Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Situasi Ekonomi 2023 Gelap, Sri Mulyani: Segera Kumpulkan Amunisi

Kamis, 29 September 2022 | 17:13 WIB
Oleh : Herman / FER
Sri Mulyani.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, suasana ekonomi dunia pada 2023 akan sangat menantang. Risiko juga telah bergeser dari pandemi ke gejolak krisis global.

Karenanya, kata Sri Mulyani, APBN harus dijaga agar tetap sehat. Namun, APBN 2023 masih tetap didesain untuk mendukung pemulihan, di mana defisitnya didesain 2,85% dari PDB.

"Kita mendesain APBN sesudah dua tahun bekerja sangat ekstrem menghadapi pandemi dan ketidakpastian global. Kita harus segera mengumpulkan amunisi kita, harus segera dikumpulkan dan dikonsolidasi karena perjalanan masih panjang,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara di acara UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9/2022).

Menkeu menyampaikan, APBN telah melakukan reformasi pendapatan, antara lain melalui Undang-Undang Reformasi Peraturan perpajakan (HPP) yang memperkuat penerimaan negara, sehingga tidak hanya mengandalkan naiknya harga komoditas.

“Anda mungkin berpikir kenaikan penerimaan negara karena harga komoditas tinggi. Betul, tetapi itu sebagian penjelasan. Kami juga mendapatkan kenaikan akibat adanya program pengungkapan sukarela tahun ini, mendapatkan sekitar Rp 68 triliun," tegasnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam acara acara UOB Economic Outlook 2023, Kamis, 29 September 2022.

Menurut Menkeu, kuatnya tingkat penerimaan APBN juga didukung oleh sektor-sektor yang tidak ada hubungannya dengan komoditas.

"Manufaktur tumbuh tinggi, perdagangan tumbuh tinggi, pertambangan jelas iya, dan kita lihat sektor-sektor yang terkena efek cukup dalam akibat pandemi seperti transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, sekarang sudah pulih,” kata Sri Mulyani.

Reformasi juga dilakukan dari sisi belanja. Menkeu menyampaikan, belanja negara untuk infrastruktur tetap menjadi bagian yang penting. Namun belanja yang dilakukan saat ini lebih selektif yang bisa mendukung produktivitas dan mobilitas, sehingga efisiensi serta daya saing perekonomian semakin meningkat.

"Presiden terus mendorong transformasi ekonomi dengan hilirisasi, itu mendapatkan banyak sekali insentif perpajakan. Kita juga memberikan anggaran yang luar biasa besar untuk SDM, pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh bangunan, oleh sektor adanya produksi, tetapi juga manusianya,” ujarnya.

Dikatakan Sri Mulyani, risiko saat ini telah bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global. Ada empat tantangan utama yang saat ini dihadapi, yakni inflasi global yang melonjak, pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga, potensi krisis utang global, serta potensi stagflasi.

“Seluruh hal yang kita lalui tiga tahun ini tidak boleh hilang sia-sia.. Sebagai negara besar, kita harus belajar banyak. Tidak hanya belajar dari episode yang unpresidented. Kita juga belajar membangun dan memperkuat fondasi Indonesia,” kata Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI