Logo BeritaSatu

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Kamis, 29 September 2022 | 18:06 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber dan tidak menjadi shock producer.

Ia pun membandingkan krisis ekonomi yang saat ini tengah melanda Inggris lantaran APBN-nya menjadi shock producer.

"Kalau APBN-nya tidak kuat, tidak mungkin bisa melakukan fungsi sebagai shock absorber, bahkan APBN-nya bisa jadi shock producer. Yang terjadi di Inggris, nilai tukar yang jatuh sampai 20% untuk poundsterling, ini karena APBN-nya menjadi shock issuer atau shock producer," ujar Sri Mulyani dalam acara UOB Economic Outlook 2023, di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Sri Mulyani menyampaikan, dalam menghadapi berbagai tantangan baru, APBN memang harus dikelola dengan sangat hati-hati, fleksibel, tetapi tetap akuntabel. Apalagi ketidakpastian juga masih sangat tinggi.

"Menjaga APBN agar bisa tetap sehat supaya bisa terus menjadi shock absorber saat ini terus dilakukan pemerintah," tegas Menkeu.

Sri Mulyani menyampaikan, APBN telah melakukan reformasi pendapatan, antara lain melalui Undang-undang Reformasi Peraturan perpajakan (HPP) yang memperkuat penerimaan negara, sehingga tidak hanya mengandalkan naiknya harga komoditas.

Reformasi juga dilakukan dari sisi belanja. Menkeu menyampaikan, belanja negara untuk infrastruktur tetap menjadi bagian yang penting. Namun belanja yang dilakukan saat ini lebih selektif yang bisa mendukung produktivitas dan mobilitas, sehingga efisiensi serta daya saing perekonomian semakin meningkat.

"Presiden terus mendorong transformasi ekonomi dengan hilirisasi, itu mendapatkan banyak sekali insentif perpajakan. Kita juga memberikan anggaran yang luar biasa besar untuk SDM, pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh bangunan, oleh sektor adanya produksi, tetapi juga manusianya,” ujar Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga berpesan kepada Sri Mulyani agar menjaga keuangan negara dengan hati-hati.

"Kalau punya uang, di APBN kita, dieman-eman, dijaga, hati-hati mengeluarkannya. Harus produktif, harus memunculkan return yang jelas. Karena kita tahu, hampir semua negara tumbuh melemah,” kata Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sosok Inspiratif Bidang Kesehatan Tampil di HUT Ke-65 Astra

Mengusung tema "Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama", HUT ke-65 Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat berbagi semangat positif dan optimisme. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Omzet usaha mikro di Desa Jaddih meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk karya peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Kripto Dibahas di RUU P2SK, Pelaku Industri Soroti Biaya Transaksi

RUU P2SK berpengaruh terhadap pelaku industri kripto, karena memasukkan aset kripto sebagai bahasan yang akan diatur dalam RUU tersebut.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Subang Akan Menjadi Kawasan Industri

Pulo Gadung dinilai sudah tidak layak untuk lahan industri dan Subang dengan Bandara Kertajati serta dilalui Kereta Cepat Bandung bisa menjadi alternatif. 

EKONOMI | 2 Desember 2022

Kripto November Hancur-hancuran, Intip Proyeksi Desember

Sepanjang November 2022, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung alami penurunan tajam.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Sepekan, IHSG Turun dan Kapitalisasi Naik Jadi Rp 9.512 T

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 0,48% menjadi 7.019,639 dari 7.053,150 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 3 Desember 2022

2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

Saham energi sejak awal tahun hingga 2 Desember 2022 (year to date/ytd) melonjak 87,3%. Di belakang sektor energi adalah sektor perindustrian.

EKONOMI | 3 Desember 2022

IPO Jumbo, XXI Cineplex Bidik Dana hingga Rp 17 triliun

 Perusahaan pengelola bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya atau bioskop XXI Cineplex berencana menjadi perusahaan terbuka.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Mulai 1 Desember 2022 Pertamina lakukan uji coba penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BPBD Jabar: Tiga Kecamatan Terdampak Gempa Garut

BPBD Jabar: Tiga Kecamatan Terdampak Gempa Garut

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE