Logo BeritaSatu

Manfaatkan Celah, Startup Zendz Bidik Kota Tier 2 dan 3

Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:53 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Belum tersebarnya teknologi Fintech di kota-kota Tier 2 dan Tier 3 dimanfaatkan startup Zendz.id. Salah satu alasan lainnya adalah karena sudah banyak perusahaan fintech yang kini saling berebut pengguna yang ada di Tier 1 yang mencapai 56% dari total populasi penduduk di Indonesia.

Untuk diketahui, Tier 1 adalah sebutan untuk kota-kota yang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)-nya sudah mencapai
1000T setiap tahunnya.

Dimana apabila uraikan, maka hanya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat saja yang masuk dalam kategori itu. Lalu bagaimana dengan Tier 2 dan Tier 3 ?

Celah kosong inilah yang dimanfaarkan Zendz.

CEO dan founder Zendz, Isybel Harto seiring dengan jargon industri 4.0, ternyata perkembangan yang paling serius dalam startup dan teknologi adalah pada bagian fintech. Bagaimana tidak, karena semua bisnis baik yang tidak berbasis digital dan yang berbasis digital, muaranya adalah ke pembayaran.

“Zendz dibangun atas dasar masalah yang masih terjadi di Indonesia yaitu masih tingginya populasi Unbankable dan belum tersebarnya teknologi fintech ini di kota-kota Tier 2 dan Tier 3. Di samping itu, kita melihat bahwa perkembangan Middle Class itu sangat meningkat tajam dimana sudah mencapai 50 juta orang pada tahun 2022,” ujar Isybel Harto dalam keterangannya, Minggu (21/8/2022).

Industri fintech ini juga sangat beragam hingga menciptakan bisnis-bisnis modal baru, katakanlah seperti micro lending, paylater, invesasi micro, investasi kripto, QR-payment, dan banyak lainnya.

"Semua lini sekarang sedang bergerak mulai dari yang terkecil yaitu warung, hingga koperasi bahkan bank. Bank-bank besar saat ini sedang berlomba-lomba untuk membangun fintechnya sendiri-sendiri," lanjut Isybel Harto.

Bahkan beberapa konglomerat juga sudah menyasar industri ini seperti Astra Pay menunjukan bahwa industri fintech ini adalah titik akhir dari semua proses bisnis.

Data yang diperoleh dari bank Indonesia, pengguna e-wallet naik 19% pada tahun 2021 dari sebelumnya 24%. Hal ini juga dikuti oleh penururan sistem pembayaran lainnya seperti Virtual Accountdari 41% dari 58%, retail outlet (cash) dari 12% menjadi 6%, credit card dari 6% menjadi 3%.

Hal yang menarik pada tahun 2020 adalah justru adanya metode pembayaran baru yaitu QRIS yang di gagas oleh Bank Indonesia yang muncul diangka 7%. Pemain e-wallet terbesar saat ini ada 4 di Indonesia, yaitu Ovo, Gopay, Dana dan Link Aja.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Terkoreksi ke 6.783

IHSG dibuka melemah 35,24 poin (0,52%) di posisi 6.783,51 pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (8/12/2022).

EKONOMI | 8 Desember 2022

Sektor Transportasi Online Resilien, Gojek jadi Pemimpin Pasar

Riset dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di 5 kota besar Indonesia kepada 2.310 pengguna dan 1.155 pengusaha. 

EKONOMI | 8 Desember 2022

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Data Inflasi

Wall Street menutup sesi volatil dengan sebagian besar indeks utama terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/12/2022) waktu setempat.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Konglomerat Batu Bara Low Tuck Kwong Bakal Jadi Orang Terkaya RI?

Kekayaan Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), makin menggunung hingga mencapai US$ 20,8 miliar atau setara Rp 324 triliun.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Go Private, Tunas Ridean Sudah Buyback 97,6% Saham Publik

Go Private, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) melakukan buyback seluruh saham yang dimiliki publik sejumlah 419.982.000 saham di harga Rp 1.700.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Tarik-menarik Sentimen Inflasi dengan Window Dressing, IHSG Berpotensi Rebound

Koreksi IHSG yang terjadi selama dua hari berturut-turut diakibatkan kekhawatiran pasar akan inflasi Amerika Serikat (AS) yang berkepanjangan.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Bermasalah, 13 Perusahaan Asuransi dalam Pengawasan Khusus OJK

Sebanyak 13 perusahaan asuransi yang kini dalam status pengawasan khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 8 Desember 2022

IHSG Masih Tertekan, Ini 7 Saham Rekomendasi Yugen Sekuritas

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG masih tertekan dan akan diperdagangkan pada rentang 6.721 – 7.027.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Link Net Gelar Malam Penghargaan untuk Pelanggan Setia

PT Link Net Tbk menyelanggarakan Link Net Enterprise Customer Award 2022 di Hotel Westin Jakarta, Rabu (7/12/2022).

EKONOMI | 8 Desember 2022

Grup Pertamina, PalmCo, dan Pupuk Kaltim Masuk Daftar IPO BUMN 2023

Kementerian BUMN siap membawa empat BUMN melantai di bursa pada tahun depan. Dua di antaranya dari grup Pertamina, PalmCo, dan Pupuk Kaltim.

EKONOMI | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BMKG: Gempa Sukabumi Akibat Deformasi Lempeng Indo-Australia

BMKG: Gempa Sukabumi Akibat Deformasi Lempeng Indo-Australia

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE