Logo BeritaSatu

Harga Emas Tertekan karena Imbal Hasil dan Dolar Naik

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:28 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas diperdagangkan dalam kisaran ketat pada Rabu (3/8/2022) tertekan penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS (Treasury) karena komentar hawkish pejabat Federal Reserve AS (the Fed) sehingga menyeret logam mulia lebih jauh dari puncak 1 bulan sesi lalu.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$ 1.761,76 per ons dan harga emas berjangka AS turun 0,7% menjadi US$ 1.776,4.

Indeks dolar naik 0,2%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga melonjak ke level tertinggi dalam hampir 2 minggu.

"Beberapa pejabat Fed telah mengulangi sikap agresif, yang menjaga arus masuk (dalam emas) terbatas," kata analis OANDA, Edward Moya.

Namun kata dia, ketakutan resesi ekonomi global akan mengakhiri kenaikan suku bunga agresif ini. "Jadi emas harus mempertahankan tren bullish," kata dia.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly pada Rabu mengatakan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan depan akan masuk akal, jika ekonomi berkembang seperti yang diharapkan.

Lingkungan suku bunga tinggi membuat emas batangan kurang menarik karena tidak menghasilkan bunga.

Memburuknya hubungan antara Washington dan Beijing atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan telah mendorong harga emas ke level tertinggi sejak 5 Juli pada Selasa (2/8/2022) di US$ 1.787,79.

Emas dianggap sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Investor menunggu data pekerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat besok.

"Angka ketenagakerjaan hari Jumat kemungkinan akan memberi kejelasan seperti apa langkah pengetatan Fed," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Sementara harga perak di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 20,00 per ons, platinum menguat 0,5% menjadi US$ 898,21, sementara paladium turun 1,8% menjadi US$ 2.024.73.

Analis telah menurunkan secara tajam perkiraan harga untuk platinum dan paladium karena perlambatan ekonomi global mengurangi permintaan, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Luncurkan FinGreen, QNET Dorong Kemajuan Literasi Keuangan

QNET meluncurkan FinGreen, program literasi keuangan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

EKONOMI | 30 September 2022

Brand Dituntut Kreatif di Tengah Ketatnya Kompetisi Digital

Peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun memberikan peluang bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan brand awareness.

EKONOMI | 30 September 2022

Asabri Serahkan Santunan Program JKM Prajurit TNI AU

Asabri menyerahkan santunan dari manfaat program JKM (Jaminan Kematian) kepada ahli waris Serda Khodir yang meninggal dunia saat aktif berdinas.

EKONOMI | 30 September 2022

Jasa Raharja Dukung Pengembangan Ekowisata di Wakatobi

Kontribusi Jasa Raharja untuk mendukung pengembangan ekowisata di Wakatobi tersebut diberikan melalui sejumlah kegiatan.

EKONOMI | 30 September 2022

Kawasan TOD Dukung Mobilitas dan Hemat Biaya Transportasi

Konsep TOD mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas.

EKONOMI | 30 September 2022

Bank Muamalat Bukukan Pembiayaan Rp 18,93 Triliun

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan total pembiayaan mencapai Rp 18,93 triliun pada semester I 2022, turun signifikan 32,12%.

EKONOMI | 30 September 2022

Majukan SDM Pertanian, Petrokimia Gresik Resmikan Program Sekolah Makmur

Petrokimia Gresik meresmikan program “Sekolah Makmur” untuk memajukan SDM pertanian dengan pemberangkatan 30 Taruna Makmur ke berbagai daerah

EKONOMI | 30 September 2022

Xurya Bantu Perusahan Beralih ke Energi Ramah Lingkungan

Xurya, penyedia solusi energi bersih dan terbarukan menawarkan skema sewa tanpa investasi pada perusahaan di Indonesia.

EKONOMI | 30 September 2022

Menperin: Indonesia Jangan Hanya Jadi Konsumen Produk Halal

Indonesia seharusnya tidak sekedar menjadi konsumen produk halal, tetapi menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

EKONOMI | 30 September 2022

Kepemilikan Asing di SBN Turun, Ternyata Ada Untungnya

Menurunnya porsi kepemilikan asing terhadap SBN Indonesia saat ini justru memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tidak mudah terguncang.

EKONOMI | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Alvin Bahar dan Avila Dapat Suntikan Motivasi di Putaran 5 ISSOM

Alvin Bahar dan Avila Dapat Suntikan Motivasi di Putaran 5 ISSOM

SPORT | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings