Logo BeritaSatu

Diuji Coba di 3 Kota, PLN Sebut Kompor Listrik Lebih Efisien

Jumat, 23 September 2022 | 16:33 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah melakukan uji coba program konversi kompor LPG ke kompor listrik atau induksi. Uji coba tersebut dilakukan di Denpasar, Solo dan disiapkan di salah satu kota di Sumatera.

Selama masa uji coba, terdapat 1.000 rumah tangga di setiap kota yang mendapat kompor listrik industri dan alat masak dari PLN.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, mengatakan paket kompor listrik gratis yang diberikan terdiri dari tipe dua tungku dengan daya 1.000 watt dan 1.800 watt, dengan sasaran penerima paket ini adalah rumah tangga kecil dengan daya 450 VA, 900 VA, dan usaha mikro.

"Uji coba ini untuk melihat keberterimaan masyarakat sekaligus mempelajari aspek keteknikannya, misalkan berapa kapasitas daya tungku yang cocok,” ungkap Dadan Kusdiana saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (23/9/2022).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII memaparkan, dibandingkan kompor LPG, penggunaan kompor listrik ternyata memberikan banyak keuntungan.

"Setiap konversi 1 kg LPG ke kompor induksi dapat memberikan manfaat penghematan bagi masyarakat sebesar Rp 720 dan dapat menghemat APBN sebesar Rp 8.186 per kg," jelasnya.

Darmawan menyampaikan, harga keekonomian dari LPG sebesar Rp 19.698 per kg. Pemerintah kemudian memberikan subsidi, sehingga harga yang harus dibayarkan oleh masyarakat untuk membeli LPG sebesar Rp 5.250. Sehingga untuk subsidi LPG masih ada sebesar Rp 15.448 per kilogram. Harga keekonomian LPG tersebut sangat fluktuatif tergantung harga minyak mentah dunia.

"Untuk harga keekonomian listrik sudah di-adjust dengan yang terakhir adalah Rp 11.792 per satu kilo listrik ekuivalen, itu sekitar 7,19 kWh. Kemudian dalam hal ini kami melepas ke masyarakat biaya listrik untuk memasak 1 kilogram ekuivalen adalah Rp 4.530 yang dibayar oleh masyarakat," ungkap Darmawan.

"Artinya yang digunakan untuk memasak dibandingkan dengan LPG 3 kg yang Rp 5.250 (per kg) yang dibayarkan masyarakat, akan lebih murah menjadi Rp 4.530 per kilogram listrik ekuivalen. Tentu aja masyarakat nanti akan bisa merasakan bahwa menggunakan kompor listrik biaya memasaknya bisa menghemat sekitar Rp 10%-15% dibandingkan menggunakan kompor LPG,” tambahnya.

Darmawan mengakui, saat ini berkembang kekhawatiran dari masyarakat sasaran uji coba kalau daya listriknya akan ditambah, sehingga tarif listriknya menjadi lebih tinggi. Menurutnya, tidak ada penambahan daya. Tarif reguler tetap dan biaya memasak akan lebih murah.

Solusinya adalah memisahkan pemakaian reguler dan pemakaian kompor dengan menambahkan 2 miniature circuit breaker (MCB), sehingga tidak ada penambahan daya dan tarif regularnya tetap. Sedangkan kekurangan daya untuk memasak dengan kompor induksi dibuatkan jalur khusus.

“Ini tidak mengubah daya, tidak mengubah struktur tarif listrik bagi golongan yang bersubsidi baik itu 450 VA maupun 900 VA yang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ungkap Darmawan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Standarisasi Operasi MEPS Pelindo Group 124% dari Target

PT Pelindo Jasa Maritim menyatakan standarisasi operasi MEPS (marine, equipment and port services) sudah mencapai 124% dari target 2022.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Jokowi: Ekonomi Kreatif Solusi Tingkatkan Taraf Hidup Warga

Jokowi mengatakan, ekonomi kreatif (ekraf) menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Presiden Jokowi: Ekraf Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Presiden Jokowi optimistis di sektor ekraf semakin diperhitungkan untuk menjadi tulang punggung ekonomi, baik di Indonesia juga berbagai negara di dunia.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Setengah Jam Perdagangan, Rupiah Melemah ke Rp 14.200-an

Transaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.198- Rp 15.208 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

16 Menit Perdagangan, IHSG Naik 54,2 Poin Menjadi 7.125

Pukul 09.16 WIB, IHSG naik 54,2 poin (0,78%) menjadi 7.125 dan Investor33 naik menjadi ke 498,1.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

SPAM Kalsel Ditargetkan 74.402 SR dengan Investasi Rp 93 M

SPAM Banjarbakula di Kalsel akan memperluas layanan air minum dari 43.402 sambungan rumah menjadi 74.202 SR pada 2024.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Konsolidasi, Pantau BBRI, GOTO, ADRO, MIKA

Indikator IHSG berada di area oversold & closing di atas 5-Day MA. IHSG berada dalam tren bearish selama di bawah 7.148.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Jokowi Buka Konferensi Ke-3 Ekonomi Kreatif 2022 di Bali

Jokowi akan meresmikan pembukaan konferensi ke-3 Ekonomi Kreatif atau World Conference on Creative Economy (WCCE) tahun 2022 di Bali.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

BPJS TK Bayar Santunan Rp 6,9 T Pekerja Terkena PHK di DKI

BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat klaim karena berhenti bekerja dan ter-PHK sebanyak hampir 400.000 kasus di wilayah DKI Jakarta.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Harga Emas Tertekan Saat Dolar dan Imbal Hasil "Bersinar"

Harga emas di pasar spot turun 0,6% pada US$ 1.715,99 per ons, setelah mencapai puncak 3 minggu di US$ 1.729,39 pada Selasa (4/10/2022).

EKONOMI | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Aniaya Remaja, 5 Anggota Geng Motor di Bogor Ditangkap

Aniaya Remaja, 5 Anggota Geng Motor di Bogor Ditangkap

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings