perdagangan yang terus terjaga sepanjang 2021 juga disebabkan dari kinerja ekspor komoditas andalan Indonesia yang tetap solid,” jelasnya.

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada 2021 juga meningkat menjadi sebesar US$ 196,20 miliar atau tumbuh 38,59% (yoy).

Struktur impor Indonesia di 2021 didominasi impor golongan bahan baku dan penolong senilai US$ 147,38 miliar (75,12% dari total impor), diikuti barang modal US$ 28,63 miliar (14,59% dari total impor), dan barang konsumsi US$ 20,18 miliar (10,29% dari total impor).

Struktur yang dicapai mengindikasikan perekonomian Indonesia yang produktif melalui penciptaan nilai tambah yang lebih besar, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk diekspor kembali.

“Kinerja positif di 2021 ini akan terus dipertahankan pemerintah dengan mengoptimalkan berbagai kebijakan, terutama dalam mendorong semakin banyaknya ekspor komoditas bernilai tambah,” kata Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investasi di GOTO, Ini Pandangan Pengamat Pasar Modal

Perusahaan yang berinvestasi di GOTO bukan melihat kenaikan harga saham dalam jangka pendek tetapi bisnis jangka panjangnya.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pengelolaan Arsip BP Jamsostek Raih Penghargaan ANRI

Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan ANRI selama tahun 2021, BP Jamsostek berhasil mengungguli 31 kandidat lainnya.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pelayanan BBM Patra Niaga Selama LebaranDinilai Optimal

Keberhasilan memberikan pelayanan BBM tidak terlepas dari inovasi PT Pertamina Patra Niaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Raih Top BUMD 2022, Bank BJB Fokus Pelayanan bagi Nasabah

Bank BJB berhasil meraih penghargaan Top BUMD 2022 dengan peringkat 1 kategori BPD KBMI 2.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Catat Ya! Ini 3 Proyek TOD Paling Populer di Jabodetabek

Serpong Garden menempati peringkat pertama sebagai proyek TOD terpopuler di Jabodetabek, diikuti LRT City Bekasi dan Mahata Tanjung Barat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Pembayaran Kompensasi ke Pertamina Perlu Ada Kepastian Waktu

Pemerintah harus segera memberikan kepastian waktu pembayaran kompensasi BBM dan gas LPG ke Pertamina.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Perkuat Digitalisasi Layanan Keuangan, Reliance Group Investasi di Digi Asia

Reliance Group sebagai group perusahaan jasa keuangan terintegrasi mengumumkan investasi pada PT Digi Asia Bios (Digi Asia).

EKONOMI | 20 Mei 2022

Program Migor Rakyat Permudah Akses Penjualan Minyak Goreng

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama BUMN dan pelaku usaha terus memperluas akses penjualan minyak goreng melalui program Migor Rakyat.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Wamendag: Bangga Buatan Indonesia Jangan Hanya Jadi Slogan

Wamendag Jerry Sambuaga menegaskan, Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) hendaknya tidak sekedar menjadi slogan, tetapi harus diterapkan dalam keseharian.

EKONOMI | 20 Mei 2022

Bank BTN Siap Dukung REI Wujudkan Perumahan Berkualitas

Bank BTN siap bersinergi dan mendukung REI dalam penyediaan proyek perumahan yang berkualitas di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

NEWS | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings