Toyota Pecahkan Rekor Denda di AS
Logo BeritaSatu

Toyota Pecahkan Rekor Denda di AS

Selasa, 18 Desember 2012 | 22:01 WIB
Oleh : B1

Batas tertinggi yang bisa dikenakan oleh lembaga itu kepada sebuah perusahaan

Toyota Motor Corp. menjadi perusahaan pembayar penalti paling banyak kepada regulator keamanan mengemudi di Amerika Serikat setelah sepakat untuk membayar denda sebesar US$ 17,4 juta atau sekitar Rp.167,78 miliar, karena telat melaporkan kerusakan pada mobil-mobil produksinya.

Denda terbaru itu bermula dari recall Lexus RX 350 dan RX 450h yang pedal gas-nya bisa terjepit pada karpet mobil sehingga membuat kendaraan melaju kencang dan tidak terkontrol.

"Penting sekali bagi pabrikan untuk melaporkan masalah itu tepat pada waktunya karena bisa mempengaruhi kemanan berkendara di ruang publik," kata David Strickland dari badan keselamatan mengemudi nasional AS (NHTSA) dalam email-nya ke Bloomberg.

"Setiap penundaan berpotensi menyebabkan kematian atau cedera di jalan-jalan negara kita," imbuh dia.

Denda terbaru itu adalah rekor tertinggi untuk satu pelanggaran yang pernah dijatuhkan oleh NHTSA dan jumlah itu adalah batas tertinggi yang bisa dikenakan oleh lembaga itu kepada sebuah perusahaan.

Sebelumnya Toyota, yang berpusat di Toyota City, Jepang, pernah membayar denda sebesar US$ 48,8 juta (sekitar Rp.470,5 miliar) kepada NHTSA pada 2010. Denda itu dijatuhkan untuk tiga kasus berbeda.

Toyota mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sepakat untuk membayar denda itu tanpa mengakui telah melanggar aturan atau mengabaikan kewajibannya sesuai hukum dan aturan di AS.

"Kami sepakat dengan penyelesaian ini untuk menghindari penyelesaian yang menghabiskan waktu dan fokus sepenuhnya pada komitmen kami dengan NHTSA dalam menjaga keselamatan pengendara," kata Ray Tanguay dari Toyota North America dalam sebuah pernyataan.

Menurut NHTSA kasus itu bermula pada awal 2012, ketika lembaga itu menemukan masalah pada pedal gas di mobil-mobil SUV bermerk Lexus. Pada bulan Mei NHTSA mengabarkan Toyota tentang masalah itu dan pada Juni NHTSA mengetahui bahwa Toyota sudah mengetahui adanya 63 kecelakaan sejak 2009 yang diduga diakibatkan oleh permasalah pada pedal gas tersebut.

Toyota baru mengumumkan recall pada 29 Juni, tetapi saat itu NHTSA sudah menerima laporan adanya 97 kecelakaan yang diakibatkan oleh lengketnya pedal gas di mobil-mobil SUV buatan Toyota itu. Pada Juni itu Toyota merecall 154.036 unit kendaraan di AS karena masalah pedal gas tersebut.

Adapun pada 2009 dan 2010, Toyota sudah menarik lebih dari 10 juta unit mobil dan truk di seluruh dunia karena masalah pedal gas yang lengket di karpet mobil tadi.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkeu Optimis Kenaikan UMP Tak Kurangi Daya Saing

Pernyataan Menkeu menanggapi hasil riset Bank Dunia yang mengungkapkan kenaikan upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Garuda Tambah 10.500 Kursi

Penambahan kursi ditujukan untuk rute domestik dan internasional yang merupakan wilayah tujuan wisata, seperti Bali, Surabaya, dan Singapura.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Tahun Ini Nasib Buruh Migran Masih Suram

Selama tahun 2012, Migrant CARE mencatat kasus hukuman mati terhadap buruh migran Indonesia masih tinggi.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Eks-Dirut IM2 Batal Diserahkan ke Kejari Jaksel

Pelimpahan tertunda lantaran tersangka eks-Direktur Utama (Dirut) PT IM2, Indar Atmanto, menderita sakit.

NASIONAL | 18 Desember 2012

Pendapatan Premi CIMB Sun Life Naik 17,4 Persen

Masih besarnya pasar industri asuransi menjadi penyebab pertumbuhan tersebut.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Kementerian ESDM: Target PNBP Tambang Sulit Tercapai

Rendahnya realisasi PNBP disebabkan turunnya harga mineral dan batu bara yang menyebabkan setoran royalti dan iuran ke negara juga mengalami penurunan.

EKONOMI | 18 Desember 2012

DIPA APBD Lampung Rp6,5 Triliun Lebih Cepat

Dengan percepatan penyerahan DIPA, program pembangunan yang bersumber dari APBN diharapkan lebih optimal.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Kadin: Pertumbuhan Manufaktur 7,1 Persen di 2013 Dimungkinkan

Tantangan terberat adalah menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Bagaimana membuat usaha di Indonesia mudah, nyaman, ramah dan menarik.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Inflasi Desember Diprediksi 0,7 Persen

Secara tahunan, inflasi diprediksi akan mencapai 4,3 persen atau masih di bawah target pemerintah dalam APBN-P.

EKONOMI | 18 Desember 2012

Hypermart Buat Gerai Ke-79 Di Kupang

Gerai Hypermart dengan luas 5.200m2 ini menelan biaya investasi Rp200 miliar dan merupakan gerai Hypermart kelima di Indonesia Timur.

EKONOMI | 18 Desember 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS