Logo BeritaSatu

Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp 603 Triliun

Kamis, 8 September 2022 | 20:03 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat dana kelolaan sebesar Rp 603 triliun pada Kamis, 8 September 2022. Imbal hasil investasi (yield on investment/YoI) diyakini bisa tembus 7% di tahun ini.

"Sekarang Rp 603 triliun, target akhir tahun Rp 612 triliun hingga Rp 615 triliun," beber Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek Edwin Michael Ridwan saat ditemui di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Berdasarkan laporan keuangan BPJS Ketenagakerjaan dana investasi tahun 2021 mencapai Rp 554,21 triliun, yang di antaranya dana jaminan sosial dan dana badan. Ketika itu, dana kelolaan terbesar masih dicatatkan pada program jaminan hari tua (JHT) dengan kontribusi 67,21% atau sebesar Rp 372 triliun.

Edwin menerangkan, penempatan investasi terbesar saat ini masih berada di portofolio surat utang negara dengan porsi sampai dengan 65% atau cukup lebar dibandingkan ketentuan minimum sebesar 50%. Saat ini perseroan mulai menyebar dana kelolaan ke berbagai instrumen di luar deposito guna mengoptimalkan imbal hasil.

Di awal tahun, kata Edwin, deposito BPJS Ketenagakerjaan sempat mencapai Rp 100 triliun dan kini nilai deposito telah susut menjadi sekitar Rp 75 triliun. Nilai itu dipercaya akan terus menyusut meskipun diakui imbal hasil dari deposito mulai menunjukkan peningkatan.

"Seperti diketahui kan deposito kan bunganya tidak terlalu bagus ya walaupun sudah mulai naik tapi mungkin rata-rata masih 3% sedangkan kita punya target (YoI) kan 6,5% sampai 7%. Jadi kita harus tempatkan di instrumen lain terutama surat utang negara," jelas dia.

Meski begitu, upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk menempatkan dana pada instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi seperti surat utang negara menemui sejumlah tantangan. Menurut Edwin, masih besarnya penempatan pada deposito belum bisa ditangkap pasar sepenuhnya.

"Masalahnya adalah likuiditas di market ini gak terlalu mumpuni untuk size kita sekarang. Jadi mungkin kita setiap hari hanya bisa belanja kalau untuk SUN sekitar Rp 600 hingga Rp 700 miliar. Jadi untuk sekarang kita deposito aja masih ada sekitar Rp 75 triliun dan itu iuran masih terus masuk. Jadi kita untuk membelanjakan Rp 70 triliun misalnya, mungkin butuh 100 hari kerja," terang Edwin.

Sementara untuk instrumen saham, dia mengakui bahwa belakangan kondisinya jauh lebih baik. Begitu juga portofolio BP Jamsostek di sektor-sektor komoditas. Tetapi juga diakui beberapa portofolio saham di beberapa emiten masih membukukan unrealized loss, khususnya emiten di sektor makanan dan minuman.

Edwin meyakini, ke depan emiten di sektor-sektor yang belum bisa bangkit bisa berkinerja lebih baik lagi meskipun situasi masih menantang. Dengan begitu, dana dari portofolio saham yang dirasa menguntungkan bisa dicairkan dan kembali dialokasikan pada emiten yang dinilai prospektif.

"Kita memang strateginya secara nominal ga tambah (dana). Pada saat market naik ya kita jualan take profit terus market turun kita beli dengan uang yang sama. Jadi nominal ga tambah, tentunya sekarang portofolio kita setiap bulan ada iuran baru jadi persentase saham itu secara natural ya akan turun," jelas Edwin.

Baca selanjutnya
Dengan komposisi penempatan investasi saat ini, BPJS Ketenagakerjaan disebut telah mampu ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022

ESG Tingkatkan Performa Grup ANJ

PT ANJ sudah mempraktekkan responsible development dan pemberdayaan sosial di semua lini bisnisnya yang tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Papua.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo Harapkan BI Tidak Lagi Naikkan Suku Bunga Acuan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berharap Bank Indonesia (BI) tidak lagi menaikan suku bunga acuan.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ini Cara Daftar Serta Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN

Kementerian BUMN membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi bagian dari BUMN melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2022.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ketum Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi 2023 Tumbuh 5%

Hariyadi mengatakan, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 antara 5,15% hingga 5,65%.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BI Prediksi The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6 Persen

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai tren suku bunga tinggi The Fed masih akan terjadi pada tahun depan dengan rentang waktu yang cukup lama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo: Permenaker 18/2022 Bisa Tingkatkan Risiko PHK

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menilai Permenaker 18/2022 bisa memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyusutan lapangan kerja.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apexindo Kantongi Kontrak Baru dari PGE Rp 240 Miliar

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak baru Rp 240 miliar untuk proyek pengeboran panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

EKONOMI | 5 Desember 2022

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Fenomena sangat kuatnya dolar AS memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE