Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sri Mulyani Beberkan Empat Tantangan Besar Pascapandemi

Kamis, 29 September 2022 | 16:43 WIB
Oleh : Herman / FER
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam acara acara UOB Economic Outlook 2023, Kamis, 29 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan empat tantangan utama yang dihadapi Indonesia dan juga negara lainnya di dunia setelah pandemi Covid-19 mulai bisa tertangani dengan baik.

Adapun empat tantangan besar tersebut yakni inflasi global yang melonjak, pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga, potensi krisis utang global, serta potensi stagflasi.

"Kita memahami, dunia dihadapkan pada tantangan yang unprecedented. Kombinasi dari tantangan yang tidak konvensional, namun ada juga yang sebagian konvensional,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara di acara UOB Economic Outlook 2023, di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Untuk tantangan pertama, kata Sri Mulyani, inflasi global melonjak akibat supply disruption karena pandemi Covid-19 dan perang, yang dikombinasikan dengan excessive stimulus fiskal dan moneter sebelum dan selama pandemi di negara maju.

Tantangan kedua, yaitu pengetatan likuiditas dan kenaikan tingkat suku bunga yang menyebabkan volatilitas pasar keuangan global, capital outflow, pelemahan nilai tukar dan lonjakan biaya utang atau cost of fund.

Selanjutnya, tantangan ketiga adalah potensi krisis utang dan global. "Banyak negara memiliki rasio utang sangat tinggi di atas 60%-650 PDP, biaya utang dan revolving (refinancing) risk mengalami kenaikan yang tajam, serta potensi default lebih dari 60 negara melonjak," kata Sri Mulyani.

Berikutnya, adanya potensi stagflasi. Menurut Sri Mulyani, pelemahan ekonomi global disertai inflasi tinggi menjadi kombinasi yang sangat berbahaya dan rumit secara kebijakan ekonomi.

"Tingkat risiko saat ini telah bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan karena pemulihan ekonomi dunia pada tahun depan diprediksi akan mengalami pelemahan lebih lanjut akibat gejolak ekonomi global.

"Pemulihan ekonomi global menjadi lemah karena potensi terjadinya stagflasi, karena inflasi naik dengan kombinasi resesi. Tentu ini menciptakan tantangan yang rumit di tahun ini dan tahun depan," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI