Logo BeritaSatu

Capai Nol Emisi Karbon, Kebutuhan Investasi 3%-5% dari PDB

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:28 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kebutuhan pembiayaan masih menjadi tantangan dalam agenda penanganan perubahan iklim. Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Medrilzam mengungkapkan, untuk mencapai target nol emisi karbon (net zero emission) pada 2060, kebutuhan investasinya sekitar 3% sampai 5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Dari hitung-hitungan kami, kebutuhan investasi (untuk mencapai target nol emisi karbon) mencapai 3% sampai 5% dari PDB," kata Medrilzam dalam peluncuran laporan Green Economy Index (GEI) atau Indeks Ekonomi Hijau pada The 3rd Development Working Group G20 Side Event “Towards Implementation and Beyond: Measuring the Progress of Low Carbon and Green Economy” di Bali yang disiarkan secara daring, Selasa (9/8/2022).

Indonesia telah mengumumkan komitmennya terhadap inisiatif perubahan iklim global, yaitu pencapaian nol emisi karbon pada tahun 2060 serta Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang menuangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% atas usaha sendiri atau 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

Medrilzan mengatakan untuk menghadapi tantangan kebutuhan investasi yang besar tersebut, tidak bisa hanya mengandalkan fiskal, tetapi perlu keterlibatan dunia usaha.

"Dengan kebutuhan investasi 3% sampai 5% PDB, tidak mungkin semua dengan kapasitas fiskal, harus ada kontribusi dari dunia usaha. Makanya, kita tidak mendorong katakanlah dari fiskal. Yang kita dorong pertama adalah green investment. Jadi pada saat bicara ekonomi hijau, investasi yang lebih hijau ke depan yang menjadi kata kunci. Fiskal hanya sekedar mendorong, membantu, tetapi tidak akan bisa mencapai target kalau tidak ada investasi besar," kata Medrilzam.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Kompor Listrik Induksi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah memasifkan uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Karabha Digdaya Komitmen Fasilitasi Kemajuan Pelaku UMKM

PT Karabha Digdaya bersama-sama stakeholders meresmikan gerai UMKM di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

EKONOMI | 26 September 2022

Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi

Green Pramuka City turut merasakan pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian dan mendorong turunnya indeks demand properti.

EKONOMI | 26 September 2022

Multifinance Bidik Peluang Pembiayaan Kendaraan Listrik

Inpres 7/2022 terkait Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, menjadi angin segar untuk industri multifinance.

EKONOMI | 26 September 2022

Anson Company dan Mayekawa Perkuat Bisnis Rantai Pendingin

Kerja sama strategis Anson Company dan Mayekawa selama 49 tahun pecahkan rekor pembelian produk dengan 29 unit kompresor rantai pendingin industri.

EKONOMI | 26 September 2022

Proshop Card, Strategi Daikin Perkuat Layanan Konsumen

Ketatnya persaingan bisnis AC di Indonesia memacu PT Daikin Airconditioning Indonesia untuk memperkenalkan Daikin Proshop Card.

EKONOMI | 26 September 2022

Konversi Kompor LPG ke Listrik Dinilai Bisa Sia-sia Jika...

Program konversi kompor LPG ke listrik dengan membagikan kompor induksi gratis tanpa melakukan penarikan tabung LPG 3 kg akan sia-sia.

EKONOMI | 26 September 2022

Sri Mulyani Catat Realisasi PC-PEN Capai Rp 214,9 Triliun

Sri Mulyani menyatakan, program PC-PEN telah terealisasi Rp 214,9 triliun hingga 16 September 2022 atau 47,2% dari pagu anggaran Rp 455,62 triliun.

EKONOMI | 26 September 2022

Ambisius, RHB Sekuritas Targetkan Masuk Peringkat 10 Besar

PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai anak perusahaan dari RHB Investment Bank, memiliki misi menjadi salah satu dari 10 sekuritas terbaik di Indonesia.

EKONOMI | 26 September 2022

Heboh Minuman Berpemanis Kena Cukai? Ini Kata Kemenkeu

Askolani menyampaikan, pemerintah berencana untuk mengenakan cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

NEWS | 2 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings