Logo BeritaSatu

Jual Aset Teh, Unilever Raup 5,49 Juta Euro

Selasa, 7 Juni 2022 | 20:18 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) raup dana segar sebanyak 5,49 juta euro (Rp 84,5 miliar) dari hasil penjualan aset kepada perusahaan asal Arab Saudi yakni Ekaterra. Aksi itu sejalan dengan keputusan dari perseroan untuk memisahkan dan menjual sebagian besar bisnis teh globalnya.

Berdasarkan prospektus di Bursa Efek Indonesia (BEI) manajemen Unilever menyebutkan, bahwa perseroan menjual aset mesin produksi dan perlengkapanya yang berlokasi di Cikarang dan Agriwangi kepada Ekaterra. Tanggal perjanjian untuk pengalihan aset telah diteken pada 12 November 2021 dan tanggal efektif pada 6 JUni 2022. Penjualan aset ini sejalan dengan keputusan dari grup unilever memutuskan untuk memisahkan dan menjual sebagian besar bisnis teh globalnya.

”Dalam persiapan untuk melaksanakan transaksi global, diawali dengan terjadinya reorganisasi intra-grup, di mana aset dan perusahaan yang terkait dengan bagian yang relevan dari bisnis teh global Unilever dipindahkan ke kelompok khusus teh yang baru yang bernama Ekaterra,” jelas perseroan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2022).

Perseroan melanjutkan, penjualna aset juga dilakukan agar perseroan dapat mengoptimalkan biaya dan operasi secara lokal, pasalnya bisnis teh domestik perseroan tidak termasuk dalam transaksi global. Meski demikian, selama masa transisi pengalihan aset bisnis ini akan tetap dipertahankan dengan terus memproduksi produk ekspor untuk Ekaterra sampai saat di mana aset bisnis dipindahkan ke lokasi Ekaterra dan dapat beroperasi secara mandiri. “Kontrak aktivitas produksi antara perseroan dan Ekaterra adalah bisnis pada umumnya,” ujar manajemen.

Adapun transaksi yang terjadi antara kedua belah pihak ini termasuk transaksi afiliasi, sebagaimana didefinsikan dalam UUPM, di mana pemegang saham akhir atau ultimate shareholder dari perseroan dan Ekaterra adalah pihak yang sama, yaitu Unilever PLC.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Beras di Bandung Mulai Meningkat, Ini Pemicunya

Harga beras di sejumlah pasar tradisional, Kota Bandung, Senin (28/11/2022) Naik hingga Rp 1.000 per kilogram (kg) akibat panen kurang melimpah.

EKONOMI | 28 November 2022

Upaya Menjaga Inflasi Nasional Dimulai dari Beras

BPS menyebutkan bahwa beras merupakan salah satu komoditas pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan.

EKONOMI | 28 November 2022

IHSG Terpangkas di Sesi I Terseret Saham Teknologi

Dibuka turun 0,78 poin (0,01%) di posisi 7.052, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tenggelam di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (28/11/2022).

EKONOMI | 28 November 2022

Usai Grup Salim Masuk, BUMI Private Placement Lagi Rp 2,1 T

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali akan melaksanakan private placement setelah private placement Rp 24 triliun saat Grup Salim ikut masuk.

EKONOMI | 28 November 2022

Gubernur Sulut Tetapkan UMP Naik 5,4% Jadi Rp 3.485.000

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menetapkan besaran UMP Sulawesi Utara sebesar Rp 3.485.000 atau naik sebesar 5,24%

EKONOMI | 28 November 2022

Searah Mata Uang Asia, Rupiah Terpangkas di Awal Perdagangan

Pergerakan mata uang Garuda ata rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona merah.

EKONOMI | 28 November 2022

Awal Pekan Investor Bersemangat, IHSG Masih di Zona Hijau

Di menit-menit awal, nilai perdagangan IHSG sebesar Rp 210,02 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 25.442 kali transaksi.

EKONOMI | 28 November 2022

Global Resesi, OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024

OJK memutuskan memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit maupun pembiayaan khusus hingga 2024.

EKONOMI | 28 November 2022

Inflasi dan Fed Mulai Dovish Katalis Positif IHSG Pekan Ini

the Fed yang diperkirakan mulai dovish ke depannya, diyakini menjadi katalis positif bagi IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI).

EKONOMI | 28 November 2022

Harga SUN Menguat Terbatas karena Fed Rate Melandai

Harga SUN akan menguat karena melemahnya sentimen Fed rate hike dan sentimen positif net buy asing pada pekan lalu yang mencapai Rp 11 triliun.

EKONOMI | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Penumpang 2 Orang, Pesawat Tersangkut di Menara Jaringan Listrik

Penumpang 2 Orang, Pesawat Tersangkut di Menara Jaringan Listrik

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE