Logo BeritaSatu

Harga Emas Naik karena Pelemahan Dolar dan Risiko Ekonomi

Jumat, 22 Juli 2022 | 08:59 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas naik 1% pada Kamis (21/7/2022) dari level terendah 1 tahun, diuntungkan beberapa minat safe-haven di tengah kekhawatiran ekonomi karena pelemahan dolar melemah.

Emas di pasar spot naik 1,03% pada US$ 1.713,69 per ons setelah mencapai US$ 1.680,25, terendah sejak akhir Maret 2021. Harga emas berjangka AS naik 0,73% menjadi US$ 1.712,30 per ons.

Membantu kenaikan harga emas, euro melonjak terhadap dolar AS sebelum memangkas kenaikan, setelah European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan karena kekhawatiran inflasi mengalahkan pertimbangan pertumbuhan, bahkan ketika ekonomi zona euro tertekan akibat perang Rusia di Ukraina.

"Situasi buruk secara keseluruhan mulai aspek geopolitik Ukraina, lonjakan harga energi, dan utang dalam jumlah besar, semuanya mendorong minat beli emas," kata analis di RJO Futures Daniel Pavilonis.

Pelemahan dolar juga membuat emas lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Harga emas bersaing dengan dolar sebagai tempat yang aman.

Namun secara keseluruhan, emas telah turun lebih dari US$ 380 sejak awal Maret karena reli dolar menambah hambatan kenaikan suku bunga agresif, yang mengurangi biaya peluang menahan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

"Emas tetap terperangkap di antara inflasi yang meningkat, kekhawatiran yang berkembang atas resesi dan pelarian ke kualitas di satu sisi, tetapi kenaikan suku bunga yang tajam, USD yang kuat dan permintaan musiman yang lemah di sisi lain," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Investor sekarang fokus pada Federal Reserve AS The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin minggu depan.

Harga perak naik 0,5% menjadi US$ 18,75 per ons, platinum menguat 0,8% pada US$ 864,90. Sementara paladium turun 0,8% menjadi US$ 1.846,54.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Luncurkan FinGreen, QNET Dorong Kemajuan Literasi Keuangan

QNET meluncurkan FinGreen, program literasi keuangan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

EKONOMI | 30 September 2022

Brand Dituntut Kreatif di Tengah Ketatnya Kompetisi Digital

Peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun memberikan peluang bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan brand awareness.

EKONOMI | 30 September 2022

Asabri Serahkan Santunan Program JKM Prajurit TNI AU

Asabri menyerahkan santunan dari manfaat program JKM (Jaminan Kematian) kepada ahli waris Serda Khodir yang meninggal dunia saat aktif berdinas.

EKONOMI | 30 September 2022

Jasa Raharja Dukung Pengembangan Ekowisata di Wakatobi

Kontribusi Jasa Raharja untuk mendukung pengembangan ekowisata di Wakatobi tersebut diberikan melalui sejumlah kegiatan.

EKONOMI | 30 September 2022

Kawasan TOD Dukung Mobilitas dan Hemat Biaya Transportasi

Konsep TOD mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas.

EKONOMI | 30 September 2022

Bank Muamalat Bukukan Pembiayaan Rp 18,93 Triliun

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan total pembiayaan mencapai Rp 18,93 triliun pada semester I 2022, turun signifikan 32,12%.

EKONOMI | 30 September 2022

Majukan SDM Pertanian, Petrokimia Gresik Resmikan Program Sekolah Makmur

Petrokimia Gresik meresmikan program “Sekolah Makmur” untuk memajukan SDM pertanian dengan pemberangkatan 30 Taruna Makmur ke berbagai daerah

EKONOMI | 30 September 2022

Xurya Bantu Perusahan Beralih ke Energi Ramah Lingkungan

Xurya, penyedia solusi energi bersih dan terbarukan menawarkan skema sewa tanpa investasi pada perusahaan di Indonesia.

EKONOMI | 30 September 2022

Menperin: Indonesia Jangan Hanya Jadi Konsumen Produk Halal

Indonesia seharusnya tidak sekedar menjadi konsumen produk halal, tetapi menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

EKONOMI | 30 September 2022

Kepemilikan Asing di SBN Turun, Ternyata Ada Untungnya

Menurunnya porsi kepemilikan asing terhadap SBN Indonesia saat ini justru memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tidak mudah terguncang.

EKONOMI | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agarLukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agarLukas Enembe Hindari Pemeriksaan

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings