Logo BeritaSatu

AAJI: Aset Asuransi Jiwa Indonesia Bisa Tembus Rp 3.000 T

Jumat, 1 Juli 2022 | 19:56 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Bandung, Beritasatu.com - Tingkat penetrasi industri asuransi jiwa nasional berkutat di kisaran 1,2%-1,4% dalam beberapa tahun belakangan. Besaran tersebut diharapkan tumbuh tiga kali lipat seperti Malaysia atau Thailand agar industri asuransi jiwa bisa lebih kontributif terhadap perekonomian nasional dengan potensi total aset mencapai Rp 3.000 triliun.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyampaikan, misi dan harapan industri tentu ingin semua penduduk bisa terproteksi asuransi. Namun demikian, penetrasi asuransi jiwa dari negara sekaliber Hongkong atau Jepang pun masih di bawah 20%.

"Seumpama penetrasi dan densitas kita ada di tingkat Malaysia atau Thailand saja, kita sempat simulasikan, harusnya hari ini total aset asuransi jiwa bisa sekitar Rp 2.500-Rp3.000 triliun. Bisa dibayangkan kalau ada Rp 2.000 triliun tambahan untuk diinvestasikan, berapa banyak tambahan pelabuhan, bandara, jalan tol atau jembatan yang bisa didanai?" ungkap Budi di acara Media Gathering AAJI di Bandung, Jumat (1/7/2022).

Budi mengatakan, pertumbuhan penetrasi asuransi jiwa akan seiring dengan meningkatnya ketahanan finansial keluarga Indonesia atas risiko sakit atau meninggal dunia. Lebih jauh lagi, tentu industri asuransi dapat berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

"At the end of the day, kami percaya bisnis kami ini tidak hanya sekedar berbisnis, tapi juga menciptakan insan-insan Indonesia yang lebih tahan akan risiko keuangan dan lebih punya rencana masa depan lebih baik. Kami juga percaya, pada saatnya bisa mendukung sumber daya manusia yang ada untuk bisa lebih andal dan bersaing dengan negara-negara tetangga," kata Budi.

Mengacu data OJK yang dikutip AAJI, tingkat penetrasi asuransi jiwa Indonesia pada tahun 2020 terjaga di kisaran 1,2%. Sedangkan Thailand di level 3,4%, Malaysia sebesar 4%, Jepang 5,8%, Singapura 7,6%, dan Hongkong sebesar 19,2%. Indonesia bahkah tercatat paling bontot di bawah Vietnam 1,6% dan setara dengan Filipina 1,2%.

Jika disandingkan dengan tingkat densitas, pada tahun 2020 Indonesia mencatat US$ 56. Sedangkan Thailand dan Malaysia masing-masing sebesar US$ 244 dan US$ 415. Adapun total aset industri asuransi jiwa pada kuartal I-2022 tumbuh 6,6% menjadi sebesar Rp 617,02 triliun.

Sementara itu, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, asosiasi memang tidak mematok angka pasti untuk besaran penetrasi asuransi jiwa. Meski begitu, diharapkan Indonesia tidak terus tertinggal dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Penetrasi asuransi bisa dibilang kita masih yang paling rendah. Ini suatu potensi besar, kalau bisa mencapai seperti Thailand, dimana penetrasi dapat meningkat tiga kali lipat," ujar dia.

Menurut dia, salah satu akar masalahnya adalah tingkat literasi dan inklusi keuangan, khususnya terkait asuransi. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019, indeks inklusi keuangan mencapai 76,19% dan indeks literasi keuangan mencapai 38,03%.

Pada survei yang sama, tingkat inklusi asuransi hanya 13,15% pada 2019, meski relatif naik dari tahun 2013 sebesar 11,80%. Menariknya, tingkat literasi sektor asuransi tercatat lebih tinggi sebesar 19,40% pada 2019, meningkat dibandingkan 17,80% pada tahun 2013.

"Ini peran semua stakeholders, AAJI sudah menempuh beberapa hal seperti mengajak beberapa perguruan tinggi untuk ikut memahami dan untuk juga meningkatkan awareness masyarakat tentang pentingnya berasuransi," jelas Wiroyo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Kompor Listrik Induksi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah memasifkan uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Karabha Digdaya Komitmen Fasilitasi Kemajuan Pelaku UMKM

PT Karabha Digdaya bersama-sama stakeholders meresmikan gerai UMKM di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

EKONOMI | 26 September 2022

Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi

Green Pramuka City turut merasakan pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian dan mendorong turunnya indeks demand properti.

EKONOMI | 26 September 2022

Multifinance Bidik Peluang Pembiayaan Kendaraan Listrik

Inpres 7/2022 terkait Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, menjadi angin segar untuk industri multifinance.

EKONOMI | 26 September 2022

Anson Company dan Mayekawa Perkuat Bisnis Rantai Pendingin

Kerja sama strategis Anson Company dan Mayekawa selama 49 tahun pecahkan rekor pembelian produk dengan 29 unit kompresor rantai pendingin industri.

EKONOMI | 26 September 2022

Proshop Card, Strategi Daikin Perkuat Layanan Konsumen

Ketatnya persaingan bisnis AC di Indonesia memacu PT Daikin Airconditioning Indonesia untuk memperkenalkan Daikin Proshop Card.

EKONOMI | 26 September 2022

Konversi Kompor LPG ke Listrik Dinilai Bisa Sia-sia Jika...

Program konversi kompor LPG ke listrik dengan membagikan kompor induksi gratis tanpa melakukan penarikan tabung LPG 3 kg akan sia-sia.

EKONOMI | 26 September 2022

Sri Mulyani Catat Realisasi PC-PEN Capai Rp 214,9 Triliun

Sri Mulyani menyatakan, program PC-PEN telah terealisasi Rp 214,9 triliun hingga 16 September 2022 atau 47,2% dari pagu anggaran Rp 455,62 triliun.

EKONOMI | 26 September 2022

Ambisius, RHB Sekuritas Targetkan Masuk Peringkat 10 Besar

PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai anak perusahaan dari RHB Investment Bank, memiliki misi menjadi salah satu dari 10 sekuritas terbaik di Indonesia.

EKONOMI | 26 September 2022

Heboh Minuman Berpemanis Kena Cukai? Ini Kata Kemenkeu

Askolani menyampaikan, pemerintah berencana untuk mengenakan cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

NEWS | 2 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings