Logo BeritaSatu

Survei: 29,1% Pengguna Tetap Pakai Ojol meski Tarif Naik

Minggu, 11 September 2022 | 16:32 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Hasil survei Polling Institute mencatat sebanyak 29,1% pengguna ojek online (ojol) akan tetap memakai jasa transportasi ini sebagaimana biasanya, meski tarifnya melonjak menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Eksekutif Polling Institute Kennedy Muslim dalam paparannya secara daring di Jakarta, Minggu (11/9/2022) menjelaskan bahwa pilihan untuk tetap menggunakan ojol sebagaimana biasanya itu jadi opsi utama, disusul oleh opsi untuk menggunakan sepeda motor pribadi.

"Opsi untuk tetap menggunakan ojol sebagaimana biasanya itu memang tertinggi, ada 29,1%. Ini menunjukkan bahwa betapa tergantungnya masyarakat urban dengan transportasi ojek online," katanya.

Respons tertinggi kedua jika kenaikan tarif ojol diberlakukan, lanjut Kennedy, adalah menggunakan sepeda motor pribadi sebanyak 26,6% diikuti tetap menggunakan ojol dan kombinasi motor sendiri sebesar 14%, menggunakan motor sendiri/angkutan umum 5,3 persen, atau menggunakan angkutan umum 5,3%. "Memang kita melihat mereka yang beralih ke angkutan umum masih sangat kecil, rata-rata di bawah 6%," katanya.

Lebih lanjut, Kennedy mengemukakan kenaikan tarif ojol juga mengancam mitra ojol itu sendiri. Misalnya, dengan kenaikan tarif sebesar Rp 2.000 per perjalanan, sekitar 25% pengguna mundur dan beralih ke moda lain.

Adapun jika kenaikan tarif mencapai sekitar Rp 4.000 per perjalanan, maka kemungkinan ada sekitar 72% pengguna yang tidak akan menggunakan ojol lagi.

Oleh karena itu, meski mayoritas mitra driver setuju/sangat setuju dengan kenaikan tarif, tetapi konsekuensi logis sebagai dampak kenaikan tarif mendapat respons yang sangat bertolak belakang oleh mitra driver.

"Mayoritas cenderung menitikberatkan pada volume order yang tidak berkurang tanpa ada kenaikan tarif, 53,1%, atau bahkan cukup besar kalangan mitra yang lebih menginginkan tarif diturunkan agar order lebih banyak, 21,1%," katanya.

Kennedy menuturkan kenaikan harga BBM kemungkinan akan menjadi faktor peredam pergeseran para pengguna ojol ke moda transportasi lain, terutama kendaraan pribadi, akibat kenaikan tarif ojol.

Dengan kenaikan harga BBM pada kisaran yang kurang lebih sama, sekitar Rp 2.000 per liter, sehingga harga per liter BBM subsidi menjadi setara dengan harga rata-rata tarif minimum ojol.

"Ini akan menjadi pertimbangan serius bagi pengguna, terutama kelompok-kelompok yang lebih cenderung tetap menggunakan ojol meski mengalami kenaikan tarif (secara umum kelompok ini ada sekitar 29%), yaitu kelompok perempuan, usia 31 tahun ke atas, pendapatan semakin tinggi, dan terutama yang semakin intens dalam penggunaan ojol," katanya.

Kennedy juga mengungkapkan jika diasumsikan pola preferensi umum tersebut berlaku konstan terhadap pengguna yang cenderung beralih ke motor pribadi, maka kenaikan harga BBM paling tidak akan mengurungkan niat sekitar 7-8% pengguna ojol yang akan beralih menggunakan motor pribadinya.

Survei Polling Institute bertajuk "Kenaikan Tarif Ojek Online di Mata Pengguna dan Pengemudi" itu dilakukan dalam periode 16-24 Agustus 2022 lalu. Oleh karena survei dilakukan sebelum kenaikan tarif ojol, maka survei diharapkan bisa memotret persepsi masyarakat sebelum kenaikan tarif.

Populasi survei tersebut adalah warga yang berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah dan merupakan pengguna ojek online yang pernah bepergian minimal satu hari dalam seminggu terakhir (atau mitra driver) ojek online berbasis aplikasi.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) dengan sample basis sebanyak 1.030 responden yang tersebar secara proporsional di 31 kabupaten/kota, kemudian dilakukan oversample sebanyak 190 responden pada kelompok pengguna rutin ojek online, sehingga total sample yang dianalisis sebanyak 1.220 responden.

Sementara margin of error dari ukuran sampel basis tersebut sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Sedangkan sampel mitra driver dipilih secara random (multistage random sampling) sebanyak 810 responden dengan margin of error sampel sekitar +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditopang Telkom Group, Begini Rencana Bisnis Indico

Indico yang merupakan entitas anak usaha PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), siap menjadi enabler ekosistem bisnis digital dan startup di Indonesia.

EKONOMI | 27 November 2022

Perkuat Jaringan, Samanea Group Gandeng 9 Peritel Global

Samanea Group mengembangkan kerja sama strategis dengan 9 perusahaan peritel branded yang memiliki basis e-commerce kuat di Samanea Hybrid Trade Outlet.

EKONOMI | 27 November 2022

Batik Eco Print, Jadi Salah Satu Produk UMKM di Eco Run Fest 2022

Pertamina Eco Run Fest 2022 menghadirkan kegiatan Eco Market menampilkan UMKM yang menawarkan produk batik eco print.

EKONOMI | 27 November 2022

Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang merupakan anggota Holding Danareksa berkomitmen membangkitkan kembali Lokananta, studio rekaman pertama di Indonesia.

EKONOMI | 27 November 2022

Pertamina Berikan Bantuan TJSL untuk 25 Desa Energi Berdikari

PT Pertamina (Persero) memiliki program desa energi berdikari. Hal ini sejalan dengan tema Pertamina Eco Run Fest 2022.

EKONOMI | 27 November 2022

Begini Rencana Kerja dan Target BEI di Tahun Depan

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO pada 2023 sebanyak 57 perusahaan.

EKONOMI | 27 November 2022

BKF Sebut Kinerja APBN Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Febri, posisi APBN didorong sebagai peredam guncangan atau shock absorber, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 27 November 2022

Direstui OJK, BEI Rilis Papan Ekonomi Baru 5 Desember

BEI akan meluncurkan papan ekonomi baru (new economy) pada 5 Desember 2022 karena sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 27 November 2022

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sempat Tertinggal, Kroasia Sukses Gasak Kanada 4-1

Sempat Tertinggal, Kroasia Sukses Gasak Kanada 4-1

SEMESTA BOLA 2022 | 24 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE