Logo BeritaSatu

Airlangga Tegaskan Keseriusan Pemerintah soal Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 14 September 2022 | 21:24 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan keseriusan pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan. Pemerintah membentuk Badan Pangan Nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi prioritas, tetapi juga menjadi target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, pemerintah telah merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan penguatan ketahanan pangan nasional,” ungkap Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).

Beberapa waktu lalu Indonesia menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI), karena sudah swasembada beras. Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani, yaitu memberikan pupuk bersubsidi dan menugaskan Bulog untuk membeli gabah atau beras petani hingga stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,2 juta ton.

“Indonesia punya pupuk surplus, terkait dengan beberapa daerah yang meminta untuk ketersediaan pupuk, kemarin dengan Menteri Pertanian kita sudah bahas, tentu dibatasi jadi pupuk dibatasi urea dan NPK yang disubsidi, dan komoditasnya ada sembilan,” kata Airlangga yang juga ketua umum Partai Golkar.

Bicara tentang kesejahteraan petani, peneliti INDEF, Rusli Abdullah mengungkap masalah dalam dunia pertanian di Indonesia. “Ada masalah struktural di pertanian kita, misalnya masalah kepemilikan lahan yang kecil yang tidak memenuhi skala ekonomi. Petani menua, labor naik, orang muda tidak mau bertani, biaya tenaga kerja jadi mahal,” katanya.

Rusli menyarankan pemerintah melakukan konsolidasi lahan baik lewat BUMN. Selama ini petani memiliki lahan kecil, terbatas, dengan hasil yang tidak maksimal. “Harus ada yang mengelola lahan itu, dalam skala konsolidasi yang luas, bisa memberi nilai ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional DPP Serikat Petani Indonesia (SPI) Mujahid Widian mengungkapkan pemerintah harus mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan bakal terjadi dalam waktu mendatang.

Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, sehingga tentunya berdampak pada sektor pertanian secara keseluruhan.

“Kenaikan BBM jelas berpengaruh terhadap sektor pertanian. Kita bisa lihat mulai dari komponen biaya produksi dan distribusi yang dikeluarkan oleh petani, di antaranya adalah biaya pembelian benih, pupuk, obat-obatan, bahan bakan untuk pompa air dan juga biaya transportasi pengangkutan hasil panen ke pasar. Sebelum BBM naik saja, beberapa harga input produksi tersebut sudah dahulu naik, rasanya mustahil untuk tidak terdampak pasca naiknya BBM,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Erick Bangga Emiten BUMN Jadi Penggerak Bursa, Swasta?

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut emiten-emiten BUMN berkontribusi sebesar 25% sebagai penggerak pasar modal atau lebih baik dibandingkan sektor swasta.

EKONOMI | 6 Desember 2022

BI Bidik Inflasi 2023 Turun Jadi 3% Plus Minus 1%, Pemicunya

Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi 2023 akan berada di kisaran 3% plus minus 1%. Target tersebut dapat bisa dicapai bila ada sinergi.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Sambut Libur Nataru, PT KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 745.622 Tiket

PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 745.622 tiket untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berlangsung mulai 22 Desember hingga 8 Januari 2023.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Harga Minyak Terkapar karena Kekhawatiran Bunga Fed

Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$ 2,57, atau 3%, menjadi US$ 83 per barel dan WTI turun US$ 2,67, atau 3,3%, menjadi US$ 77,32 per barel.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Bursa AS Jatuh Dibayangi Kekhawatiran Kenaikan Bunga Fed

Dow Jones Industrial Average di bursa AS turun 482,78 poin, atau 1,4%, menjadi 33.947,10. S&P 500 merosot 1,79% menjadi 3.998,84.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Tiongkok Relaksasi Pembatasan Covid-19, Bursa Eropa Turun

Stoxx 600 di bursa Eropa melemah 0,4% dengan sebagian besar sektor di wilayah negatif. Saham makanan dan minuman turun 1,5% memimpin kerugian.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Cegah PHK, Apindo Minta Pemerintah Batalkan Permenaker

Aturan Permenaker dinilai akan menimbulkan risiko badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang lebih besar di tahun depan.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Penjualan Yelooo Integra Datanet Naik 179,6% karena Ekspansi

Perusahaan infrastrukkur internet, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) hingga kuartal III 2022 mencatatkan penjualan Rp 1 triliun melesat 179,6%.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Erick Bangga Emiten BUMN Jadi Penggerak Bursa, Swasta?

Erick Bangga Emiten BUMN Jadi Penggerak Bursa, Swasta?

EKONOMI | 18 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE