Logo BeritaSatu

Perusahaan Batu Bara Disarankan Terapkan Justice Transition

Sabtu, 4 Juni 2022 | 22:09 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Pentingnya Justice Transition terhadap Perusahaan Batu Bara demi Keberlanjutan
Masyarakat dan Lingkungan

Jakarta, Beritasatu.com - Prinsip pengelolaan perusahaan berdasarkan ESG (environment, social, dan governance) telah menjadi topik pembicaraan seputar bisnis berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab sejalan dengan prinsip ESG, diyakini dapat berimplikasi positif bukan hanya pada kinerja perusahaan, namun juga masyarakat dan lingkungan perusahaan beroperasi.

Pendiri dan komisaris perusahaan sosial Wisesa, Jalal menyampaikan, perusahaan yang operasinya dijalankan dengan menerapkan sejumlah aspek keberlanjutan, pada akhirnya akan bisa menghasilkan kinerja positif secara finansial.

"ESG merupakan langkah keberlanjutan sebuah organisasi atau perusahaan, dengan mengelola isu-isu lingkungan, sosial dan tata kelola yang akan relevan terhadap kinerja finansial perusahaan,” ujar Jalal dalam keterangan pers, Sabtu (4/6/2022).

Sejauh ini hampir seluruh sektor industri mulai menerapkan operasional yang berkelanjutan dan menaruh perhatian khusus pada isu-isu seputar ESG.

"Sebagai tolak ukur, serta sebagai bukti kepedulian dan komitmen dalam menerapkan bisnis dengan berprinsip ESG, banyak perusahaan kini menerbitkan laporan keberlanjutan setiap tahunnya," kata Jalal.

Bagi pihak eksternal perusahaan, laporan keberlanjutan ini akan menjadi informasi tindakan perusahaan dalam mengurangi dampak negatif bagi lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Perusahaan Batu Bara Disarankan Terapkan <em>Justice Transition</em>
Ilustrasi batu bara.

"Selain itu dengan menerbitkan laporan keberlanjutan, hal ini turut mendorong reputasi dan kredibilitas perusahaan," tambahnya.

Industri pertambangan tak bisa dibantah memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan pendapatan negara bukan pajak, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Seperti disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat Peluncuran Simbara dan Penandatanganan MoU Sistem Terintegrasi dari Kegiatan Usaha Hulu Migas, Selasa (8/3/2022), penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) membukukan angka Rp 124,4 triliun di 2021.

Nilai tersebut mencakup pajak, bea keluar, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Ini adalah penerimaan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir," ujar Sri Mulyani.

Ia juga menjelaskan, pencapaian rekor penerimaan negara dari sektor minerba tersebut dipicu oleh meningkatnya harga komoditas pertambangan, seperti batu bara. "Kenaikan harga komoditas mineral dan batu bara memberikan kontribusi besar," imbuh Sri Mulyani.

Jalal melanjutkan, operasi pertambangan batu bara di Indonesia jelas memiliki imbas yang sangat signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Tak hanya baik bagi perekonomian daerah, tapi juga lewat pajak serta keikutsertaan masyarakat dalam ketenagakerjaan. ” kata Jalal.

Terkait penerapan operasional perusahaan secara berkelanjutan yang berdampak pada terbangunnya komitmen perusahaan melakukan transisi energi, Jalal menyoroti pentingnya sebuah justice transition atau transisi berkeadilan bagi industri batu bara di dalam negeri.

"Batu bara memang mau tidak mau harus dikurangi. Tetapi kita perlu menerapkan justice transition atau transisi yang adil karena keadilan antarnegara itu amat berbeda. Pengurangan bahan bakar fosil di negara maju dan negara berkembang seperti Indonesia tidak bisa disamakan kecepatannya. Negara berkembang seperti Indonesia seharusnya memiliki waktu transisi yang lebih lama,” kata Jalal.

Pasalnya, pada periode transisi ini akan dicarikan kompensasi pengganti bagi pihak-pihak yang kehilangan sumber ekonominya, yakni para tenaga kerja yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya pada pembangkit listrik tenaga batu bara, serta mereka yang bekerja di sektor pertambangan batu bara. Justice transition juga terkait dengan nasib masyarakat konsumen, agar dijamin tetap mendapatkan pasokan listrik.

"Jangan sampai di saat kita mengupayakan transisi energi tapi kemudian justru menjadikan timbulnya disparitas energi. Tiba-tiba banyak orang yang tidak mendapatkan akses listrik karena efek dari tranisi tersebut. Itu buruk sekali,” ujar Jalal.

Secara umum, lanjut Jalal, pada masa transisi ini dibutuhkan sebuah strategi khusus untuk meminimalkan atau meniadakan imbas buruk yang akan dialami oleh masyarakat yang selama ini bergantung pada industri batu bara, hingga masyarakat konsumen tenaga listrik yang selama ini mendapatkan pasokan listrik dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

Masih menurut Jalal, pada periode transisi ini, para tenaga kerja yang selama ini bergantung pada operasi pertambangan bisa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya agar mereka tidak tertinggal dalam transisi industri pertambangan batu bara yang akan bertransisi.

"Artinya, transisi energi juga seharusnya tidak semata diberikan pada entitas usaha yang harus bertransisi ke arah energi baru dan terbarukan, tapi juga pada masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada operasi industri energi berbasis energi fosil," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Samanea Group Gandeng Wook Garap Bisnis E-Commerce

Samanea Group menjalin kerja sama strategis dengan Wook (Wook Global Technology) perusahaan e-commerce asal Tiongkok, di proyek pusat grosir Jakarta Trade City.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Permintaan Tinggi, Risland Kebut Pembangunan Sky House BSD+

Risland Indonesia, pengembang Sky House BSD+ berkomitmen menghadirkan hunian berkonsep modern seiring dengan tingginya minat konsumen terhadap apartemen.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Gaet MongoDB, Amar Bank Akselerasi Pengelolaan Data

PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) bekerja sama dengan MongoDB untuk mengelola data non-relasional dalam jumlah besar.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Perangi Kejahatan Kripto, Binance Gelar Pelatihan Penegakan Hukum

Inisiatif ini membantu memerangi kejahatan kripto dan merupakan bagian dari upaya konsisten Binance untuk membantu penegak hukum dan regulator.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Terapkan Tambang Berkelanjutan, Kinerja SIG Menuai Hasil

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih tiga penghargaan dari Kementerian ESDM pada ajang Good Mining Practices Award 2022.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Harga Pertamax Turun Mengikuti Harga Minyak Mentah Dunia

Minyak mentah Brent dan WTI menyelesaikan kuartal ketiga dengan penurunan 23% dan 25%. Hal ini diikuti dengan turunnya harga pertamax.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Gara-gara Inflasi, Investor Cari Aman di Investasi Emas

Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Jumat, setelah angka inflasi AS Agustus secara mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Di Bawah Tekanan Jual, IHSG Melemah 1,9% dalam Sepekan

IHSG terkoreksi sebesar 1,92% sepanjang pekan ini (26-30/9/2022) menjadi 7.040,798 dari posisi 7.178,583.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

September Kelabu di Wall Street, S&P 500 Turun 9%

Wall Street jatuh dalam perdagangan bergejolak pada hari Jumat (30/9/2022). Indeks S&P 500 jatuh ke level terendah baru 2022.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Bahan Baku Jadi Tantangan Target Ekspor Mebel US$ 5 Miliar

Target ekspor industri mebel dan kerajinan di Indonesia sebesar US$ 5 miliar pada 2024 membutuhkan pasokan bahan baku.

EKONOMI | 1 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hari Kesaktian Pancasila, Nadiem: Jadikan Nilai Pancasila sebagai Petunjuk

Hari Kesaktian Pancasila, Nadiem: Jadikan Nilai Pancasila sebagai Petunjuk

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings