Logo BeritaSatu

Terpuruk karena Pandemi, UMKM Bali Bangkit Berkat Go Digital

Kamis, 28 Juli 2022 | 20:08 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku UMKM termasuk di Bali beradaptasi memanfaatkan platform digital untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Hasil survei United Nation Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) menyebutkan bahwa, sekitar 44% UMKM yang disurvei, telah berjualan di platform e-commerce selama pandemi.

Dua UMKM Bali yang berhasil bangkit dari keterpurukan berkat go digital adalah IniTempe dan Grande Granola. Pemilik IniTempe, Beni Santoso, baru mulai mengenal dan memanfaatkan platform digital saat pandemi tahun 2020, setelah sejak berdiri tahun 2016 hanya menjual produk tempenya secara offline ke berbagai restoran di Bali.

"Pandemi Covid-19 membuat banyak restoran di Bali tutup dan memaksa saya mencari solusi agar bisnis tetap berjalan. Ditambah lagi, mayoritas pembeli IniTempe merupakan warga asing yang jumlahnya terus menurun sejak pandemi," kata Beni dalam keterangan tertulisnya Kamis (28/7/2022).

Setelah beralih ke online, IniTempe mulai memasarkan produknya ke luar pulau Bali melalui e-commerce. "Kami tidak akan bisa menang di kandang sendiri. Oleh karena itu, saya memutuskan jualan online. Berkat go digital saya bisa ekspansi ke pulau lain. Di tengah pandemi, IniTempe tidak melakukan PHK," jelas Beni.

Kini, produk IniTempe yang dipasarkan menjadi beragam dari semula hanya menjual tempe segar. Sekarang IniTempe menjual berbagai jenis produk olahan berbahan dasar tempe seperti cokelat tempe dan keripik tempe.

“Saya memilih e-commerce lokal karena target market yang tepat dan sesuai. Banyak juga pembeli yang memilih belanja melalui e-commerce karena lebih secure,” ujar Beni.

Sementara produk asal Bali lainnya, Grande Granola, fokus memproduksi sereal berbahan dasar granola menggunakan gandum bersertifikasi organik, tanpa bahan pengawet. Pemilik Grande Granola, Luciana Dewi, menceritakan perjuangannya dalam mengembangkan bisnis di tengah pandemi.

Awalnya Grande Granola mengandalkan pemasukan dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, sejak pandemi turis di Bali menurun signifikan. Hal ini turut berdampak terhadap bisnis Grande Granola. “70% penghasilan sebelum pandemi berasal dari turis asing dan turis lokal, setelah pandemi, omzet kami jatuh hingga 40%,” kata Luciana.

Luciana pun mencari strategi baru demi bangkit dari keterpurukan meskipun penjualannya terus menurun. Salah satunya mengembangkan bisnis secara online melalui platform digital.

“Sejak go digital Grande Granola mulai dikenal dan jumlah pembeli terus meningkat. Pendapatan kami di masa pandemi 80% berasal dari salah satu platform e-commerce asal Indonesia yaitu Tokopedia,” kata dia.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Luciana memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini, Grande Granola telah memberdayakan perempuan lokal di Bali.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Omzet usaha mikro di Desa Jaddih meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk karya peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Kripto Dibahas di RUU P2SK, Pelaku Industri Soroti Biaya Transaksi

RUU P2SK berpengaruh terhadap pelaku industri kripto, karena memasukkan aset kripto sebagai bahasan yang akan diatur dalam RUU tersebut.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Subang Akan Menjadi Kawasan Industri

Pulo Gadung dinilai sudah tidak layak untuk lahan industri dan Subang dengan Bandara Kertajati serta dilalui Kereta Cepat Bandung bisa menjadi alternatif. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Kripto November Hancur-hancuran, Intip Proyeksi Desember

Sepanjang November 2022, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung alami penurunan tajam.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Sepekan, IHSG Turun dan Kapitalisasi Naik Jadi Rp 9.512 T

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 0,48% menjadi 7.019,639 dari 7.053,150 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

Saham energi sejak awal tahun hingga 2 Desember 2022 (year to date/ytd) melonjak 87,3%. Di belakang sektor energi adalah sektor perindustrian.

EKONOMI | 3 Desember 2022

IPO Jumbo, XXI Cineplex Bidik Dana hingga Rp 17 triliun

 Perusahaan pengelola bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya atau bioskop XXI Cineplex berencana menjadi perusahaan terbuka.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Mulai 1 Desember 2022 Pertamina lakukan uji coba penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Babak Pertama, Argentina Unggul 1-0 Lewat Gol Messi

Piala Dunia 2022: Babak Pertama, Argentina Unggul 1-0 Lewat Gol Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 16 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE