Pemerintah Benahi Infrastruktur Air Demi Capai Swasembada Beras

Pemerintah Benahi Infrastruktur Air Demi Capai Swasembada Beras
Dua orang teknisi melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja). ( Foto: Antara )
Kamis, 31 Januari 2013 | 11:40 WIB
Kondisi infrastruktur pengairan pada saat ini yang rusak hingga melebihi 50 persen menjadi hambatan untuk mencapai target surplus tersebut

Jakarta
- Pemerintah menyatakan saat ini akan segera membenahi infrastruktur penyediaan air guna mendukung tercapainya target surplus beras hingga 10 juta ton pertahun pada 2014-2015

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menjelaskan kondisi infrastruktur pengairan pada saat ini yang rusak hingga melebihi 50 persen menjadi hambatan untuk mencapai target surplus tersebut. Untuk itu Dewan Sumber Daya Air memberikan  rekomendasi untuk segera melakukan perbaikan.

"Salah satu rekomendasi (Dewan SDA) perbaikan irigasi yang ada kaitannya dengan bagaimana memperbaiki jaringan irigasi yang 52 persen rusak," ujar Armida dikantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/1).

Menurutnya dalam perbaikan saluran irigasi ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dalam hal ini adalah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian. Selain itu, katanya Dewan SDA juga memberikan rekomendasi terkait dengan tujuan pembangunan milenium (MDGs) disektor air minum dan air bersih, termasuk pengolahan limbah dan sanitasi.

"Dewan sumber daya air ini tugasnya memberikan rekomendasi kepada Presiden. Nah dari situ oleh K/L ditindaklanjuti. Dari sekian rekomendasi mungkin menghadapi 2014 kita harus prioritaskan mana dan nanti terkait dengan prioritas nasional yang lebih mendetail," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan rekomendasi SDA bertujuan supaya pemerintah dapat mengelola sumber daya air demi meningkatkan ketahanan pangan nasional, menjelang berarkhirnya target waktu surplus beras 10 juta ton pada 2014.

"Yang harus dilakukan adalah rehabilitasi irigasi, pencetakan sawah baru, jangan terjadi konversi itu yang disarankan dan nanti akan menjadi kebijakan kita," pungkasnya.