Logo BeritaSatu

Pengamat Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Perlu Disesuaikan

Senin, 24 Januari 2022 | 19:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Seiring kenaikan harga minyak dunia yang mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014 yakni US$ 88.70 untuk untuk jenis Brent dan US$ 85,86 WTI, sudah sepatutnya PT Pertamina (Persero) diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan harga BBM umum, yakni Pertalite dan Pertamax.

"Membaiknya ekonomi global, membuat permintaan komoditas energi naik signifikan, tetapi di sisi lain pasokan terbatas. Sesuai hukum ekonomi terkait pasokan dan permintaan, maka akan mengerek harga komoditas termasuk minyak dunia,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/1/2022).

Mamit menyampaikan, mengingat Pertalite dan Pertamax ini masuk ke dalam jenis BBM imum, maka Pertamina harus menanggung selisih harga kedua jenis BBM tersebut sehingga kondisi ini menekan keuangan PT Pertamina khususnya PT Pertamina Patra Niaga sebagai subholding commercial and trading.

Berdasarkan data, sepanjang 2021 harga MOPS rata-rata di atas US$ 80 per barelnya. Jika dihitung dengan formula harga sesuai Kepmen ESDM 62/2020, maka selisih harga jual dengan keekonomian mencapai Rp 2.500 sampai Rp 3.500 per liter untuk BBM jenis Pertamax dan Pertalite. Adapun sepanjang 2021 penjualan BBM Pertalite adalah 47% dari penjualan BBM nasional dan Pertamax 11% dari penjualan nasional. Sementara penjualan BBM nasional berdasarkan data Pertamina sampai kuartal III 2021 sebesar 34 juta kiloliter (KL) dan prognosa sampai akhir 2021 sebesar 48 juta kiloliter (KL).

Jika disimulasikan dengan 47% dari 48 juta kiloliter, maka Pertalite menyumbang 22,5 juta kiloliter (KL) dan Pertamax sebesar 5,3 juta kiloliter (KL) dari penjualan nasional. Kemudian dikalikan dengan selisih harga dari kedua produk BBM tersebut, maka akan bisa dihitung potensi nilai selisih yang harus ditanggung Pertamina. “Hal ini bisa dipastikan membuat beban keuangan Pertamina Patra Niaga sangat berat, dampaknya adalah keuangan Pertamina saat dilakukan konsolidasi bisa terpukul cukup dalam,” urai Mamit.

Oleh karena itu, Mamit meminta kepada pemerintah untuk mencari solusi terkait hal ini. Pemerintah harus memberikan kebebasan bagi Pertamina Patra Niaga untuk melakukan penyesuaian harga Pertalite dan Pertamax mengingat badan usaha swasta lain sudah beberapa kali menaikkan harga produk mereka.

"Saat ini harga BBM RON 90 di SPBU milik BP-AKR adalah Rp 12.500 per liter dan Ron 92 yang dijual oleh BP-AKR adalah Rp 12.860 per liter, Shell Rp 12.040 per liter dan VIVO Rp 11.900 per liter. Bisa dilihat selisih harga untuk produk yang sama dengan produk Pertamina sangat jauh sekali di mana untuk RON 90 sebesar Rp 7.650 per liter atau selisih Rp 4.850 dengan harga jual BP-AKR dan RON 92 sebesar Rp 9.000 per liter atau selisih Rp 3.000 per liter dengan produk BBM milik SPBU swasta,” kata Mamit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

15 Bulan Beruntun BI Tahan Suku Bunga, Ini Alasannya

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,5% pada Mei 2022.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Gubernur BI Sebut Indikator Ekonomi Kuartal II Terus Menguat

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan aktivitas perekonomian pada kuartal II 2022 menjadi berkah bagi prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

EKONOMI | 24 Mei 2022

SUN Energy dan Wika Mulai Bangun PLTS Terbesar di Untan

Kolaborasi SUN Energy dan PT Wika Industri Energi memecahkan rekor PLTS terbesar di institusi pendidikan se-Indonesia.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Pluang Tawarkan Investasi Emas Digital Berlisensi Bappebti

Aplikasi investasi multi-aset Pluang menawarkan investasi aset emas digital berlisensi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

EKONOMI | 24 Mei 2022

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) di posisi 3,5%.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Bisnis Ritel Pulih, Mega Perintis Siap Ekspansi Gerai Baru

PT Mega Perintis Tbk (ZONE) targetkan penjualan tumbuh 20% dengan melanjutkan rencana ekspansi 40 gerai baru.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Keren, Jateng Punya Rusun Rp 2,6 Miliar untuk Santriwati

Rumah susun (Rusun) Ponpes Al Hidayah yang dibangun Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 2,6 miliar, dapat menampung puluhan santriwati.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Harga CPO Melonjak, Laba Cisadane Sawit Raya Naik 150%

PT Cisadane Sawit Raya Tbk mencatatkan lonjakan laba bersih 150% menjadi Rp 103,41 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 41,38 miliar.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Sri Mulyani Akui Pasar Keuangan Terimbas Kebijakan The Fed

Sri Mulyani mengakui, pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS atau The Fed untuk meredam inflasi telah berimbas pada pasar keuangan domestik.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Menko Airlangga Harap G-20 Solid Jaga Stabilitas Ekonomi Dunia

Menko Airlangga Hartarto berhharap negara-negara G-20 solid untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.

EKONOMI | 24 Mei 2022


TAG POPULER

# Aturan Baru KTP


# Cekcok di Tol


# SEA Games


# HUT Jakarta


# Polisi Selingkuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
15 Bulan Beruntun BI Tahan Suku Bunga, Ini Alasannya

15 Bulan Beruntun BI Tahan Suku Bunga, Ini Alasannya

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings