Logo BeritaSatu

APBN Harus Diselamatkan, Ekonom Indef Sarankan Dua Hal ini

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah perlu menyelamatkan APBN di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19. Jika tidak, pemerintah sekarang akan mewariskan kondisi APBN yang rentan dan rapuh.

"Bahkan saat ini pun menjadi jalan menuju krisis anggaran atau resesi seperti telah dirasakan negara-negara lain," kata Ekonom Indef Didik J Rachbini dalam keterangan tertulisnya Kamis (4/8/2022).

Dia mengatakan tekanan pada APBN datang dari dua hal, yakni subsidi yang sangat besar, terutama energi karena kenaikan harga. Hal lain adalah tekanan akibat pembayaran utang.

Presiden Jokowi dinilai berani mengambil kebijakan ekonomi dan keputusan rasional obyektif untuk solusi bangsa meskipun sering kontroversial bagi publik. Di awal pemerintahannya, Presden tegas mengambil keputusan mengurangi subsidi cukup besar tetapi memberikan subsidi langsung untuk rakyat miskin "Namun Presiden saat ini belum mengambil keputusan mengurangi subsidi energi sebesar Rp 500 triliun," kata dia.

Pada tahun depan 2023 kata dia, pemerintah dan DPR harus mengembalikan defisit di bawah 3% sesuai undang-undang. Jika rencana tahun depan gagal, maka menjadi pelanggaran konstitusi yang serius bagi pemerintah. Namun bisa jadi sesuai karakter DPR yang sekarang akan main-main dengan konstitusi, mengubah lagi target defisit tersebut di atas 3%. Kemungkinan yang kedua ini bisa terjadi karena karakter kolektif kebiasaan DPR dan pemerintah mempermainkan APBN dan konstitusi itu sendiri.

Masukan berikutnya adalah jika presiden dikenal sebagai kepala negara yang rajin blusukan ke pasar, maka yang harus dilakukan kelanjutannya adalah blusukan ke sektor-sektor industri kecil dan besar. Di sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi ini kinerja cukup rendah sehingga pertumbuhan ekonomi stagnan di sekitar dan di bawah 5%.

Dia mengatakan sektor industri adalah tulang punggung pertumbuhan tinggi pada dekade 1980-an dan 1990-an. Pertumbuhan ekonomi sekitar 7%-8% pada dekade tersebut. Tingkat pertumbuhan sektor industri dua digit sampai 12%. Pada saat yang sama tingkat pertumbuhan ekspor mencapai 20%-24%. "Berbeda dengan durian runtuh ekspor naik 1 tahun terakhir ini, yang akan lenyap kembali tahun berikutnya.," kata Didik.

Menurut dia, berkali-kali presiden mengungkap perlunya hilirisasi adalah cikal bakal untuk penguatan sektor industri. Sekarang, peranan sektor industri di dalam ekonomi terus mengalami penurunan. Hilirisasi dan banyak sumber daya alam (nikel, batu bara, mineral lain, gas alam, sawit, dan banyak lagi lainnya) merupakan jalan untuk memperkuat kembali sektor industri kita.

Untuk kebijakan ke depan, dia mengusulkan agar menjalankan strategi kebijakan ekonomi outward loking atau berorientasi keluar dengan pilar kebijakan ekspor dan investasi yang berkualitas (bukan investasi yang mengeruk pasar dalam negeri).
Strategi ini dalam sejarah ekonomi modern sudah dilakukan dilakukan semua negara maju, yang sukses melewati jebakan pendapatan menengah (middle income trap), seperti Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, dan akan menyusul Vietnam, yang sudah menyalip Indonesia. "Kebijakan ini pernah dijalankan Indonesia pada tahun 1980-an, yang merupakan best practice dari kebijakan ekonomi Indonesia yang pernah ada," kata dia.

Jika tidak, Indonesia akan stagnan sebagai negara berpendapatan menengah bawah (US$ 4.000 per kapita) dan sering tergelincir menjadi negara berpendapatan menengah bawah. "Sudah 7 tahun lamanya kita tersendat di tingkat pendapatan US$ 4.000 per kapita tersebut," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ganjar Dorong Negara Uni Eropa Investasi di Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendorong negara Uni Eropa untuk berinvestasi di Jateng, khususnya di bidang high technology.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Menko Airlangga Pastikan Kartu Prakerja Berlanjut di 2023

Airlangga menegaskan, pemerintah akan menambah anggaran kartu prakerja sebesar Rp 5 triliun dengan target peserta 1,5 juta orang.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Telkom Pastikan Kesiapan Infrastruktur Telekomunikasi KTT G-20

PT Telkom Indonesia memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi untuk menyukseskan penyelenggaraan KTT G-20 di Nusa Dua, Bali, 15-16 November 2022.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Rangkul Startup, Mandiri Capital Luncurkan Program Xponent

PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) meluncurkan program Xponent sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem digital di tanah air.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

BLT Jadi Katalis Positif Tingkat Kepuasan untuk Jokowi

BLT ke masyarakat kecil di tengah kenaikan harga BBM memberikan memberikan katalis positif terhadap peningkatan kepuasan bagi Jokowi.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Askrindo Pangkas Portofolio Produk Asuransi Kredit

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mulai menghentikan pemasaran produk asuransi kredit konsumtif sejak 2021.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Centratama Borong 397 Menara PTAC Senilai Rp 1,17 Triliun

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) mengakuisisi 397 menara telekomunikasi PT Anugerah Communication (PTAC) senilai Rp 1,17 triliun.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Pasar Kripto Perlahan Mulai Bangkit Menuju Zona Hijau

Pergerakan pasar kripto mengikuti performa apik di indeks saham AS, yang mulai bangkit kembali melaju ke zona hijau.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Sektor Teknologi Penopang Kenaikan IHSG ke7.065 di Sesi I

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 150,4 miliar saham senilai Rp 7,6 triliun.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Tingkatkan Produksi, Dewi Shri Bangun Peternakan Baru

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) sedang mempersiapkan pembangunan peternakan kedua di Kabupaten Cianjur.

EKONOMI | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BMKG: Jakarta Berpeluang Diguyur Hujan hingga Selasa Malam

BMKG: Jakarta Berpeluang Diguyur Hujan hingga Selasa Malam

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings