Logo BeritaSatu

AFPI Naikkan Proyeksi Pinjaman Fintech Lending Jadi Rp 250 T

Kamis, 22 September 2022 | 21:35 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meningkatkan proyeksi penyaluran pinjaman fintech p2p lending sepanjang tahun 2022 menjadi Rp 250 triliun. Di awal tahun ini, APFI sempat mengasumsikan pinjaman sebesar Rp 225 triliun.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah menyampaikan, fintech lending periode Januari-Juli 2022 telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 130 triliun, dengan outstanding pinjaman aktif beredar di masyarakat sebesar Rp 45,7 triliun. Kualitas pinjaman pun terjaga moderat dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) di level 97,33%.

"Tahun ini APFI memproyeksikan disbursement itu melebihi Rp 250 triliun, tahun lalu Rp 155 triliun," ucap Kuseryansyah pada acara Sosialisasi dan Edukasi dengan Komunitas Guru "Solusi Pinjaman Pintar Bagi Para Guru dan Waspada Pinjol Ilegal secara daring, Kamis (22/9/2022).

Menurut dia, fintech lending menjadi industri yang spesial karena kontribusi positifnya terhadap perekonomian nasional, khususnya ketika pandemi Covid-19 masuk Indonesia. Dalam ilustrasinya pada 2020, fintech lending masih mampu tumbuh sekitar 25%, jauh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan yang cenderung melambat.

Kemudian, ketika kredit nasional tumbuh sekitar 7% pada 2021, pinjaman fintech lending bahkan melesat sampai dengan 112%. Di tahun ini, saat kredit perbankan diproyeksi tumbuh sekitar 10%, maka setidaknya fintech lending bisa mencatatkan pertumbuhan lebih dari 50%.

Kuseryansyah menjelaskan, agresivitas fintech lending ini tidak terlepas dari gap kredit (credit gap) terhadap UMKM di Indonesia sebesar Rp 1.650 triliun, berdasarkan data Bank Dunia. UMKM baru terlayani jasa keuangan konvensional sekitar Rp 1.000 triliun dari kebutuhan mencapai Rp 2.600 triliun per tahun. "Ada gap sebesar Rp 1.650 triliun. Inilah yang menyebabkan industri ini tumbuh subur karena demand-nya tinggi. Tahun lalu, kita baru mengisi sekitar Rp 155 triliun atau kurang dari 10% dari credit gap," kata dia.

Kuseryansyah mengungkapkan, AFPI mencoba untuk memastikan data gap kredit terhadap UMKM di Indonesia, tanpa maksud mengabaikan data Bank Dunia. Dengan begitu, data yang dimiliki bisa lebih detail dan mendalam.

"Kami sedang bekerja sama saat ini dengan EY (Ernst and Young) untuk meriset tentang credit gap ini supaya lebih detail. Jadi datanya bukan dari Bank Dunia, tapi di riset betul-betul dari data departemen, lembaga, instansi, ataupun komunitas-komunitas UMKM terkait yang ada di Indonesia," tandas Kuseryansyah.

Di sisi lain, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan mengatakan, selain menawarkan pinjaman, fintech lending juga menawarkan alternatif investasi dengan tingkat bunga yang cukup kompetitif, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan deposito. Terlepas dari sisi komersial, peran masyarakat sebagai lender akan ikut mendukung akses pendanaan kepada UMKM.

"Ada sebanyak 87,29 juta rekening pengguna (Juli 2022), artinya yang bertransaksi atau meminjam uang termasuk usahanya atau kegiatan konsumtif sudah puluhan juta orang. Industri ini terus berkembang dan penggunanya semakin banyak," kata dia.

Baca selanjutnya
Pengaturan, perizinan, dan pengawasanLebih lanjut Munawar menerangkan, fintech lending baru diatur ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SPAM Kalsel Ditargetkan 74.402 SR dengan Investasi Rp 93 M

SPAM Banjarbakula di Kalsel akan memperluas layanan air minum dari 43.402 sambungan rumah menjadi 74.202 SR pada 2024.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Konsolidasi, Pantau BBRI, GOTO, ADRO, MIKA

Indikator IHSG berada di area oversold & closing di atas 5-Day MA. IHSG berada dalam tren bearish selama di bawah 7.148.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Jokowi Buka Konferensi Ke-3 Ekonomi Kreatif 2022 di Bali

Jokowi akan meresmikan pembukaan konferensi ke-3 Ekonomi Kreatif atau World Conference on Creative Economy (WCCE) tahun 2022 di Bali.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

BPJS TK Bayar Santunan Rp 6,9 T Pekerja Terkena PHK di DKI

BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat klaim karena berhenti bekerja dan ter-PHK sebanyak hampir 400.000 kasus di wilayah DKI Jakarta.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Harga Emas Tertekan Saat Dolar dan Imbal Hasil "Bersinar"

Harga emas di pasar spot turun 0,6% pada US$ 1.715,99 per ons, setelah mencapai puncak 3 minggu di US$ 1.729,39 pada Selasa (4/10/2022).

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Acuhkan Tekanan AS, OPEC+ Pangkas Produksi Minyak 2 Juta Bph

OPEC+ pada pertemuan tatap muka pertama sejak 2020 di Wina, Austria Rabu setuju memberlakukan pengurangan produksi 2 juta barel.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Perkuat Industri Fashion, Brand Lokal Valino Ekspansi Bisnis

Valino terus mengembangkan lini bisnisnya dengan menjadi brand lebih universal dan bisa diterima semua segmen.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bursa AS di Zona Merah, Investor Fokus pada Data Pekerjaan

Bursa AS Dow Jones Industrial Average kehilangan 42,45 poin, atau 0,14%, menjadi 30.273,87 setelah sempat ambles 429,88 poin.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bursa Eropa Ditutup Turun karena Data PMI Menunjukkan Resesi

Stoxx 600 di bursa Eropa mengakhiri perdagangan anjlok 1%. Saham ritel turun 3,2% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Pengawasan IKNB OJK Perlu Dipisah Sesuai Karakteristik Industri

RUU P2SK memisahkan pengawasan di bidang industri keuangan non-bank (IKNB) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi dua bagian.

EKONOMI | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
SPAM Kalsel Ditargetkan 74.402 SR dengan Investasi Rp 93 M

SPAM Kalsel Ditargetkan 74.402 SR dengan Investasi Rp 93 M

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings