Logo BeritaSatu

Jokowi Sebut 90% Startup di Indonesia Gagal

Senin, 26 September 2022 | 09:57 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WM

Tangerang, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sebanyak 80% sampai 90% usaha rintisan bidang teknologi atau startup di Indonesia berakhir dengan kegagalan saat merintis usaha.

“Hati-hati, 80% sampai 90% startup gagal saat merintis. Karena sekali lagi, tidak melihat kebutuhan pasar yang ada,” kata Presiden Jokowi pada peresmian pembukaan BUMN Startup Day Tahun 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin (26/9/2022).

Hadir pada kesempatan itu, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Kepala Negara mengungkapkan, startup berpotensi meraih sukses apabila usahanya itu diawali dengan memenuhi kebutuhan pasar yang ada. Namun, lanjutnya, banyak juga startup yang terpaksa gulung tikar karena kehabisan dana.

“Ini nanti fungsinya venture capital, fungsinya BUMN agar ekosistem besar yang ingin kita bangun ini bisa saling sambung sehingga semuanya terdampingi dengan baik dan bisa tidak gagal untuk masuk ke pasar-pasar, ke peluang-peluang yang ada di negara kita,” kata Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara, di mana pertumbuhannya melompat delapan kali lipat dari tahun 2020 hingga 2030, yaitu dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

Ia mengatakan, peluangnya sangat besar dan menjadi kesempatan bagi kaum muda Indonesia untuk memanfaatkan potensi yang ada itu. Disebutkan, keunggulan lainnya Indonesia adalah pengguna internet telah mencapai 77% dari total penduduk dan penggunaannya selama 8 jam 36 menit setiap hari.

"Besar sekali potensi yang ada. Dan, startup Indonesia adalah yang tertinggi keenam di dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, Australia. Indonesia nomor enam," kata Presiden Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dijanjikan 600.000 Ton Beras, Bulog: Hanya Ada 166.000 Ton

Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, dari data yang disampaikan Kementan sebanyak 600.000 ton, Bulog hanya bisa menyerap sebanyak 166.000 ton.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Awas Tertipu Perangkat Bodong, Begini Cara Cek IMEI HP

Masyarakat diminta untuk memastikan nomor IMEI HP yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah SIM yang digunakan agar tidak tertipu ponsel atau HP bodong.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hansi Flick Tetap Tangani Timnas Jerman

Hansi Flick Tetap Tangani Timnas Jerman

SEMESTA BOLA 2022 | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE