Logo BeritaSatu

Harga BBM Naik, Bisnis Mitratel Diprediksi Tetap Moncer

Rabu, 7 September 2022 | 17:13 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non subsidi pada Sabtu (3/9) dinilai analis berdampak terbatas bagi bisnis perusahaan menara telekomunikasi seperti PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Pasalnya, MTEL memiliki kontrak jangka panjang dengan perusahaan telekomunikasi yang mempunyai neraca keuangan yang kuat, terutama setelah dilakukan konsolidasi di industri.

“Secara struktur biaya, industri menara yang bersifat capital intensive (padat modal) juga memiliki pengeluaran yang relatif tetap. Hal ini tercermin dari pendapatan sebelum bunga, pajak depresiasi dan amortisasi (EBITDA) margin perusahaan menara yang cukup tinggi di kisaran 80% termasuk Mitratel. Karena itu, kami melihat dampak kenaikan harga BBM terhadap kinerja perusahaan relatif terbatas,” kata analis pasar modal PT Mandiri Sekuritas Henry Tedja.

Meski begitu, Henry mengingatkan kenaikan harga BBM bisa berpengaruh terhadap valuasi atau harga saham perusahaan. Sebab, valuasi perusahaan menara seperti Mitratel cenderung berbanding terbalik dengan inflasi atau suku bunga. Hal ini karena relatif tingginya leverage yang dimiliki oleh perusahaan menara. Meskipun demikian, posisi Mitratel cukup baik mengingat tingkat leveragenya dibawah rata-rata industri.“Akibatnya, kenaikan inflasi atau suku bunga akan memiliki pengaruh bagi saham industri menara telekomunikasi,” kata dia.

Henry memperkirakan dalam jangka pendek, tingginya inflasi dan kenaikan suku bunga akan memberi sentimen bagi Mitratel. Namun, dia memprediksi outlook perusahaan tetap positif dalam jangka menengah, terlebih setelah perusahaan mengakuisisi 6.000 menara milik Telkomsel. “Hal ini akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan EBITDA perusahaan dalam jangka menengah. Kami masih merekomendasikan BUY untuk saham Mitratel dengan target harga di Rp 950 per saham,” ujarnya.

Kinerja Pasca Akuisisi

Menurut Henry, akuisisi tower yang dilakukan Mitratel terhadap 6.000 menara milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan, mengingat menara tersebut memiliki lokasi dan nilai strategis. Akuisisi ini juga lebih cepat dari target awal yang dicanangkan, sehingga memungkinkan perusahaan untuk melakukan cross-selling lebih cepat atas menara-menara tersebut kepada perusahaan telekomunikasi lainnya seperti Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren. “Hal ini tentunya akan meningkatkan outlook pertumbuhan pendapatan dan EBITDA Mitratel dalam 2 tahun mendatang,” ungkap Henry.

Hingga akhir 2022, Henry memproyeksikan Mitratel berpeluang membukukan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA 11-13% secara tahunan (yoy). Dia menilai akuisisi tower milik Telkomsel akan lebih berdampak positif bagi bisnis Mitratel pada 2023 dibandingkan di 2022, mengingat akuisisi ini baru terjadi pada kuartal III-2022.Sehingga dampak penyewaan menara yang baru hanya akan berkontribusi dalam beberapa bulan di tahun ini. Selain itu, konsolidasi di industri telekomunikasi juga akan mempengaruhi permintaan menara tahun ini.

Di sisi lain, pertumbuhan permintaan fiber yang cukup pesat di industri menara tentunya akan berdampak positif bagi bisnis Mitratel. “Kami melihat adanya ruang bagi market untuk melakukan revisi target revenue dan EBITDA MTEL untuk 2023 dengan adanya akuisisi 6.000 menara ini,” papar dia.

Pada semester I-2022, Mitratel berhasil membukukan laba Rp 891,54 miliar, naik 27,23% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 700,74 miliar. Laba itu sejalan dengan pendapatan yang naik 15,48% jadi Rp 3,72 triliun pada semester I-2022. Laba bersih MTEL tumbuh kuat terutama berasal dari pendapatan operasional yang lebih tinggi, seiring dengan pertumbuhan jumlah penyewa dan lokasi menara.

Untuk diketahui, awal Agustus 2022, Mitratel mengumumkan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sales & Purchase Agreement/SPA) untuk pengambilalihan 6.000 menara Telkomsel. Jumlah menara yang ditransaksikan ini jauh melebihi rencana aksi anorganik Mitratel yang tertuang di prospektus.

Sebanyak 6.000 menara yang diakuisisi Mitratel dari Telkomsel berada di lokasi–lokasi strategis yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk mendukung percepatan penambahan potensi kolokasi dan pengembangan tower related business.
Mitratel juga telah menyiapkan infrastruktur telekomunikasi, baik itu menara, fiber optic, dan power to tower yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di luar Jawa, yang akan memberikan kemudahan kepada operator-operator telekomunikasi, maupun non operator untuk memanfaatkan solusi terlengkap dan terintegrasi yang telah dimiliki oleh Mitratel.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BKI Sabet Human Capital & Performance Awards 2022

Penghargaan yang diraih BKI ini penting untuk pengembangan berbagai ekosistem industri di Indonesia dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Semeru Erupsi, Operasional Bandara Juanda dan Abdulrachman Saleh Normal

Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022) mengalami erupsi disertai awan panas guguran (APG) mencapai 1.500 meter dan menyebabkan sejumlah gempa.

EKONOMI | 4 Desember 2022

GOTO Dilanda Aksi Jual Pascalock Up Dibuka, Saatnya Beli?

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masuk dalam 10 deretan saham yang mengalami tekanan cukup besar pekan ini.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Investor Masuk ke IKN Kuartal II 2023, Siapa Saja?

Menpupera Basuki Hadimuljono berharap investor mulai masuk ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada kuartal kedua 2023.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Kemitraan BUMN-UMKM Hasilkan Potensi Kerja Sama Rp 224,8 M

Menkop dan UKM Teten Masduki menyatakan, forum kemitraan UKM dengan BUMN mampu mencatatkan potensi kerja sama senilai Rp 224,8 miliar.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Badai PHK, PKB Usul Karyawan Startup Buat Serikat Pekerja

Mikhael Benyamin Sinaga, mengusulkan karyawan startup membentuk serikat pekerja, imbas badai pemutusan hubungan kerja (PHK).

EKONOMI | 4 Desember 2022

Jubir Muda PKB: Efisiensi Startup Bisa Tanpa Harus PHK Karyawan

Juru Bicara Muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Michael Sinaga menilai HK massal karyawan startup bisa memiliki dampak sosial yang besar.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Jangan Lupa, Pencairan BSU Berakhir 20 Desember 2022

Kemenaker mengimbau masyarakat segera mengambil dana Bantuan Subsidi Upah karena batas akhir pengambilan BSU adalah 20 Desember 2022.

EKONOMI | 4 Desember 2022

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Omzet usaha mikro di Desa Jaddih meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk karya peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE