Logo BeritaSatu

Entitas Syariah Wanaartha Life Dilirik Investor Qatar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:57 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Calon investor asal Qatar dikabarkan tertarik untuk masuk ke entitas syariah PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life). Sambil menunggu kehadiran investor baru dan suntikan modal dari pemegang saham, kini perseroan mulai menerapkan rencana cadangan.

"Calon investor dari Singapura masih on progress. Tetapi (investor) yang sekarang berminat masuk ke entitas syariah itu berasal dari Qatar, itu arranger kami yang konfirmasikan," beber Presiden Direktur Wanaartha Life Adi Yulistanto kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Adi mengungkapkan, pihaknya cukup optimistis dengan minat calon investor asal Qatar tersebut. Pasalnya, presentasi arranger pada dua pekan lalu dinilai berhasil dan mendapat respons positif.

"Bahkan ada nada yang sedikit menyatakan, wah bagus nih sudah bersih-bersih. Jika nanti mereka masuk, bisa dibilang tidak ada masalah lagi. Mereka ini grup besar di Qatar dan memang menjalankan bisnis berbasis syariah, jadi cukup match-lah. Mereka juga melihat potensi di Indonesia dengan bonus demografi yang ada, mereka juga cukup optimistis," ungkap Adi.

Lebih lanjut, Adi mengatakan, upaya penyehatan keuangan dan penyelamatan polis nasabah dilakukan manajemen baru melalui rencana utama dan rencana cadangan. Dua rencana itu dirancang saling mendukung dan dapat berjalan beriringan menyesuaikan kondisi dan situasi terkini.

"Rencana utama itu, pertama, sebenarnya mengandalkan setoran modal dari pemegang saham. Kedua, masuknya investor. Namun dalam situasi seperti ini, yang mengguncangkan semua pihak yaitu penetapan tujuh tersangka, sedikit banyak itu mengganggu rencana utama. Hal ini wajar, karena investor yang tadinya sudah mau masuk tiba-tiba bilang, loh ini ada apa?". Ini memberi dampak," papar Adi.

Belum lagi, kata dia, liabilitas Wanaartha Life yang dicatatkan pada akhir 2021 telah mencapai Rp 15 triliun, dengan total aset hanya sebesar Rp 5 triliun. Dengan neraca seperti itu, ekuitas dalam posisi negatif sampai dengan Rp 10 triliun dan tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) bahkan negatif sampai dengan 2.000%.

Ada liabilitas yang telah jatuh tempo senilai Rp 3 triliun di akhir 2021 dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Nasib sekitar 28.000 total nasabah dan lebih dari 30.000 total polis perlu disikapi sedini mungkin. Dari liabilitas yang ada, baru sekitar Rp 3 miliar yang dibayarkan perusahaan sampai saat ini.

Menurut Adi, jika tidak ada pendekatan dan antisipasi sedini mungkin, maka liabilitas yang ada akan semakin membengkak. Pada akhirnya penyehatan keuangan dan penyelamatan polis akan semakin sulit untuk diselesaikan. Apalagi fokus pemegang saham pengendali (PSP) saat ini terbagi antara menyelesaikan permasalahan perusahaan dan permasalahan hukum.

Oleh karena itu, seiring dengan menunggu komitmen pemegang saham menyuntikkan modal dan kehadiran investor, manajemen baru memutuskan segera mengeluarkan rencana cadangan. Secara prinsip, hal ini juga sudah mendapat restu dari OJK melalui pertemuan pada 9 Agustus 2022 lalu.

Adi menerangkan, rencana cadangan yang dimaksud adalah mulai menawarkan konversi polis-polis konvensional yang masih berjalan menjadi polis berbasis syariah. Sedangkan untuk polis jatuh tempo ditawarkan perpanjangan masa polis (rollover) dengan dua opsi.

"Opsi pertama dengan mengalihkan ke life insurance coverage atau perlindungan asuransi kematian, sehingga yang bisa menikmati itu adalah para ahli warisnya atau tertanggung yang ditunjuk. Opsi kedua, berupa manfaat nilai tunai, dimana pemegang polis masih bisa menikmati selama masih hidup. Jadi kami juga mempertimbangkan para nasabah yang merasa berusia lanjut," jelas dia.

Baca selanjutnya
Sebelum diimplementasikan, para nasabah akan dimintai pendapatan lebih dulu, sesuai dengan ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

Harga minyak melonjak hampir US$ 4 per barel karena OPEC+ mempertimbangkan mengurangi produksi lebih 1 juta bph.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Sun Life dan CIMB Niaga Perluas Kerja Sama Bancassurance

Sun Life Indonesia melalui kerja sama bancassurance dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk memperluas jangkauan produknya dengan menghadirkan asuransi jiwa

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Indeks Literasi Keuangan Naik ke 49%, Inklusi Keuangan 84,2%

Tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan meningkat, tetapi masih ada gap cukup lebar di antara keduanya.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Dow Jones Naik 760 Poin karena Imbal Hasil Obligasi Jatuh

Dow Jones Industrial Average mengakhiri petrdagangan naik 765,38 poin atau hampir 2,7% menjadi 29.490,89.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Credit Suisse Turun 1%

Bursa Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (3/10/2022) di tengah volatilitas pasar yang berlanjut pada kuartal IV tahun 2022.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Ini Rekomendasi Saham Saat Inflasi Tertinggi Desember 2014

Inflasi sebesar 1,17% pada September 2022 ini merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2014 atau hampir 8 tahun, simak saham pilihannya.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Digitalisasi Dorong Investasi Makin Diminati Kaum Muda

Ekonom Indef, Nailul Huda mengatakan meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia adalah blessing in disguise kencangnya digitalisasi pada masa pandemi.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Pemerintah Diharapkan Lebih Optimal Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah perlu lebih bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan nasional agar daya beli masyarakat terus stabil.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

ABM Group Sabet Tujuh Penghargaan dari Kementerian ESDM

ABM Group berhasil meraih tujuh penghargaan berskala nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Core Indonesia: Inflasi Tinggi Bisa Gerus Daya Beli

Tingkat inflasi tahun kalender pada September 2022 yang sebesar 4,84% sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah di kisaran 3% plus minus 1%.

EKONOMI | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings