Logo BeritaSatu

Beban APBN Berat, Pembatasan Pertalite Sudah Tepat?

Minggu, 26 Juni 2022 | 06:56 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite menguat. Sontak masyarakat gusar atas wacana tersebut mengingat Pertalite merupakan jenis BBM yang paling banyak dikonsumsi konsumen. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, saat ini porsi konsumsi Pertalite hampir 80% di antara jenis BBM lainnya seperti Pertamax atau Pertamax Turbo

Di tengah beratnya beban subsidi energi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan mana yang lebih tepat, pembatasan pembelian Pertalite atau menaikkan harga?

Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rakernas PDIP beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa harga solar subsidi Rp 5.150 dan Pertalite yang dibanderol Rp 7.650 per liter bukan merupakan harga sebenarnya. Pemerintah memberi kompensasi ratusan triliun kepada PT Pertamina (Persero) untuk menahan BBM jenis BBM tertentu (JBT) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) ini agar terjangkau masyarakat.

Harga BBM di Indonesia menjadi sebagai salah satu yang termurah di dunia. Harga BBM Indonesia dibandingkan di ASEAN, hanya tercatat lebih tinggi dibandingkan Malaysia karena pemerintah negara itu memberlakukan subsidi BBM cukup besar.

Sebagai gambaran, Harga BBM di Singapura mencapai Rp 31.000-an per liter, Thailand Rp 20.000-an per liter, Filipina Rp 20.828 per liter, Vietnam Rp18.647 per liter, dan Kamboja Rp 20.521 per liter. Adapun Malaysia menetapkan Rp 6.965 per liter. Sementara dibanding negara lan dunia Amerika kurang lebih Rp 18.000 per liter serta Jerman mencapai Rp 31.000 per liter.

"Kita masih Rp 7.650. Tapi ini yang harus kita ingat subsidi kita besar sekali. Bisa dipakai untuk membangun Ibu Kota satu," ungkap Jokowi.

Sementara harga solar subsidi dipertahankan sebesar Rp 5.150 per liter, jauh lebih rendah misalnya di negara tetangga seperti Filipina sudah di kisaran Rp 20.800 per liter.

Beban APBN Berat, Pembatasan Pertalite Sudah Tepat?
Grafis perbandingan harga BBM di Indonesia dan negara lain.

Harga keekonomian BBM yang mengakomodasi semua variabel pembentuk harga bisa berlainan pada masing-masing negara. Hal ini disebabkan perbedaan pada biaya pengolahan, biaya bahan baku, biaya distribusi, biaya penyimpanan, margin usaha, dan pajak.

Sebagai gambaran, harga BBM Indonesia menggunakan rujukan Permen ESDM No.20/2021 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Harga BBM dihitung menggunakan formula biaya perolehan (bahan baku & pengolahan) + biaya distribusi + biaya penyimpanan + margin usaha + PPN + PBBKB.

Dengan skema di atas dan kondisi harga minyak dunia, sejatinya harga Pertalite bisa mencapai Rp 12.150-an. Bandingkan dengan harga yang diterima konsumen saat ini yakni Rp 7.650 per liter. Artinya pemerintah menggelontorkan subsidi sekitar Rp 4.000-Rp 5.000 per liter. Sementara harga Solar seharusnya di kisaran Rp 7.800 per liter dari harga beli masyarakat saat ini sebesar Rp 5.150 per liter.

Beban APBN Berat, Pembatasan Pertalite Sudah Tepat?
Grafis harga keekonomian BBM.


hal 1 dari 4 halaman

Halaman: 1234selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tada Meraih 5 Penghargaan Tertinggi Tingkat Asia Pasifik

Tada, penyedia solusi dan platform Loyalty & Rewards di Indonesia, meraih 5 penghargaan tertinggi di tingkat Asia Pasifik. 

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IPO, Black Diamond Resources Bidik Dana Segar Rp 227 Miliar

Calon emiten batu bara, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) bersiap menggelar Initial Public Offering (IPO) dengan mengincar dana Rp 227,50 miliar.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IISIA Apresiasi Gebrakan Mendag Sita Baja Impor Asal Tiongkok

Aosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA) mengapresiasi upaya Kemendag dalam menindak pelaku impor baja yang melanggar aturan.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Perkuat Dana Murah, Bank Mega Bidik Tabungan Tumbuh 5%

PT Bank Mega Tbk (MEGA) menyatakan hingga Agustus 2022 total tabungan mencapai Rp 14,4 triliun.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Entitas Syariah Wanaartha Life Dilirik Investor Qatar

Calon investor asal Qatar dikabarkan tertarik untuk masuk ke entitas syariah PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life).

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Ketidakpastian Ekonomi Tinggi, Begini Cara Emiten Pacu Kinerja

"Situasi saat ini memang challenging, sehingga dinamika ekonomi akan semakin terasa,” jelas Eko di acara "Emiten Talk" di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Kemenhub Putuskan Tunda Pemberlakuan Tarif Baru Ojol

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penundaan terhadap pemberlakukan tarif baru ojol atau ojek daring (online).

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Transaksi QRIS JakOne Mobile Bank DKI Tembus Rp 11 Triliun

Bank DKI mencatat jumlah transaksi QRIS melalui JakOne Mobile tumbuh 29,42% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juli 2022.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Tinjau Pasar, Mendag Zulkifli Hasan: Harga Bapok Stabil

Mendag Zulkifli Hasan kembali meninjau harga barang kebutuhan pokok (bapok), termasuk memastikan ketersediaan minyak goreng.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

FSC Forest Week Kampanyaken Produk Hutan Berkelanjutan

Lewat FSC Forest Week 2022, Tetra Pak memastikan bawah bahan baku kemasan karton perusahaan berasal dari hutan berkelanjutan.

EKONOMI | 14 Agustus 2022


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekuk Wolfsburg, Bayern Muenchen Selalu Menang dalam 2 Partai Awal

Tekuk Wolfsburg, Bayern Muenchen Selalu Menang dalam 2 Partai Awal

BOLA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings