Logo BeritaSatu

Ini Skenario Pemerintah jika Harga BBM Naik, Apa Saja?

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:25 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menghadapi dampak kenakan harga komoditas energi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, pemerintah menyiapkan skenario dengan memanfaatkan cadangan dana program Penanganan Covid Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) sebesar Rp 18 triliun sebagai bantalan berupa bantuan sosial.

“Apabila guncangan harga terutama kalau harga BBM atau listrik kemudian tidak bisa tertahan, dan harus dilakukan suatu adjustment, maka perlu suatu bantalan sosial tambahan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita) belum lama ini.

Dia menegaskan, pemerintah tetap memperhatikan dan melakukan antisipasi bila terjadi kenaikan harga komoditas. Pengelolaan APBN dilakukan secara hati-hati agar beberapa tujuan nasional tetap terjaga yaitu pemulihan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja lagi, penurunan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi yang sehat, yang kemudian disertai stabilitas dari sisi harga. “Dengan demikian, berbagai indikator kemajuan dari pembangunan tetap bisa kita capai,” ucap Sri Mulyani.

Sementara Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan tahun ini, pemerintah sudah menganggarkan tambahan anggaran, sehingga subsidi APBN menjadi Rp 502 triliun.

Saat mengajukan tambahan subsidi ke Badan Anggaran DPR, Kemenkeu menggunakan dasar perhitungan harga ICP US$ 100 per barel, kurs rupiah Rp 14.450, dan perkiraan volume konsumsi 15,1 juta kiloliter solar dan pertalite 23,1 juta kiloliter.

“Volume konsumsi sudah sekitar angka yang kita asumsikan yaitu 15,1 juta kiloliter untuk solar dan 23,1 juta kiloliter untuk pertalite. Ini akan terus diwaspadai, mudah-mudahan bisa kita mengelolanya dengan baik terutama untuk volume konsumsi,” jelas Isa.

Dia mengatakan bahwa sejalan dengan permintaan tambahan anggaran untuk subsidi dan kompensasi, pihaknya juga mendapatkan tambahan anggaran Rp 18 triliun. Namun, pemerintah tetap akan mengkaji waktu yang tepat untuk pemberian bansos melalui anggaran tersebut.

“Kami akan kita cermati kapan waktu yang tepat untuk memberikan tambahan bansos, tetapi anggarannya sudah tersedia, mudah-mudahan cukup untuk merespons kenaikan harga yang terjadi sampai akhir tahun,” kata Isa.

Kemenkeu meminta BPH migas dan Pertamina agar bisa menerapkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan konsumsi BBM. Pada saat yang sama, Kemenkeu tetap mencermati kondisi kurs dan harga ICP. Isa berharap agar harga komoditas bisa stabil hingga akhir tahun dan konsumsi BBM di masyarakat tetap terjaga. “Kita akan dukung Pertamina untuk bisa mengendalikan konsumsi dengan menerapkan kebijakan yang tepat pada waktunya,” ucap Isa.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, kenaikan subsidi energi terjadi karena kombinasi dari kenaikan subsidi energi dan konsumsi BBM oleh masyarakat. Menurut Suahasil, kenaikan konsumsi merupakan wujud pemulihan ekonomi domestik. Pada kuartal II 2022, konsumsi rumah tangga tumbuh sangat impresif yaitu 5,51%.

“Ini terjadi pemulihan (ekonomi) dan ada harga yang harus dibayar terutama untuk energi dasar seperti solar, pertalite, dan LPG 3 kg,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Humpuss Internasional Berkomitmen Wujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim

Kehadiran Humpuss di kancah industri kemaritiman Indonesia berperan penting pada kemajuan perekonomian nasional, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Ganjar Pranowo Proyeksikan KIK Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Investor asing dari 11 negara mendirikan pabriknya di KIK, Ganjar Pranowo pun memproyeksikannya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

EKONOMI | 9 Desember 2022

SF Sekuritas Ajak Generasi Muda Melek Pasar Modal

PT Surya Fajar Sekuritas (SF Sekuritas) yang merupakan bagian dari grup usaha PT Surya Fajar Capital Tbk (SF Capital) terus melakukan edukasi pasar modal

EKONOMI | 9 Desember 2022

Indosat Ooredoo Hutchison Tuntas Matikan Jaringan 3G

Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) sudah tuntas mematikan jaringan 3G di Tanah Air.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Penutupan Akhir Pekan, IHSG Terjungkal ke 6.715

IHSG ditutup melemah 89,1 poin (1,31%) ke level 6.715,12. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.695,4–6.804,2.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Hasil Merger, Pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison Capai 100 Juta

Pascamerger, pengguna Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) saat ini mencapai 100 juta pengguna aktif.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Sembilan CEO Raih Gelar Tokoh Finansial Indonesia 2022 Versi Investor Daily

Majalah Investor kembali menganugerahkan penghargaan Tokoh Finansial Indonesia (TFI) untuk para Chief Executive Officer Terbaik dari berbagai bidang usaha.

EKONOMI | 9 Desember 2022

BPJS Ketenagakerjaan Catat Peserta Aktif Capai 36 Juta Tenaga Kerja

Jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 36 juta tenaga kerja tahun ini meningkat 6 juta dari tahun sebelumnya.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Kurs Rupiah Terapresiasi ke Kisaran Rp 15.500

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat(9/12/2022) terpantau menguat ke kisaran Rp 15.500.

EKONOMI | 9 Desember 2022

BI Perkirakan Suku Bunga Acuan The Fed Naik 50 Bps di Desember

Bank Indonesia memperkirakan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau fed fund rate dikerek naik sebesar 50 basis poin (bps) di Desember 2022.

EKONOMI | 9 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Top News, Perempat Final Piala Dunia 2022 dan Pernikahan Kaesang

Top News, Perempat Final Piala Dunia 2022 dan Pernikahan Kaesang

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE