Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dibisiki Pengamat Internasional, Jokowi: Tahun Depan, Ekonomi Dunia Lebih Gelap

Kamis, 29 September 2022 | 11:48 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS
Presiden Jokowi.

Jakarta, Beritasatu.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan bisikan dari sejumlah pengamat internasional bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun depan akan lebih gelap dari tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

“Karena semua pengamat internasional menyampaikan bahwa tahun depan akan lebih gelap,” kata Jokowi.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi menyatakan telah mengatakan kondisi ekonomi dunia sekarang ini masih berada dalam ketidakpastian yang tinggi. Semua negara berada dalam posisi sulit karena kondisi ekonomi yang sulit diprediksi dan dikalkulasi.

“Arahnya seperti apa, pemulihannya seperti apa, satu masalah muncul, belum selesai muncul masalah yang lain. Dan efek domino ini semua menyampaikan sulit dihitung,” ujar Jokowi.

Bahkan, ketika ia bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia di KTT G-7 seperti Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mantan PM Italia Mario Draghi hingga Presiden European Commission Ursula von der Leyen, dapat disimpulkan pertumbuhan ekonomi dunia sangat sulit.

“Saya bertemu di G-7, Kanselir Scholz, Presiden Macron, PM Italia yang lalu PM Draghi, ketemu Presiden Ursula, tetapi tidak di dalam forum formal, tetapi saat makan malam. Di situlah saya bisa menyimpulkan bahwa semuanya sulit,” terang Jokowi.

Hal yang sama juga Jokowi temukan saat bertemu dengan Presiden Korea dan Tiongkok serta PM Jepang. Kondisi dunia yang semakin tidak pasti semakin diperkuat ketika Jokowi bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Dilanjutkan bertemu dengan Presiden Korea, Tiongkok, PM Jepang. Tambah lagi kepastian itu memang sulit. Lebih sulit lagi saat berdiskusi dengan Presiden Zelensky dan Putin. Dengan Presiden Zelensky 1,5 jam dan Presiden Putin 2,5 jam, kesimpulannya sama, perang tidak akan berhenti besok, bulan depan atau tahun depan. Artinya, tidak jelas,” jelas Jokowi.

Menghadapi kondisi tersebut, Jokowi meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama jajarannya untuk mempersiapkan amunisi dengan cermat, terutama dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pengelolaan dan penggunaan APBN, kata Jokowi, harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Tidak boleh boros dalam menggunakan anggaran. Karena penggunaan APBN yang selalu dijaga dengan hati-hati dan dihemat adalah amunisi yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di tahun depan.

“Saya selalu sampaikan ke Bu Menteri (Keuangan), Bu, kita ini memiliki amunisi, saya minta betul dijaga hati-hati, bijaksana betul dalam menggunakan setiap rupiah yang kita miliki, tidak jor-joran dan betul-betul harus dijaga. Tidak boleh kita berpikir uang hanya untuk hari ini dan tahun ini, tetapi tahun depan seperti apa,” ungkap Jokowi.

Menurutnya, kalau pemerintah Indonesia memiliki persiapan amunisi yang berbeda dengan APBN yang berkelanjutan, maka Indonesia akan mampu terus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tetapi, kalau punya persiapan amunisi, akan berbeda (kondisinya). Sehingga betul-betul APBN kita berkelanjutan,” tegas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI