Logo BeritaSatu

Ini Penyebab Utama Masyarakat Buru-buru Cairkan Dana JHT

Jumat, 29 Juli 2022 | 18:39 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perencana Keuangan Safir Senduk mengungkapkan, banyak masyarakat yang mencairkan dana jaminan hari tua (JHT) di awal lantaran tidak memiliki tabungan atau simpanan. Penyebab utamanya, karena gaya hidup yang boros serta tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Karenanya, kata Sadir Senduk, penting sekali menyisihkan setiap penghasilan yang diterima untuk disimpan atau ditabung, sehingga ketika mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak sampai harus mencairkan dana JHT untuk persiapan masa tua.

Advertisement

"Setiap manusia mengalami kejadian-kejadian yang ada dalam hidupnya, mulai dari lahir, sekolah, bekerja, menikah, melahirkan. Program JHT adalah untuk menyiapkan event kita di hari tua nanti. Yang terjadi, banyak dari kita yang mencairkan JHT buru-buru. Alasanya karena mereka tidak punya simpanan, salah satunya karena boros, tidak punya perencanaan keuangan," kata Safir Senduk dalam program Lunch Talk Beritasatu TV, Jumat (29/7/2022).

Safir juga mengingatkan pentingnya mencairkan JHT di masa tua atau usia pensiun, bukan ketika masih usia produktif. Bila terlalu dini mencairkan dana JHT, berbagai risiko akan ditanggung di masa tua nanti.

"Program ini bagus sekali dan sudah menjadi praktik internasional. Negara mengurusi rakyatnya, memikirkan rakyatnya melalui JHT. Adapun yang harus kita lakukan adalah, jangan cairkan di awal karena risikonya nanti tidak bisa terbayar," kata Safir Senduk

Ketika pekerja mengalami PHK, Safir mengatakan mereka sebetulnya bisa memanfaatkan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), di mana salah satu manfaatnya berupa uang tunai selama 6 bulan. Namun karena sudah tidak punya penghasilan, gaya hidupnya pun harus disesuaikan.

"Mindset-nya adalah, jangan mentang-mentang sudah ada JKP, lalu pada saat di PHK pengeluaran kita tetap sama seperti ketika masih bekerja. Begitu pengeluaran kita tetap sama, tetapi dapatnya lebih sedikit, kemudian kita complain, tidak begitu. Jadi kita harus melakukan penyesuaian gaya hidup," ujarnya.

Pengeluaran sendiri menurutnya ada tiga macam, yaitu pengeluaran wajib, pengeluaran karena kebutuhan, dan pengeluaran karena keinginan.

"Adapun yang harus didahulukan itu wajib dan butuh. Kebiasaan kita adalah setiap kali dapat penghasilan, fokus kita yang ingin dulu, puaskan dulu emosinya, baru kemudian bayar yang wajib dan butuh. Jadi kuncinya pada saat di PHK, stop dulu inginnya, kita fokus pada wajib dan butuh, dan di masa sekarang ini fokus pada pembelian bahan makanan," pesan Safir.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa 5,3 Persen

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Aplikasi Teknologi Baru Turunkan Emisi Karbon Sektor Energi

Penerapan teknologi CCS dan CCUS dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan produksi migas sekaligus mencapai target penurunan emisi karbon.

EKONOMI | 7 Februari 2023

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini masih cukup gemuk, yakni sebanyak 1.600 BPR.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2023

Airlangga mengatakan, pemerintah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di tahun 2023.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Jokowi Harapkan Dukungan Program Hilirisasi, Ini Respons OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, sejatinya minat industri jasa keuangan memberikan pembiayaan program hilirisasi industri cukup besar.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pluang Ajak Investor Ritel Cerdas Kenali Risiko Investasi

Pluang mengimbau investor ritel di Indonesia untuk memperhatikan status legalitas entitas bisnis yang menjual saham AS.

EKONOMI | 7 Februari 2023

PTPP Gandeng 5 BUMN Bentuk Usaha Patungan Beton Pracetak

PT PP (Persero) Tbk atau PTPP bersama 5 BUMN Karya lainnya membentuk perusahaan patungan beton pracetak bernama PT Karya Logistik Nusantara.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Kemenkeu Belum Terapkan Cukai Minuman Berpemanis, Ini Alasannya

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menyampaikan, pengenaan cukai minuman berpemanis mempertimbangkan kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pekan Ini Ombudsman Periksa Bappebti

Ombudsman segera memeriksa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait dugaan malaadministrasi dalam proses pembentukan bursa kripto.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Bisnis Warunk Upnormal Mulai Berguguran, Apa Penyebabnya?

Channel Youtube Bennix yang banyak mengulas tentang dunia saham menganalisa tujuh penyebab runtuhnya bisnis Warunk Upnormal.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 1 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE