Logo BeritaSatu

Tarif Ojek Online Naik, Sektor UMKM Akan Ikut Terdampak

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:44 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Kenaikan tarif ojek online (ojol) diperkirakan akan ikut berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penetapan tarif baru ojol oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuai pro dan kontra karena berpotensi membebani masyarakat dan ekonomi nasional.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, tarif baru yang ditetapkan oleh Kemenhub kenaikannya mencapai lebih dari 30 persen.

“Kenaikan tarif baru Ojol memang tinggi, mungkin lebih dari 30 persen. Pada kilometer pertama hingga empat saja, kenaikannya sudah 50 persen sehingga nanti tarif ojol baru ini akan terasa sekali,” kata Piter, Jumat (12/8/2022).

Dikatakan, bisnis pelaku usaha sektor mikro atau UMKM yang terkait dengan ojol, seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau makanan lain yang pembeliannya melalui aplikasi, akan mengalami kenaikan. Hal itu dapat membuat penjualan makanan melalui aplikasi turun dan membuat pelaku UMKM terdampak dan kesulitan berusaha disaat mereka mencoba bangkit usai pandemi.

Menurut Piter, UMKM yang tidak terkait dengan ojol, juga akan terdampak secara tidak langsung dari kenaikan harga pangan dan barang akibat produsen besar turut menaikkan harga.

“Jadi, akibat dari kebijakan kenaikan tarif ini, efek bola saljunya sangat besar, dan bisa memicu inflasi menjadi liar,” tegas Piter.

Oleh sebab itu, Piter menyarankan agar pemerintah mengkaji kembali kenaikan tarif ojol yang cukup tinggi tersebut. Menurut dia, kalaupun harus ada kenaikan, sebaiknya dilakukan secara moderat alias tidak langsung tinggi.

“Angka wajar menurut saya itu ya maksimal 10 persen. Saya juga bertanya-tanya mengapa naiknya setinggi itu, kalkulasinya seperti apa?” tanya Piter.

Menurut Oiter, jika kenaikan setinggi itu, tarif ojol nantinya akan mendekati tarif taksi. Kenaikan tarif membuat minat masyarakat mengunakan ojol akan mengalami penurunan. Bila itu yang terjadi, pengemudi akan mengalami dampak negatif yang dapat mengurangi pendapatan.

“Perlu jadi perhatian bahwa masyarakat bawah itu sangat sensitif dengan kenaikan harga. Apalagi daya beli masyarakat sudah tergerus akibat pandemi, banyak PHK, penurunan gaji, kenaikan harga-harga bahan pangan, harga barang, dan sebagainya,” ujar Piter.

Oleh karena itu, pernyataan kenaikan tarif ojol ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi dinilai tidak sepenuhnya tepat. Jika penepatan tarif terlalu tinggi, pendapatan pengemudi akan turun dan memiliki dampak yang cukup luas pada sendi-sendi ekonomi.

“Menurut saya, sebelum ada kenaikan tarif ojol inflasi akan berada di kisaran 5 persen sampai 6 persen. Mengapa sebesar itu, karena banyak produsen belum mentransmisikan kenaikan harga-harga bahan baku terhadap harga jual kepada konsumen. Padahal inflasi di tingkat produsen itu sudah lebih dari 10 persen. Sementara inflasi di tingkat konsumen masih 4 persen,” terang Piter.

Kenaikan tarif ojol yang tinggi ini, lanjutnya, dapat menjadi pemicu bagi produsen untuk mulai menerapkan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Aturan tersebut diteken pada 4 Agustus 2022.

"Kami telah melakukan evaluasi batas tarif terbaru yang berlaku bagi ojek online. Selain itu sistem zonasi masih berlaku 3 zonasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, Senin (8/8/2022).

Rata-rata kenaikan tarif dasar bervariasi dari 30% hingga 40 persen. Lewat peraturan ini, Kemenhub juga menaikkan tarif per-KM di Jabodetabek menjadi Rp2.600 – Rp 2.700 per km, dan Rp2.250 - Rp2.650 per km. Perusahaan aplikasi diminta untuk menyesuaikan besaran biaya tersebut paling lambat 10 hari kalender sejak keputusan menteri ini ditetapkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber.

EKONOMI | 29 September 2022

Brand Finance Beri Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands 2022

Sebanyak 100 perusahaan meraih penghargaan "Top 100 Most Valuable Brands 2022" yang diberikan oleh Brand Finance.

EKONOMI | 29 September 2022

Shell Luncurkan Skenario Peta Jalan Indonesia Capai Target Zero Emisi pada 2060

Membangun sistem energi net-zero di Indonesia pada tahun 2060 merupakan tantangan, tetapi, Shell percaya hal ini secara teknis memungkinkan.

EKONOMI | 29 September 2022

Situasi Ekonomi 2023 Gelap, Sri Mulyani: Segera Kumpulkan Amunisi

Sri Mulyani mengungkapkan, suasana dunia pada 2023 akan sangat menantang, dengan tingkat risiko bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global.

EKONOMI | 29 September 2022

Kemenhub dan Operator Masih Diskusi soal Biaya Aplikasi

Kemenhub bersama operator transportasi online masih melakukan diskusi terkait biaya aplikasi sebesar Rp 2.000 yang dikenakan operator kepada konsumen.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Empat Tantangan Besar Pascapandemi

Sri Mulyani Indrawati membeberkan empat tantangan besar yang dihadapi Indonesia dan negara lainnya setelah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 29 September 2022

Ditopang Kredit, Laba Bank Sumut Naik 12% Capai Rp 345 M

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) hingga semester I 2022 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 345 miliar, atau tumbuh 12,4%.

EKONOMI | 29 September 2022

PAAI Minta Agen Asuransi Adaptif dengan Kondisi Ekonomi

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mengajak seluruh agen asuransi cepat beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang terjadi secara global.

EKONOMI | 29 September 2022

Gandeng PMI, Pelaku Usaha Perbankan Berbagi Sesama

Donor darah merupakan wujud peduli pelaku usaha perbankan kepada sesama sebagai bentuk kontribusi nyata.

EKONOMI | 29 September 2022

Wow! Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi Capai 1.700 Km

Pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol di era Jokowi dilakukan secara masif dibandingkan era sebelumnya.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Indonesia International Challenge: Sengit, Tasya Farahnailah Lolos Perempatfinal

Indonesia International Challenge: Sengit, Tasya Farahnailah Lolos Perempatfinal

SPORT | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings