Logo BeritaSatu

Antisipasi Kenaikan Harga, Perlu Diversifikasi Negara Pemasok Kedelai

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:54 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pemerintah perlu mempertimbangkan opsi untuk diversifikasi negara impor kedelai. Hal ini penting guna memastikan jumlah pasokan dan kestabilan harga di pasar dalam negeri. Diversifikasi juga penting dilakukan supaya Indonesia tidak tergantung pada satu negara manapun.

”Pembelian besar-besaran kedelai Amerika Serikat oleh Tiongkok dan krisis iklim yang melanda Argentina dan Brasil memengaruhi jumlah pasokan dan kestabilan harga kedelai di Indonesia. Karena pasokan kedelai kita didominasi Amerika Serikat, sangat penting untuk mencari sumber pasar tambahan yang juga mampu memasok kedelai untuk pasar kita,” kata peneliti CIPS Aditya Alta, Minggu (23/1/2021).

Berdasarkan data World Atlas, Brasil merupakan negara penghasil kedelai terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 124 juta metrik ton pada 2019-2020. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan produksi sebesar 96,79 juta metrik ton. Sementara Argentina berada di urutan ketiga dengan 51 juta metrik ton. Tiongkok, Paraguay, dan India masing-masing berada di peringkat keempat, kelima dan keenam dengan jumlah produksi 18,1 juta metrik ton, 9,9 juta metrik ton dan 9,3 juta metrik ton.

“Indonesia dapat menjajaki kemungkinan untuk membuka hubungan dengan negara eksportir kedelai nontradisional. Tidak tergantungnya kita pada satu negara dapat meminimalkan dampak gangguan pasokan dari negara pemasok utama terhadap kestabilan harga kedelai di Tanah Air,” ungkap Aditya.

Berdasarkan data Trademap, lebih dari 90% pasokan kedelai Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat. Terdapat penurunan sumbangan impor kedelai dari Amerika Serikat, dari hampir 99% pada tahun 2016, menjadi 90,43% pada 2020. Peringkat kedua pemasok kedelai Indonesia adalah Kanada, dengan proporsi jauh lebih kecil tetapi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2016, Kanada menyumbang 0,33% kedelai impor. Nilai ini menjadi 9,28% pada 2020.

Aditya melihat perkembangan ini menunjukkan diversifikasi mulai terjadi, tetapi berlangsung sangat lambat. Secara garis besar impor kedelai masih sangat bergantung pada Amerika Serikat.

Pentingnya kedelai bagi masyarakat Indonesia dapat dilihat dari peningkatan jumlah konsumsi kedelai tiap tahunnya. Berdasarkan data dari USDA, konsumsi kedelai untuk pangan di Indonesia pada 2020 naik sebesar 4,03% dari 2,89 juta ton di 2019 menjadi 3,1 juta ton di 2020.

Sementara itu terkait produksi dalam negeri, Aditya menyoroti minimnya penggunaan teknologi dalam budidaya kedelai yang menyebabkan fasilitas pendukung seperti pengering belum dapat diakses dengan mudah oleh petani. Padahal fasilitas pengering dibutuhkan untuk mengurangi kadar air dalam kedelai. Peningkatan luasan areal tanam kedelai di lahan bukan sawah dan perbaikan produktivitasnya juga penting, terutama karena produktivitas di lahan bukan sawah lebih rendah 4,22 kuintal per hektarnya, dibandingkan dengan 17,4 kuintal di lahan sawah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

FIF Group Salurkan Pembiayaan Ke-550 UMKM

FIF Group menyalurkan dana bergulir kepada 550 UMKM beserta pembinaan bersama Astra dan yayasan di bawah Astra.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Gelar RUPST, KB Bukopin Bawa Semangat Next Level Banking

KB Bukopin bertekad membawa semangat next level banking pada setiap layanan dan produk pada nasabah.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Woo Yeul Lee Ditetapkan Jadi Dirut KB Bukopin yang Baru

RUPST PT Bank KB Bukopin Tbk sepakat menetapkan Woo Yeul Lee sebagai direktur utama KB Bukopin.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Gandeng Funworld, Harvest City Revitalisasi Sarana Rekreasi

Pengembang perumahan kota mandiri Harvest City merevitalisasi sarana rekreasi Water Joy melalui kolaborasi dengan PT Funworld Prima.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Pefindo Sematkan Peringkat Mitratel "idAAA", Ini Alasannya

Peringkat tersebut mencerminkan posisi yang kuat karena Mitratel memiliki visibilitas pendapatan bagus yang ditopang kontrak jangka panjang. 

EKONOMI | 25 Mei 2022

Sinar Mas Land Tutup Atap Tower Kamaya Akasa Pure Living BSD

Proyek apartemen Akasa Pure Living BSD City dikembangkan oleh perusahaan konsorsium Sinar Mas Land dan PT Dwijaya Karya Development.

EKONOMI | 25 Mei 2022

307 Saham Melemah, IHSG Sesi Siang Anjlok 30 Poin ke 6.883

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I siang Rabu (25/5/2022) terpangkas 30 poin (0,44%) ke level 6.883.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Indonesia Tawarkan Proyek Pembangunan IKN Nusantara di WEF

Bahlil Lahadalia mengatakan proyek IKN Nusantara turut dibahas dan ditawarkan pemerintah dalam pertemuan WEF 2022 di Davos.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Great Edu Gandeng LPS Fasilitasi Edukasi Investasi Cerdas

Platform Great Edu mengajak milenial untuk memahami pentingnya investasi yang prudent dan cerdas di era digital.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Mantap! Pagi Ini Kurs Rupiah Diwarnai Aksi Beli Investor

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.644- Rp 14.664 per dolar AS dan yen Jepang melemah 0,2 (0,2%) mencapai 127,1.

EKONOMI | 25 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
VNG Resmi Luncurkan Heroes of Crown Mobile di Indonesia

VNG Resmi Luncurkan Heroes of Crown Mobile di Indonesia

LIFESTYLE | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings