Logo BeritaSatu

Sudah Tidak Urgen, Rights Issue BNI Batal?

Senin, 14 Maret 2022 | 13:46 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) belum memastikan kelanjutan rencana pelaksanaan rights issue. Pasalnya, saat ini penambahan modal bukan menjadi suatu hal yang urgen.

Vice President of Investor Relations BBNI Yudha Pradipta mengungkapkan, kondisi CAR (capital adequacy ratio) BNI sudah meningkat ke level 19% dari sebelumnya di sekitar 17%. Hal itu didorong dengan penerbitan dua instrumen surat berharga pada tahun lalu. Karena itu, terang dia, dengan CAR BNI kini, maka penambahan modal bukanlah sesuatu yang mendesak.

“Apakah dengan kondisi CAR BNI yang saat ini sudah ada di 19%, masih mendesak bagi BNI untuk meningkatkan permodalan lagi bagi BNI melalui rights issue? Jawabannya tidak,” kata Yudha dalam MNC Group Investor Forum 2022 sesi pemaparan emiten yang digelar secara daring, Senin (14/3/2022).

Dia mengungkapkan, BNI memang sudah melakukan eksplorasi rights issue sejak dini karena memang rights issue membutuhkan proses yang panjang. Dalam progresnya, rencana rights issue ini sudah mendapatkan persetujuan DPR, selain itu pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan tambahan modal Rp 3,5 triliun apabila BNI jadi rights issue.

“Sehingga awalnya hitung-hitungan kami, rights issue akan ada di kisaran Rp 10 triliun dan jika dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar sebenarnya tidak terlalu signifikan, Rp 10 triliun compare ke Rp 140 triliun,” ucap Yudha.

Namun demikian, lanjut dia, kini rights issue belum pasti akan dilakukan BBNI dan perseroan masih melakukan diskusi yang intens dengan para pemegang saham, khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Pemerintah tetap mendukung jika BNI tidak jadi melakukan rights issue karena alokasi dana Rp 3,5 triliun dapat dialokasikan untuk angggaran lain.

“Untuk saat ini dapat kami sampaikan bahwa rights issue belum ada sesuatu hal yang bisa kami afirmasi karena memang urgensinya tidak terlalu ada untuk BNI saat ini. Dengan kondisi permodalan kami yang sudah cukup kuat kemudian ke depan proyeksi pertumbuhan laba BNI akan semakin meningkat sehingga seharusnya tidak menjadi persoalan,” terang Yudha.

“Untuk saat ini kami bisa bilang kebutuhan untuk melakukan rights issue tidak urgent. Apakah itu pasti akan dilakukan? Belum tentu. Tapi untuk berita lebih lanjut mungkin akan kami disclose saat keputusan resmi sudah ada,” tambah dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditopang Telkom Group, Begini Rencana Bisnis Indico

Indico yang merupakan entitas anak usaha PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), siap menjadi enabler ekosistem bisnis digital dan startup di Indonesia.

EKONOMI | 27 November 2022

Perkuat Jaringan, Samanea Group Gandeng 9 Peritel Global

Samanea Group mengembangkan kerja sama strategis dengan 9 perusahaan peritel branded yang memiliki basis e-commerce kuat di Samanea Hybrid Trade Outlet.

EKONOMI | 27 November 2022

Batik Eco Print, Jadi Salah Satu Produk UMKM di Eco Run Fest 2022

Pertamina Eco Run Fest 2022 menghadirkan kegiatan Eco Market menampilkan UMKM yang menawarkan produk batik eco print.

EKONOMI | 27 November 2022

Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang merupakan anggota Holding Danareksa berkomitmen membangkitkan kembali Lokananta, studio rekaman pertama di Indonesia.

EKONOMI | 27 November 2022

Pertamina Berikan Bantuan TJSL untuk 25 Desa Energi Berdikari

PT Pertamina (Persero) memiliki program desa energi berdikari. Hal ini sejalan dengan tema Pertamina Eco Run Fest 2022.

EKONOMI | 27 November 2022

Begini Rencana Kerja dan Target BEI di Tahun Depan

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO pada 2023 sebanyak 57 perusahaan.

EKONOMI | 27 November 2022

BKF Sebut Kinerja APBN Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Febri, posisi APBN didorong sebagai peredam guncangan atau shock absorber, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 27 November 2022

Direstui OJK, BEI Rilis Papan Ekonomi Baru 5 Desember

BEI akan meluncurkan papan ekonomi baru (new economy) pada 5 Desember 2022 karena sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 27 November 2022

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kementerian PPPA Harap Pemda Perkuat Regulasi Ramah Perempuan

Kementerian PPPA Harap Pemda Perkuat Regulasi Ramah Perempuan

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE