Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bahas Proyek Kereta Cepat, Jokowi Panggil Sejumlah Menteri

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:43 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR
Kereta penumpang listrik berkecepatan tinggi, yang disesuaikan untuk kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung, sedang dimuat di satu kapal di Pelabuhan Qingdao di provinsi Shandong, Tiongkok timur, pada Kamis 18 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (24/8/2022). Pertemuan itu dilakukan untuk membahas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, moda raya terpadu (MRT), lintas raya terpadu (LRT) hingga persoalan Garuda Indonesia.

Adapun menteri yang dipanggil, yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Johnny mengatakan rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi membahas terkait proyek moda transportasi yang saat ini sedang dibangun pemerintah, yaitu mulai dari LRT, MRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Tadi itu review dan update perkembangan LRT ya. LRT kan baru pertama di Indonesia. Review dan update kereta cepat Jakarta-Bandung. Jadi, rapat koordinasi semuanya, supaya semuanya lancar sesuai dengan schedule kita, juga review kebijakan Garuda,” kata Johnny G Plate seusai pertemuan.

Johnny diminta hadir oleh Presiden dalam ratas tersebut untuk mempersiapkan spektrum yang ada di kereta cepat. “Terkait dengan spektrum yang digunakan di kereta cepat, agar kereta cepat kita nanti bisa digunakan dengan baik dan keselamatan transportasinya,” ujar Johnny.

Sementara itu, Erick Thohir membenarkan dalam ratas tersebut dilakukan pembahasan mengenai Garuda Indonesia. Erick melaporkan rencana Garuda untuk menambah armada dari saat ini 61 menjadi 120 pesawat. Kebijakan ini dilakukan seiring membaiknya perekonomian nasional seusai dihantam pandemi Covid-19.

Terkait kereta cepat, Erick mengharapkan moda transportasi ini bisa mendukung perekonomian nasional, terutama yang ada di Jawa Barat. Pemerintah juga akan kembali mengucurkan dana lagi untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung melalui penyertaan modal negara (PMN). Penambahan dana tersebut berkisar antara Rp 2,6 triliun sampai Rp 3,1 triliun. Erick mengungkapkan Jepang tetap akan berkomitmen memberikan pendanaan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI