Logo BeritaSatu

IFG: Kapabilitas Reasuransi Nasional Kurang Proporsional

Minggu, 25 September 2022 | 18:49 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- IFG Progress dalam risetnya berjudul "Reasuransi 101" membeberkan bahwa peran reasuransi cukup besar dalam mem-backup risiko di industri asuransi. Namun kapabilitas industri reasuransi nasional masih kurang proporsional sehingga mesti terus ditingkatkan.

Indonesia memiliki porsi reasuransi ke luar negeri yang cukup tinggi yakni 0,11% terhadap produk domestik bruto (PDB), porsi sama juga dicatatkan Jerman. Namun hanya ada enam perusahaan reasuransi domestik dibandingkan Jerman yang memiliki 29 perusahaan reasuransi. Selain itu, porsi reasuransi ke luar negeri Indonesia juga tercatat paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara peers seperti Filipina dan India.

Kecilnya jumlah dan size perusahaan reasuransi domestik Indonesia menunjukkan bahwa kapabilitas industri reasuransi Indonesia masih kurang proporsional. Kondisi tersebut menyebabkan porsi reasuransi ke luar negeri Indonesia tercatat tinggi dikarenakan perusahaan asuransi Indonesia cenderung mereasuransikan preminya kepada perusahaan reasuransi luar negeri.

"Seiring tingginya risiko yang ditanggung oleh asuransi umum atau industri asuransi secara keseluruhan idealnya dibutuhkan jumlah perusahaan reasuransi yang juga relatif proporsional guna mendiversifikasi risiko tersebut untuk mengurangi terjadinya risiko bankruptcy industri asuransi akibat tidak mampu membayar klaim yang terjadi," jelas Head of IFG Progress Reza Yamora Siregar dalam Economic Buletin Issue 16: Reasuransi 101, dikutip Minggu (25/9/2022).

Di Indonesia, industri reasuransi memiliki porsi aset yang paling kecil dibandingkan dengan jumlah aset secara keseluruhan di industri asuransi. Pada akhir tahun 2021, porsi atau besarnya kontribusi aset reasuransi hanya sekitar 2% dari total aset industri perasuransian. Padahal peran reasuransi cukup besar dalam mem-backup risiko yang terjadi di industri asuransi. Secara historikal, besarnya aset reasuransi terhadap industri tidak pernah lebih dari 2% dari total keseluruhan.

Kemudian, lebih dari 50% pendapatan premi kotor asuransi umum dialokasikan untuk pembelian premi reasuransi. Sementara, pada asuransi jiwa porsi premi yang dialihkan ke perusahaan reasuransi cenderung jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 3% secara rata-rata dari total pendapatan premi kotor.

Dalam hal ini, perusahaan asuransi umum lebih besar memindahkan risiko kepada perusahaan reasuransi dibandingkan dengan perusahaan asuransi jiwa karena berdasarkan dengan bisnis atau produk yang dijual. Perusahaan asuransi umum memiliki produk atau bisnis yang memiliki risiko ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan asuransi jiwa.

Sementara dalam kerangka global, sepanjang tahun 2010-2018, premi reasuransi global terpantau stabil di kisaran US$ 200-250 miliar. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, premi reasuransi global secara Compound Annual Growth Rate/CAGR tumbuh 4,8%, lebih rendah dari premi industri asuransi global dengan CAGR 3,8%.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa permintaan industri asuransi terhadap industri reasuransi terbilang terus mengalami pertumbuhan. Peningkatan permintaan terhadap reasuransi juga terlihat pada periode 2019-2020 yang ditunjukkan oleh perkembangan level cession rate (premi reasuransi dibagi premi asuransi). Peningkatan tersebut seiring dengan meningkatnya risiko akibat ketidakpastian kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Di kancah domestik, rata-rata pertumbuhan premi bersih reasuransi 2016-2021 sebesar 11% per tahunnya. Namun demikian pada periode sama, beban klaim tumbuh lebih tinggi yaitu naik sekitar 19% setiap tahunnya.

Hal ini menjadi pemicu utama penurunan kinerja hasil underwriting. Pada tahun 2021, hasil underwriting tercatat Rp -495 miliar, atau turun hingga 188% (yoy) dan secara rata-rata selama lima tahun terakhir hasil underwriting menunjukkan tren negatif dengan CAGR (2016 - 2021) sebesar -184% per tahun.

Baca selanjutnya
Realisasi kinerja keuangan yang sama masih dicatatkan industri reasuransi pada semester ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Omzet usaha mikro di Desa Jaddih meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk karya peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Kripto Dibahas di RUU P2SK, Pelaku Industri Soroti Biaya Transaksi

RUU P2SK berpengaruh terhadap pelaku industri kripto, karena memasukkan aset kripto sebagai bahasan yang akan diatur dalam RUU tersebut.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Subang Akan Menjadi Kawasan Industri

Pulo Gadung dinilai sudah tidak layak untuk lahan industri dan Subang dengan Bandara Kertajati serta dilalui Kereta Cepat Bandung bisa menjadi alternatif. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Kripto November Hancur-hancuran, Intip Proyeksi Desember

Sepanjang November 2022, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung alami penurunan tajam.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Sepekan, IHSG Turun dan Kapitalisasi Naik Jadi Rp 9.512 T

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 0,48% menjadi 7.019,639 dari 7.053,150 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

Saham energi sejak awal tahun hingga 2 Desember 2022 (year to date/ytd) melonjak 87,3%. Di belakang sektor energi adalah sektor perindustrian.

EKONOMI | 3 Desember 2022

IPO Jumbo, XXI Cineplex Bidik Dana hingga Rp 17 triliun

 Perusahaan pengelola bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya atau bioskop XXI Cineplex berencana menjadi perusahaan terbuka.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Mulai 1 Desember 2022 Pertamina lakukan uji coba penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Piala Dunia 2022: Babak Pertama, Argentina Unggul 1-0 Lewat Gol Messi

Piala Dunia 2022: Babak Pertama, Argentina Unggul 1-0 Lewat Gol Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 16 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE