Logo BeritaSatu

Dana Kelolaan Wealth Management OCBC NISP Tumbuh 30%

Rabu, 7 September 2022 | 14:35 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank OCBC NISP Tbk mencatat pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) terkait bisnis manajemen kekayaan (wealth management) sebesar 30% (year on year/yoy) pada semester I 2022. Obligasi dan reksa dana dinilai menjadi instrumen menarik untuk dikoleksi dalam beberapa waktu mendatang.

"AUM tumbuh cukup bagus dibanding tahun lalu, kita tumbuh sekitar 30% secara overall, secara year on year sampai semester I 2022," kata Wealth Management Division Head Bank OCBC NISP Juky Mariska ketika ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Dia menerangkan, tidak banyak terjadi perubahan perilaku penempatan investasi dari nasabah bisnis wealth management sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung. Sampai saat ini, produk-produk di luar deposito masih menjadi pilihan seperti obligasi dan reksa dana.

Di awal tahun ini misalnya, harga yang menantang untuk instrumen obligasi banyak dilirik nasabah primer. Namun ke depan, pihaknya mulai percaya diri memandang penjualan produk-produk obligasi.

"Di semester II 2022 ini cukup confidence-lah untuk obligasi, terutama untuk nasabah dengan adanya kepastian dari Fed dan suku bunga di Indonesia, harusnya para nasabah yang mau obligasi sekarang ini sudah mulai boleh lagi untuk consider (mempertimbangkan) obligasi," jelas dia.

Untuk reksa dana, diakui, indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah tinggi yakni sekitar 7.100-7.200. Namun instrumen ini patut dipertimbangkan untuk nasabah dengan orientasi investasi jangka panjang. Asumsi ini sekaligus menimbang kebijakan pemerintah dan proyeksi perekonomian ke depan.

"Sekarang Fed dan Indonesia mulai menaikkan suku bunga, harga BBM naik, dari mata investasi asing dan ekonomi ini bukan suatu yang jelek, secara fiskal ini mendukung pergerakan (positif) untuk IHSG. Jadi saya rasa, untuk nasabah yang mau investasi jangka panjang di reksa dana tahun depan seharusnya cukup bagus. Tergantung profil dan target investasi," imbuh Mariska.

Selain mengenai perilaku, dia bilang bahwa saat ini sudah 30% dari nasabah bisnis manajemen kekayaan telah aktif menggunakan aplikasi One Mobile. Mereka banyak menggunakan fitur untuk transaksi forex (FX), reksa dana, maupun obligasi.

Di sisi lain, Mariska turut menyorot pentingnya nasabah untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Apalagi semakin ke depannya biaya pendidikan semakin tinggi, BPS mencatat bahwa inflasi di sektor pendidikan mencapai 1,2% pada 2021. Dalam hal ini, nasabah perlu paham betul mempersiapkan dana tersebut dengan pengelolaan biaya yang tepat.

Keinginan tersebut tentu perlu diimbangi oleh persiapan sedini mungkin dengan dana keuangan yang tidak sedikit. Sejalan dengan hasil Financial Fitness Index Bank OCBC NISP 2022 menjelaskan bahwa 46% masyarakat Indonesia menabung secara rutin minimum 20% dari pendapatan.

Meski begitu, Mariska menuturkan, menabung saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mempersiapkan dana pendidikan, apalagi jika persiapan yang dibutuhkan lebih lama. Untuk itu, aplikasi One Mobile menghadirkan berbagai produk investasi yang sesuai dengan risiko dan profil nasabah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022

ESG Tingkatkan Performa Grup ANJ

PT ANJ sudah mempraktekkan responsible development dan pemberdayaan sosial di semua lini bisnisnya yang tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Papua.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo Harapkan BI Tidak Lagi Naikkan Suku Bunga Acuan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berharap Bank Indonesia (BI) tidak lagi menaikan suku bunga acuan.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ini Cara Daftar Serta Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN

Kementerian BUMN membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi bagian dari BUMN melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2022.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ketum Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi 2023 Tumbuh 5%

Hariyadi mengatakan, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 antara 5,15% hingga 5,65%.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BI Prediksi The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6 Persen

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai tren suku bunga tinggi The Fed masih akan terjadi pada tahun depan dengan rentang waktu yang cukup lama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo: Permenaker 18/2022 Bisa Tingkatkan Risiko PHK

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menilai Permenaker 18/2022 bisa memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyusutan lapangan kerja.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apexindo Kantongi Kontrak Baru dari PGE Rp 240 Miliar

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak baru Rp 240 miliar untuk proyek pengeboran panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

EKONOMI | 5 Desember 2022

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Fenomena sangat kuatnya dolar AS memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE