Logo BeritaSatu

Kemenkeu: Juli 2022 Penerimaan Pajak Tumbuh 69,26%

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:11 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga akhir Juli 2022 mencapai Rp 1.028,46 triliun atau 69,26% dari target Perpres 98 Tahun 2022. Penerimaan pajak sebesar Rp 1.028,46 triliun ini tumbuh 58,79% dibandingkan tahun 2021.

Bila dirinci penerimaan pajak terbagi dalam Pajak Penghasilan (Pph) nonmigas sebesar Rp 595 triliun atau 79,4% target; pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PpnBM) sebesar Rp 377,6 triliun atau 59,1% dari target; pajak bumi bangunan (PBB) dan pajak lainnya sebesar Rp 6,6 triliun atau 20,5% dari target; dan pajak penghasilan migas (PPh Migas) sebesar Rp 49,2 triliun atau 76,1% dari target.

“Target ini di Perpres 98 Tahun 2022 yang sebenarnya sudah dinaikkan tetapi (penerimaan pajak) bisa mengalami penerimaan yang cukup impresif,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita) pada Kamis (11/8/2022).

Kinerja penerimaan pajak dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, tren peningkatan harga komoditas. Pada tahun 2021 dengan kenaikan harga komoditas memberikan kontribusi ke penerimaan negara sebesar Rp 15,6 triliun sendiri. Jumlah ini melonjak di tahun 2022 menyusul kenaikan harga komoditas menyumbangkan Rp 174,8 triliun terhadap penerimaan pajak.

Kedua, pertumbuhan ekonomi ekspansif. Ketiga, basis yang rendah pada tahun 2021 akibat pemberian insentif fiskal. Pada tahun 2022 ini dengan pemulihan ekonomi yang terjadi maka pemerintah mulai mengurangi jumlah memberikan insentif fiskal “Berbagai insentif mulai di phaseout, ini (berdampak) penerimaan pajak yang luar biasa tinggi, dana ini akan dipakai untuk bantalan bagi shock absorber baik untuk subsidi, kompensasi, bansos serta berbagai belanja pemerintah lain,” ucap Sri Mulyani.

Keempat, dampak pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Dari pelaksanaan PPS pemerintah berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp 61 triliun.

“PPS tidak akan berulang lagi yang perlu kita waspadai dan monitor sangat detail yaitu kontribusi komoditas. Diluar itu kita berharap penerimaan pajak yang didukung pemulihan ekonomi nasional terus berjalan cukup baik,” pungkas Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dijanjikan 600.000 Ton Beras, Bulog: Hanya Ada 166.000 Ton

Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, dari data yang disampaikan Kementan sebanyak 600.000 ton, Bulog hanya bisa menyerap sebanyak 166.000 ton.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Awas Tertipu Perangkat Bodong, Begini Cara Cek IMEI HP

Masyarakat diminta untuk memastikan nomor IMEI HP yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah SIM yang digunakan agar tidak tertipu ponsel atau HP bodong.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022 Minim Gol Tembakan Jarak Jauh

Piala Dunia 2022 Minim Gol Tembakan Jarak Jauh

SEMESTA BOLA 2022 | 54 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE