Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bahlil: Pembangunan IKN Harga Mati dan Harus Jalan Terus

Rabu, 20 Juli 2022 | 21:58 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal 2 Tahun 2022 secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Rabu (20/07/2022).

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, terdapat sejumlah negara yang berminat menanamkan modal dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)

Ia pun menegaskan, pembangunan IKN Nusantara tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah diputuskan pemerintah.

"Menurut saya tidak ada kata mundur, pembangunan IKN harga mati dan harus jalan terus,” ucap Bahlil dalam konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal II Tahun 2022, Rabu (20/7/2022).

Menurut Bahlil, beberapa negara yang sudah berminat untuk investasi di IKN Nusantara yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Korea, Taiwan, dan Tiongkok.

Dia mengatakan, UEA sudah menaruh modal sebesar US$ 20 miliar di Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Adapun biaya pembangunan IKN dibutuhkan anggaran Rp 466 triliun. Dari jumlah tersebut, 20% pembiayaan berasal dari APBN dan sisanya berasal dari investasi murni.

"Kawasan-kawasan dibangun pemerintah terkait infrastruktur dasar untuk nilai ekonomi tinggi. Mereka memang mau investasi di Indonesia. Investasi yang mereka masuk tidak hanya di properti, mereka mau bikin di sumber daya alam, bikin hilirisasi,” kata Bahlil.

Bahlil menuturkan, belum lama ini sudah mendampingi chairman Foxconn bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan menyampaikan keinginannya untuk ikut masuk di proyek pengembangan IKN.

"Kemarin saya mengatur pertemuan lagi untuk bapak Presiden ke Korea, saya ketemu Posco. Posco pun ingin melakukan investasi, makanya kita kesana mau lakukan kunjungan ke beberapa pengembangan kota baru," tegas Bahlil.

Bahlil menjelaskan, peningkatan investasi merupakan salah satu bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi. Realisasi investasi selama semester I tahun 2022 mencapai Rp 584,6 triliun.

Realisasi investasi semester I 2022 ini sudah mencapai 48,7% dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebesar Rp 1.200 triliun dan 60,4% dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang sebesar Rp 968,4 triliun.

"Realisasi investasi sebesar Rp 584,6 triliun ini meningkat 32% dari periode yang sama tahun 2021. Pada semester II 2022 ini terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 639.547 orang. Ini tenaga kerja langsung, padahal dalam teori ekonomi itu harusnya bertambah tiga kali lipat,” kata Bahlil Lahadalia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI