Logo BeritaSatu

Wah! Harga Minyak Dunia Menguat karena Pasokan Ketat

Rabu, 8 Juni 2022 | 07:10 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak ditutup menguat pada Selasa (7/6/2022) karena pasar menyeimbangkan sentimen risiko kekhawatiran pasokan dan prospek permintaan tinggi karena Tiongkok melonggarkan pembatasan Covid-19.

Minyak mentah berjangka Brent naik 0,89% menjadi US$ 120,57 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,77% menjadi US$ $119,41, tertinggi sejak 8 Maret. Keduanya sempat melemah di awal sesi.

"Sentimen risiko bertanggung jawab atas penurunan, dengan pasar ekuitas Eropa negatif," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Otorisasi Departemen Luar Negeri AS menyebutkan Eni dan Repsol mulai mengirim minyak mentah Venezuela ke Eropa mulai Juli untuk menggantikan minyak Rusia yang hilang sehingga membebani harga dalam beberapa hari terakhir.

Namun analis memperkirakan kenaikan harga akan berumur pendek karena Beijing dan pusat komersial Shanghai telah kembali normal dalam beberapa hari terakhir setelah 2 bulan penguncian guna membendung wabah varian Omicron.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, OPEC+, akan meningkatkan produksi Juli dan Agustus sebesar 648.000 barel per hari, atau 50% lebih banyak dari yang direncanakan sebelumnya. Kenaikan target itu tersebar di semua anggota OPEC+. Namun banyak di antaranya anggota yang kesulitan meningkatkan produksi, termasuk Rusia, yang menghadapi sanksi Barat.

Kenaikan kuota OPEC+ diprediksi akan gagal mengatasi kekurangan produk minyak, kata para analis. "Kenaikan produksi lebih rendah daripada kehilangan minyak mentah Rusia, ini diakui oleh Arab Saudi sendiri," kata Tamas Varga dari PVM Oil.

Margin penyulingan secara global juga menunjukkan bahwa permintaan bensin dan solar tetap tinggi," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior Asia Pasifik di OANDA.

Pengekspor minyak utama Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) Juli untuk minyak mentah ringan andalannya ke Asia sebesar US$ 2,10 dari Juni menjadi US$ 6,50 di atas harga Oman dan Dubai.

Di sisi lain, persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun minggu lalu. Sementara stok bensin dan sulingan akan naik, jajak pendapat awal Reuters menunjukkan Senin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cetak Rekor Baru, Laba Pradiksi Gunatama Melesat 74%

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 123 miliar pada kuartal III 2022.

EKONOMI | 28 November 2022

Indonesia-Jepang Kerja Sama Penerimaan Peserta Magang

Indoensia gandeng JOE Cooperative sebagai agency yang menaungi perusahaan-perusahaan penerima peserta magang di Jepang.

EKONOMI | 28 November 2022

Per Oktober, Utang Pemerintah Capai Rp 7.496,7 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah mencapai 7.496,70 per 31 Oktober 2022, naik Rp 76,23 triliun.

EKONOMI | 28 November 2022

Kontribusi Asuransi Syariah Diproyeksikan Tumbuh 15%

Industri asuransi syariah ditargetkan mencatatkan pertumbuhan premi atau kontribusi sebesar 10%-15% pada tahun 2023.

EKONOMI | 28 November 2022

Harga Beras di Bandung Mulai Meningkat, Ini Pemicunya

Harga beras di sejumlah pasar tradisional, Kota Bandung, Senin (28/11/2022) Naik hingga Rp 1.000 per kilogram (kg) akibat panen kurang melimpah.

EKONOMI | 28 November 2022

Upaya Menjaga Inflasi Nasional Dimulai dari Beras

BPS menyebutkan bahwa beras merupakan salah satu komoditas pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan.

EKONOMI | 28 November 2022

IHSG Terpangkas di Sesi I Terseret Saham Teknologi

Dibuka turun 0,78 poin (0,01%) di posisi 7.052, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tenggelam di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (28/11/2022).

EKONOMI | 28 November 2022

Usai Grup Salim Masuk, BUMI Private Placement Lagi Rp 2,1 T

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali akan melaksanakan private placement setelah private placement Rp 24 triliun saat Grup Salim ikut masuk.

EKONOMI | 28 November 2022

Gubernur Sulut Tetapkan UMP Naik 5,4% Jadi Rp 3.485.000

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menetapkan besaran UMP Sulawesi Utara sebesar Rp 3.485.000 atau naik sebesar 5,24%

EKONOMI | 28 November 2022

Searah Mata Uang Asia, Rupiah Terpangkas di Awal Perdagangan

Pergerakan mata uang Garuda ata rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona merah.

EKONOMI | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Cetak Rekor Baru, Laba Pradiksi Gunatama Melesat 74%

Cetak Rekor Baru, Laba Pradiksi Gunatama Melesat 74%

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE